
Perlahan aku berbalik badan,,melangkah pelan menyusuri koridor Asrama..masih menggenggam ponsel aku terus berjalan sesekali berhenti lalu melempar tatapan ku pada aktifitas di gerbang asrama,ramai sekali malam ini,,dan di sekian detik pula aku menyadari bahwa malam ini malam minggu,,dimana aturan nya gerbang akan ditutup lebih lama,,sampai tengah malam.
Aku memutuskan untuk tidak melanjutkan masuk ke kamar ku,,karena seperti biasa,,kamar ku pasti akan sepi,semua teman sibuk malam mingguan dengan pacar,,teman,atau sekedar berkunjung ke rumah keluarga mereka yang ada di kota ini.
Hanya aku sendiri yang hampir setahun lebih di sini hanya menghabis kan malam minggu ku dengan ber puluh- puluh novel yang ku baca,tak pernah terlintas di hati ku untuk mencari pelampiasan kesepian disini,tak pernah terniat pula untuk ku mencari pacar sementara disini seperti apa yang Ari tuturkan padaku barusan.
Menurut ku, itu ide yang paling konyol yang pernah aku dengar.
Aku melangkah mendekati bangku batu yang terpasang permanen di setiap jarak sekian meter di koridor asrama,dan memilih duduk menyepi disana sendiri.
Iya...kini aku sendiri..bukan saja raga ku yang sendiri melainkan hati ku pun kini sendiri.
Aku menarik nafas dalam-dalam..masih rasa tak percaya..Seorang yang ku anggap sempurna,sanggup melukai hati ku bahkan bersandiwara di belakang ku,,bahkan dua kali.
Aku menatap layar ponsel ku yang sejak tadi terus bergetar,,7 panggilan tak terjawab,semua berasal dari nomor yang sama,
Aku memutuskan untuk menonaktifkan ponsel ku.
Pandangan ku kini menatap langit yang begitu indah malam ini,,sebuah bulan yang nyaris sempurna ditambah taburan bintang yang seolah sedang mengejek ku dengan kondisi ku sekarang.
Namun tiba-tiba saja aku terperangah ketika salah satu bintang bergerak cepat,,tepat di depan mata ku.
"Bintang jatuh.....!!!"
ucap ku pelan,,
Sejenak terkagum,,kemudian aku mengingat cerita mama ketika aku kecil dulu,,tentang permohonan pada saat bintang jatuh akan di kabulkan.
Ini memang tidak logis dan terlihat ke kanak- kanakan,,tapi apa salah nya aku coba.
Aku tersenyum tipis kemudian memejamkan mata dengan tangan menengadah di depan dada.
"Ya Allah,,aku gak minta banyak,,aku cuma ingin di pertemukan dengan seorang yang menyayangiku tulus dan kelak Dialah yang akan menjadi imam ku,,aamiin"
Aku mengusapkan tangan ku ke muka kemudian membuka mata lalu kembali memandang ke arah langit.
Dan lagi....
Sebuah bintang kembali beralih tempat..pemandangan tersebut sontak membuat mataku terbelalak lebar,,dengan mulut menganga,,rasa tak percaya..aku melompat kegirangan.
"Yeeeaaayyyy!!!!"
Tanpa sadar aku berteriak cukup keras.
"Woi...kamu kenapa Din??"
Kak Dewi,tetangga sebelah kamar ku yang sedang lewat menghampiriku,,terlihat Dia sedang menelpon seseorang.
"Eh...kakak,,enggak...itu..ehmm...tadi ada bintang jatuh"
Jawab ku malu.
"Hah...??masyak sich,,kok aku gak liat?"
Kak Dewi seperti tak yakin dengan pernyataan ku barusan.
"Eh...iya...haloo,,maaf..maaf..ini aku lg ngomong sama teman ku dia bilang ada bintang jatuh"
Kak Dewi sepertinya tengah menjelaskan pada orang yang sedang Dia telpon.
"Eh...tunggu deh,,kamu mau bicara gak sama Dede??,kangen dia sama kamu katanya"
Aku menoleh ke arah Kak Dewi,,begitu nama Dede disebut.
Aku mencoba mengingat Dede yang kak Dewi maksud
"Oh...Dede yang teman satu kamar nya,,satu rekrut juga dengan ku...tapi,,eh..tunggu..tunggu"
Aku kembali mengingat ingat sesuatu.
"Ehm...kalo gak salah,,Dede pernah bilang dia lulusan Sma setia darma"
Deg..!!!
jantungku tiba- tiba saja berdegup tak karuan,,
"Bukan nya itu sekolah yang pernah aku datangi,,hanya untuk balikin jaket??,,ya ampun...iya,,itu sekolah Dion,,dan mereka satu angkatan"
Batin ku terus mengoceh.
Aku menepak jidat dengan keras,,
"begok...kenapa gak ngeh ya saat itu,,harus nya aku tanya aja kenal gak sama Dion."
__ADS_1
Aku yang berjalan sembari terus melamun tiba- tiba..
Bruukkkk..!!!!!
Tubuh ku menabrak seseorang,,
"Dinaa...maaf..maaf ya..gak sengaja.."
Dede dengan nafas tersengal meminta maaf kepada ku karena telah menabrak ku.
"Ahh...aku yang harus nya minta maaf,,aku yang gak liat,,jalan sambil melamun"
ujar ku menanggapi permintaan maaf Dede.
"Kamu lihat Kak Dewi??"
Sambung Dede.
"Oh,,iya..ditikungan sana,,lagi teleponan"
"Ehm....Makasih ya Din"
Dede kembali melangkah meninggalkan ku,,namun langkah nya terhenti saat aku mencegat nya.
"Eh...De..tunggu deh..aku boleh nanya??"
"Apa??"
"Ehm..kamu Sma Setia darma kan??"
Tanya ku ragu.
"Iya,,kenapa Din??"
"Ehmm...enggak..Nanya aja,,Oh iya..itu..tadi kamu dicariin sama yang nelpon Kak Dewi"
Aku mengurungkan niat ku untuk bertanya tentang Dion pada Dede.
"Iya...itu si Adit,,teman ku satu kelas dulu"
Aku hanya mengangguk dan tersenyum kemudian melangkah menuju kamar ku.
Baru beberapa menit aku berbaring Di tempat tidur,suara Kak Dewi dan Dede kembali terdengar mendekat.
Sayup- sayup aku mendengar obrolan mereka,yang sedang membahas tentang masa Sma.
Aku yang merasa belum ngantuk memutuskan untuk kembali keluar kamar.
Melihat aku keluar,,Dede menghampiri ku,,
"Din,,tadi kenapa tanya sekolah?"
Tanya nya.
"Ehm...ini,,aku pernah punya banyak juga teman dari sekolah kamu yang ikutan beladiri di club taekwondo ku."
"Oh..ini nich...yang lagi kami telpon juga pernah latihan katanya di sana,,Balai Kota kan??"
"Oh ya...Masak sich...,siapa mamanya?"
"Aditya"
Jawab Dede singkat.
"A D I T Y A ????"
Ujarku mengulang mengeja nama yang baru saja di sebutkan Dede.
Aku memejamkan mata sembari mengernyitkan dahi,,menajamkan ingatan ku tentang sebuah nama,,namun usaha ku gagal,,aku sama sekali tak mengingat nama itu.
"Entah lah De,,sepertinya aku benar- benar lupa nama itu"
"Ehm...bentar ya..."
Dede beranjak menghampiri Kak Dewi,terlihat mereka bercakap- cakap sesaat,kemudian Dede mengambil alih ponsel yang di pegang Kak Dewi.
Terlihat,Dede kembali berjalan ke arah ku,sambil menempelkan ponsel di telinganya.
"Dit,,nich ada teman ku dulu Dia juga latihan bela diri di Balai kota,,dan katanya dari sekolah kita banyak yang ikut,,tapi sayang nya...nama kamu gak masuk dalam ingatan nya..hahahaha"
Dede memberikan ponsel nya padaku.
Agak sedikit ragu,,aku menerima ponsel itu dan mendekatkan ditelingaku.
__ADS_1
"Halo..ini siapa ya?,,maaf aku gak ingat"
"Iya..halo juga,,aku Adit..kamu siapa?".
"Maaf ya Dit,,aku bener- bener lupa,,mungkin kalo lihat orang nya inget,Aku Paradina lestari"
"Ehm...sepertinya aku tau kamu.."
"Masyak sich...kok bisa??"
"Iya..kamu Dina kan,,yang selalu berdua sama Fitri"
"Loh..kamu inget juga??,,wah..makin penasaran aku..ini Adit yang mana ya..??"
"Udah..gak usah terlalu di fikirin,,kamu apa kabar?"
"Ehm...baik..tapi sumpah beneran aku penasaran."
"Oh..gitu,,ya udah..gini aja,,sebutin no hp kamu ya,,biar aku telepon,gak enak sama yang punya hp"
Ucapan nya barusan menyadarkan ku bahwa yang sedang ku pakai hp kak Dewi.
Setelah menyebutkan no ponsel ku,,aku mengembalikan ponsel pada Kak Dewi yang berdiri tak jauh dari ku.
Aku berjalan menuju tempat tidur,,tak berselang lama,,No tak dikenal menelpon ku,
"Halo,,Dina..udah ingat aku?"
"Maaf Adit..sama sekali aku tak ingat.."
"Ehm..coba kamu sebutin nama anak sma ku yang pernah ikut latihan yang kamu ingat"
"Oke,,tunggu bentar...Daka...Dion..Reno.."
"Nahhh..tunggu bentar ya,,kamu cek deh..aku kirim sesuatu ke ponsel kamu."
Mendengar ucapan Dion barusan segera ku periksa ponsel ku,
sebuah foto..dengan cepat ku klik gambar tersebut.
Bagai tersengat aliran listrik tegangan tinggi,,aku terperangah tak percaya.
Nampak seorang laki- laki sedang duduk diatas sepeda motor dengan kemeja berwarna krem,dan celana hitam.
"Dion..."
ujar ku pelan,,masih dengan rasa tak percaya,,ku dekatkan kembali ponsel di telingaku.
"Kamu tidak sedang bercanda kan??"
Tanyaku dengan nada penuh keraguan.
"ya enggak lah Din,,ini beneran aku Dion,,orang yang pernah kamu pinjam jaket nya saat baju kamu basah"
Glek..!!
Aku menelan ludah seketika...
lalu mengerjap - ngerjap kan mataku beberapa saat,,
"Halo...Din,,kamu masih disana?halo..."
Suara panggilan Dion menyadarkan ku yang masih terbengong- bengong sendiri.
"Eh...iya...iya...maaf,,kenapa...kenapa??"
aku menjawab gugup.
"Kamu apa kabar??,,dah lama ya disana?"
"Ehm...iya,,setahun lebih..,,tapi tunggu...kamu Dion..lantas...Adit??bukan mya tadi Dede menyebut mu Adit??"
Tanya ku menyelidik.
"Oh...hahhhaha....Aditya Dion prakarsa..itu nama lengkap ku,,"
"Ohhh...."
Mulutku hanya membentuk bulatan menanggapi keterangan ucapan nya barusan.
Obrolan kami berlanjut,,hingga nyaris tengah malam,,banyak hal yang kami bahas termasuk masa- masa saat dulu masih sekolah.
Bersambung**
__ADS_1