Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
Bab 57 Target selingkuh


__ADS_3

Hampir jam 10 malam,ketika Aku mengaktifkan ponsel yang sengaja Aku matikan.


Panggilan Masuk dari Dion menyambutku ketika baru saja ponselku menyala namun Aku memilih untuk merijeknya. Begitu pula dengan pesan masuk yang bertubi-tubi.


Satu persatu Aku baca,semua isinya tentang ketidaksukaan Dion, bagaimana Aku tak bertambah bosan dan kesal dengan sikap kekanak-kanakan Dion yang semakin menjadi-jadi. Mungkin Dion menginginkan semua waktuku untuknya,sementara Dion sendiri tak bisa mewarnai hariku,bagaimana Aku bisa bertahan jika Dion sendiri tak bisa memahami keinginanku


Aku terus menscroll pesan kebawah,


Tanganku terhenti ketika melihat 2 pesan di paling bawah, mataku membulat meyakinkan Aku tak salah baca.


2 pesan tersebut bukan dari nomor Dion melainkan dari Ari dan Mansyur.


"Apa kabar Dina?? masih bolehkah Aku merasa rindu?meski tau hatimu tak lagi sama seperti dulu.."


"Lagi ngapain??have fun ya....Aneh aja tiba-tiba Aku ingat kamu"


Tanpa sadar,bibirku menyungging senyum tipis.


"Woy...Jona...ngapain senyam senyum sendiri!"


Candra menegurku,ternyata Dia melirikku dari spion motornya.


Aku tak menjawab melainkan menepak punggungnya.


Sampai di depan rumah,


"Eh..Can...beneran ya..bantuin Aku !!"


Ujarku sembari memberikan helm padanya.


"Siap...!! Besok kita cari mangsa..hahhhhh"


"Mangsa...emangnya Kamu pikir Aku karnivora??"


Aku mendengus kearah Candra yang terkekeh.


"Target selingkuh maksudnya...ya udah Aku pulang ya...besok Mau Aku jemput??"


"Gak usah deh...paling Dion jemput Aku"


"Ya udah...eh..tapi Mansyur boleh tuh...wadooooww...sakiiittt"


Candra menjerit ketika tanganku mencubit pinggangnya atas ledekannya barusan.


Aku masuk ketika tak kulihat lagi bayangan Candra.


Dikamar,Aku masih kepikiran tentang saran Candra,


"Apa Aku gak keterlaluan ya,,ngerjain Anak orang cuma gara-gara pengen putus"


ujarku lirih.


Aku menarik nafas dan menghembusnya kasar,lalu memutuskan untuk mandi dan istirahat.


"Din baru pulang?"


Sapa Mama yang keluar kamar begitu mendengar Aku pulang.


"Iya Ma..."


"Mau makan Nak?"


Tanya Mama lagi.


"Gak Ma..tadi Dina udah makan sama teman-teman.


"Ya udah,Mama tidur lagi ya...Kamu jangan begadang."


Aku mengangguk dan tersenyum,sementara Mama kembali masuk kamar.


Selesai bersih-bersih,


Aku bersiap untuk tidur namun panggilan telp membuatku mengurungkan niat untuk beristirahat.


Driiiinggg....Driiinngggg....


Dion menelpon.


"Halo..."


Sapanya.


"Ya halo..."


"Gimana,udah pulang ya??"


"Iya..ni udah mau tidur..."

__ADS_1


"Happy banget kayaknya ya...sampe telpon hp dimatiin,,takut di ganggu ya?? Tadi Aku nelp di rijek..pesan Aku gak ada yang dibales..lagi sama siapa sih...sampe lupa sama Aku!!"


Ocehan panjang dari Dion membuatku semakin yakin ingin putus darinya.


"Udah ya...besok Aja Aku jawabnya...Aku ngantuk!"


Tut...


Aku menekan akhiri telepon. Dan meletakkan kembali ponselku di meja.


Aku malas,benar-benar sedang Malas.


Dion terlalu posesif kalo untuk dirinya tapi jika sedang bersamaku Dia tak bisa menghargai Aku, tak bisa menyenangkan Aku,bahka jika posisi nya Aku yang marah,Dion tak pernah merespon,selalu cuek dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa.


Aku kembali mendengus kesal dan mencoba memejamkan Mata.


Baru beberapa detik terpejam,Aku mengingat 2


pesan spesial itu.


Aku kembali membuka mata dan beranjak kembali meraih ponselku.


Aku berinisiatif membalas pesan itu.


Aku membuka pesan Mansyur dan


membalasnya.


"Aku sudah pulang,kenapa kok bisa ingat aku?"


Hanya beberapa detik dari pesan terkirim, hapeku berdering.


"Ya halo..."


Sapaku.


"Ehm...Maaf ya...gak niat nelpon tapi gak tau kok malah nelpon."


"Kok bisa??"


"Iya Aku juga gak tau...ya udahlah..met istirahat ya..maaf ganggu"


"Oke....gak masalah.."


"Ya udah...matiin telponnya"


Aku tersenyum geli dan menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir.


"Andai aja Aku bisa melihat wajahnya,Aku yakin pasti sekarang wajah nya merah seperti tomat"


ujarku lirih.


Aku kembali membuka pesan kedua dari Ari.


dan mulai mengetikkan balasan.


"*Ka*bar Aku masih sama seperti yang dulu..Aku selalu baik-baik saja ..semoga kamu pun begitu"


Beberapa menit menunggu tak ada balasan Akhirnya Aku memilih untuk tidur.


***


Keesokan harinya,


"Din,tumben Dion jemput pagi-pagi"


Tanya Mama.


"Gak tau Ma...mungkin Dia mau berangkat lebih pagi"


Jawabku tak bersemangat,


"Ajak Dion sarapan Din"


Aku mengangguk,lalu menghampiri Dion di teras rumahku sembari mengantar sepiring nasi goreng dan segelas teh hangat.


"Nih..sarapan dulu,"


Aku meletakkan sarapannya di atas meja.


"Ehm..Makasih ya Dek,ngerepotin"


"Ah..enggak kok,ya udah makan dulu"


Ujarku santai.


Setelah selesai sarapan,Kami bergegas berangkat kerja.

__ADS_1


"Dek..semalam Kamu gak macam-macamkan?"


Tanyanya seraya menatapku lekat.


"Macam-macam gimana??"


Tanyaku sembari memakai helm.


"Kamu selingkuh??"


"Iya..! puas??"


"Kok gitu jawabnya??"


"Terus...Kamu berharap Aku jawab apa??"


"Kamu bercandanya gitu banget Dek"


"Udah Ah...yuk ntar telat"


Aku duduk dibelakangnya tanpa memperdulikan omongan Dion barusan.


Yang Ada di kepalaku saat ini adalah,,siapa yang akan menjadi target pilihan candra untuk jadi pacar pura-puraku.


Hampir setengah jam lebih, motor sampai di pelataran parkir tempatku bekerja.


Dengan cepat kubuka helm dan kuserahkan pada Dion.


"Aku masuk ya...."


Pamitku bergegas masuk,tak sabar ingin segera menemui Candra yang Aku yakin sudah lebih dulu sampai, sebab Aku melihat motornya telah terparkir rapi.


Benar saja..Di tangga naik Aku melihat Candra tengah berjalan seraya memainkan ponsel miliknya.


"Can....!"


Panggilku berlari menghampirinya.


"Gimana dah kepikiran siapa?"


Tanyaku dengan nafas tersengal.


"Sabar Jona....baru juga nyampe,,belum kepikiran!"


"Huhh..buruan..Aku udah terlanjur bilang Aku punya selingkuhan"


Ujarku sembari mendengus.


"Lah..lah...siapa suruh...lagian kamu tu ya...Aneh!! dimana-mana orang gak mau putus,,tapi kamu malah mau putus,pikirin lagi deh...!"


Candra coba menasehatiku.


"Gak...Aku udah yakin..tekatku sudah bulat!"


Ketika melintasi lantai 3, Candra menghentikan langkahnya,memandang kesatu arah.


Aku yang melihatnya ikutan berhenti dan memperhatikan kepada siapa pandangannya jatuh.


"Hei...ngeliatin siapa sih ..??"


Tanyaku mencolek bahunya.


"Nah...Aku dah nemuin Mangsa..eh..target maksudku hahhha"


Aku menyusul Candra yang berlari cepat naik ke atas.


Sesampainya di Atas,


"Can...Siapa?"


Tanyaku penasaran.


"Ntar...Aku absen dulu"


Selesai absen,Candra menarik lenganku turun.


Tiba dilantai 3, Candra mengajakku menghampiri Fajri Anak baru yang kehadirannya baru sekitar satu minggu disini.


"Din..ini orangnya!"


Candra menunjuk Fajri,tentu saja hal itu membuat bingung Fajri.


"Maksudnya Apa ya?? Ini ada apa?"


Tanya Fajri bingung.


Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2