
Sherly mengajari banyak tentang menjadi seorang pramuniaga cerdas untuk sebuah Toko Buku ternama.
Sherly begitu baik,cantik,lembut dan pintar itulah kesan pertamaku ketika mengenalnya.
"Can...mbak sherly baik ya..."
kusenggolkan bahuku pada candra yang sedang serius mencatat sesuatu di buku kecilnya.
"Iya..cantik jugakan?"
Jawabnya menolehku sekilas.
"Hahaha...cieee,,pengagum rahasia nih..."
"Ah...enggaklah,,beda umur"
Jawab nya lagi,kini dengan sedikit menyunggingkan senyum dengan tangan tak berhenti mencatat.
"Din..tau gak,kata mas ewin pagi ini,,ada 3 pramuniaga,,"
Candra mendekatiku dan berbicara serius.
"3? Itu artinya masih ada 2 lagi donk ya??"
Jawabku sembari melipat tangan di dada.
Mataku berputar mengelilingi setiap sudut ruangan,dan jatuh tepat pada seseorang yang sedang berdiri bersandar pada pilar bangunan.
Aku memperhatikan dengan seksama Pria itu,mengenakan seragam sama dengan yang dipakai Mas Erwin,berdiri sengak dengan kedua tangan terselip di saku.
Buru-buru aku mendekat pada candra.
"Can...can...aku memanggil candra pelan dengan mentoel bahunya ringkihnya"
"Hemm....Apa?"
Jawab Candra tanpa menolehku.
"Can...sini....lihat itu"
Panggilku sekali lagi dengan nada sedikit kesal karna Candra tak merespon baik panggilanku.
"Apaan sih..Din...Apa??"
Kali ini ia mendekat.
"Lihat deh di ujung situ,,di dekat pilar,,itu pramuniaga sini ya??"
Aku menunjuk dengan isyarat mata.
Candra segera mengalihkan pandangan nya mengikuti isyaratku.
"Kayak nya sih iya,,sombong banget gayanya"
"Eh...Dia kesini...Dia kesini,,"
Ujarku berpura- pura menyusun buku-buku di depanku.
"Hey....kalian!!! Pagi-pagi bukan nya kerja,,pacaran aja!!"
Hardiknya.
Candra memilih menjauh,sementara aku diam-diam melirik tanda pengenal yang tergantung di saku dada bajunya."
"Oh...Namanya Mansyur"
Ujarku dalam hati.
"Siapa yang pacaran,,kita lagi beres-beres kok"
Aku mencoba menjawab.
"Halahhh...beres-beres apaan,,mojok gitu!"
Lagi-lagi Mansyur berkata dengan sikap yang tidak menyenangkan.
"Anak baru..udah banyak gaya!!"
Gerutunya lagi.
Kali ini,aku memilih diam meski jengkel.
Sherly yang mendengar keributan mendatangi kami,
__ADS_1
"Kenapa ini...kamu ngapain syur,,pagi-pagi dah ngomel aja kayak Mak Tiri,"
"Ini sher,Anak baru...bukannya kerja malah mojok pacaran!"
Aku melirik candra,mukanya memerah tangannya mengepal.
"Wkwkk..kamu tu syur,,bilang aja iri..hahhaha,,udah..jangan ngamuk-ngamuk...jauh jodoh tauuuu!!!"
Sherly menjawab dengan manja omelan Mansyur.
"Pagi itu..mesti happy...enjoy...denger lagu semangat...biar energi positif nya dapet..."
Sambung sherly sembari berlenggak lenggok genit"
Namun baru berapa langkah ia berjalan,tiba- tiba ia berbalik,
"Din...ikut aku yuk,,kita ke gudang ambil majalah"
Ajaknya padaku.
"Iya mbak,"
Aku berjalan melewati Mansyur,tak sengaja aku melirik nya,namun sayangnya dibalas dengan tatapan sinis..hingga membuat aku bergidik ngeri.
"Mbak,,itu Mas yang satu tadi emang gitu ya orangnya?"
Tanyaku di jalan menuju gudang.
"Siapa?Mansyur ya?"
Jawab sherly menatapku.
Aku mengangguk.
"Ah...Dia emang gitu orang nya,,dia gak galak,,cuma sok galak..sebenernya dia baik kok,,cuma rada-rada jutek."
Tutur Sherly menjelaskan.
"Udah Din,diemin aja..jangan ambil hati"
sambungnya lagi.
"Ada satu lagi pramuniaga cowok Din,baik lembut,gak pernah sama sekali marah.tapi dia masuk siang,namanya Andika."
"Pacar mbak??"
Tanyaku membuat nya kaget,dan menambah semu merah di pipinya.
"Hah...gak...bukan kok bukan..hahhh"
Aku tersenyum.
Sesampainya di gudang,sherly mengajarkanku tentang proses pengambilan barang,Dia juga mengenalkanku pada petugas gudang.
Selagi tengah sibuk menyusun majalah dan buku-buku yang akan dibawa turun,terdengar suara dari bagian informasi yang memberitahu bahwa sudah saat nya Toko di buka untuk umum.
"Din yuk..buruan kita turun,,"
Ajak sherly.
Aku menurut saja meski ada bingung yang besar tengah memenuhi kepalaku.
Seolah tau dengan pikiranku,sherly mencoba menjelaskan.
"Kalo Toko buka,kita semua wajib berada di area kerja masing- masing dan gak boleh pergi sampai Lagu yel-yelnya habis."
"Ohhh..."
lagi-lagi aku mengangguk.
Saat berada di lantai 2 lagi,kembali aku melihat Mansyur dengan muka jutek nya tengah berdiri dengan lagak sombongnya.
Tapi kali ini Dia tidak sendiri,melainkan ada seorang pramuniaga cantik di samping nya yang sedang mengobrol bersama candra.
Melihat Aku dan sherly turun,Pramuniaga cantik itu berlari kecil mendekati kami.
"Mbak Sher...ini anak baru ya?"
Ujarnya.
"Iya Tik,kenalan dulu donk...sama teman baru kita"
"Haii..."
__ADS_1
Sapanya.
"Dina"
Aku menyebutkan namaku ketika tangan kami berjabat.
"Aku Atik"
Aku membalas senyum ramah nya.
Sungguh aku benar-benar kagum,semua pramuniaga di Toko ini Cantik- cantik,begitupun dengan pramuniaga laki nya,Ganteng- ganteng..termasuk si jutek Mansyur.
Melihat kami sedang mengobrol,Mansyur mendekati,
"Hey..Tik..Sher..jangan di ajak ngobrol donk,,jangan di kasih hati anak baru,,ntar ngelunjak,,kalian yang repot!!"
Hardiknya pada kami.
"Ih apaan sih syur..biasa aja....sini gabung kalo mau ikut cerita"
Jawab Atik kesal.
"Tau nih...dari tadi bawel mulu,,lagi dapet lu ya??Makanya sensi!! "
Ejek sherly.
Mendengar itu,Aku mencoba mengatupkan bibirku rapat,yang sebenarnya ingin sekali ngakak.
Merasa terpojok, Mansyur meninggalkan kami.
Hari pertama yang membingungkan dan melelahkan bagiku.
Masih belum hafal wilayah membuatku pusing mondar mandir bertanya pada sherly dan Erwin jika ada customer yang tengah minta dicarikan judul buku.
Setengah hari berlalu...
Tiba saatnya istirahat siang, Aku yang tak membawa bekal terpaksa memesan semangkuk Mi rebus dikantin kantor.
begitu sampai di meja makan,Indra pun sampai dan duduk bersebelahan dengan ku.
"Hai..temann, gimana??lancar dan baik- baik sajakah kalian?"
Tanya Indra sembari menampakkan muka lucunya,membuat aku terpingkal- pingkal.
"Aman...lancar cuma...."
Aku menghentikan bicaraku sembari celingak celinguk memastikan tak ada orang yang mendengarkanku kecuali Indra. Aku takut,malah akan menambah masalahku,aku gak mau berurusan dengan Mansyur.
"Cuma apa??Cerita...cerita..."
Desak Indra penasaran.
Setelah memastikan sekelilingku aman,Aku melanjutkan obrolanku.
"Cuma....Ada satu karyawan yang nyebelin,,marah mulu kerjaannya"
"Cewek,atau Cowok??"
Tanya Indra lagi,kali ini ia sembari menyendok makan siang nya.
"Cowok"
Jawabku singkat,ketika Aku melihat Mansyur baru saja berjalan mendekat ke arah meja makan.
Aku pura-pura tak melihatnya,menunduk dan menyendok Mi di hadapanku.
Mansyur perlahan mendekatiku,tepat di belakangku ia menunduk dan membisikkan sesuatu.
"Makan yang cepat,istirahat cuma 30 menit!"
Aku merasakan jantungku seperti mau copot,
"Kok ada ya,orang kayak Dia,yang kerjaan nya hanya ngurusin orang lain"
Batinku.
Aku menyenggol bahu Indra,setelah Indra menoleh,Aku bicara pelan hampir berbisik,
"Itu orangnya"
Indra menoleh sekilas kemudian melanjutkan makan siangnya.
Bersambung***
__ADS_1