Ketika Hati Bicara

Ketika Hati Bicara
bab 30 say goodbye...


__ADS_3

Sore yang mendung,mewakili perasaan ku yang tengah gusar,sepanjang perjalanan pulang,tak henti aku meyakinkan diri ku sendiri dengan pilihan ku saat ini.


"Ari..."


Ujar ku berkata lirih,tiba- tiba aku mengingat nya dan berniat menghubungi nya untuk memberi tahu.


Segera aku merogoh isi ransel,berusaha mencari posel ku.


Dengan cepat aku mengetikan pesan singkat.


Ari,lagi dimana?


aku ingin ketemu.


Menunggu beberapa menit tak ada balasan akhirnya aku memasuk kan kembali ponsel ku,lalu bersandar dan menghela nafas dalam-dalam.


Setiba di rumah,hari hampir menjelang magrib,segera kuputuskan untuk mandi sebelum berbicara pada orang tua ku.


Ku lihat orang tua ku tengah bersantai di teras rumah,ketika aku selesai mandi.


"Ma...Pa..Dina mau bicara.."


Ujar ku memulai percakapan sembari duduk di hadapan kedua orang tua ku yang menatap ku heran.


"Loh..kok kayak nya ada yang serius banget Din.."


Jawab Papa menatap ku cemas.


Sementara mama tetap tenang namun menatap ku tajam.


"Ma...Pa...ini..."


Aku menyodorkan tiket beserta surat izin pihak keluarga.


Papa menyambut dari tangan ku,


"Apa ini Din?"


"Loh...ini tiket keberangkatan besok pagi,,maksud nya apa??"


Sambil membuka surat yang terlipat di dalam amplop putih,ber cap perusahaan tempat ku melamar.


"Kamu mau berangkat ke Batam Nak??!"


Sambil meletak kan surat beserta tiket di atas meja yang kemudian di raih Mama.


Aku menunduk,air mata ku jatuh..lalu mengangguk kan kepala perlahan.


Mama mendekati ku,kemudian menarik pelan tubuh ku lalu mendekap hangat,kurasakan detak jantung mama terasa sangat cepat,,aku tak dapat mengkontrol diriku lagi,aku tak dapat bicara apa-apa selain tangisan dengan isak dan sedu sedan.


10 menit dalam diam,akhir nya Papa membuka suara.


"Kamu yakin Nak,dengan semua keputusan mu?"


Aku hanya mengangguk,sembari menghapus air mata di pipi ku.


Dengan tangan yang berat,papa menerima pena yang aku sodorkan,lalu menanda tangani surat Izin keberangkatan ku.


Seketika kulihat ada guratan sedih di raut wajah tegas nya,ada pilu di tajam sorot matanya.


Aku menoleh ke arah Mama,hal yang sama pun kudapati di diri Mama,namun Mama lebih tenang,walau aku tau..Mama tak sekuat itu.


Selepas sholat magrib,


ketika Aku tengah membereskan pakaian yang akan aku bawa ke dalam koper,


Mama menghampiri ku di dalam kamar.


"Din...kamu sudah selesai??"


"Eh..Ma,,ehm...belum..ni lagi nyusun pakaian,"


"Ari tau,kamu mau pergi besok??,apa dia nganterin kamu?"


Pertanyaan Mama barusan,mengingatkan ku,bahwa dari tadi aku belum mengecek ponsel ku sejak aku mengirim pesan tadi sore.


"Ehmm...udah di kabarin Ma,,tapi belum di jawab..mungkin Dia sibuk"


"Nak...jaga diri disana ya...jangan terpengaruh hal buruk,,jaga kehormatan diri dan keluarga.."


Aku menghentikan pekerjaan ku,lalu mendekat dan memeluk Mama.


"Iya Ma....."


"Ini...kamu simpan sebagai pegangan sampai kamu gajian nanti"


Mama menyerahkan beberapa lembar uang,


Aku yang kaget,segera menolak.


"Ehmm...gak usah Ma,Mama simpen aja..Dina masih ada pegangan."


Mama bersikukuh untuk memberikan nya kepada ku,namun setelah beberapa kali aku menolak,akhirnya mama menyerah dan memasukkan kembali uang tersebut ke dalam saku baju nya.


"Ya udah,,kamu istirahat..besok subuh kita berangkat pakai taxi aja ya"


ujar mama beranjak dari sisi ku.

__ADS_1


"Iya ma"


Setelah keluar nya Mama dari kamar,aku bergegas mengambil ponsel dan membuka nya.


Sama sekali belum ada balasan.


Setelah menimbang agak lama,akhir nya kuputuskan untuk menelpon.


Tuutttt...tuuuttt..tuuuttt..


🧑HALO...


ASSALAMUALAIKUM SAYANG


👩WALAIKUM SALAM,KAMU DIMANA?


🧑BARU AJA NYAMPE RUMAH,DARI BELI ALAT- ALAT.


👩BISA KE RUMAH SEKARANG?


🧑LOH..ADA APA SAYANG?,BUKAN NYA INI UDAH MALEM??


👩ADA HAL PENTING,MAU AKU OMONGIN.


🧑GIMANA YA,,BESOK AJA BISA GAK YANK..??


👩BESOK KITA GAK KAN KETEMU LAGI!!


🧑LOH..MAKSUD NYA??


👩YA..MAKANYA KESINI SEKARANG,,AKU TUNGGU!!


KLIK...


Aku menutup telepon,setelah merapikan diri,aku keluar kamar.


"Loh..kenapa belum tidur nak??"


"Ehm...belum pa,,nungguin Ari,Dia mau kesini,,boleh ya Pa??"


Ujar ku sedikit memohon mengingat ini hampir jam 10 malam,yang dalam aturan yang di buat papa,kurang dari jam 10 malam tamu wajib pulang.


Namun untuk kali ini,sepertinya papa memberi tenggang waktu kepada ku.


Sambil melirik jam dinding,akhirnya Papa mengangguk dengan tersenyum.


Ada lega dihati ku.


Tak lama berselang,suara deru sepeda motor berhenti tepat di depan rumah ku,aku menyibak tirai jendela kaca,mengintip untuk memastikan yang datang benar Ari.


Terlihat raut wajah cemas nya dengan tergesa menghampiri ku.


"Ada apa sayang,kamu kenapa??"


"Masuk dulu Ri.."


Ajak ku,


"Baik,ayo buruan ngomong ada apa?jangan bikin aku takut!"


Seru nya,sembari memegang tangan ku.


"Besok,,aku mau berangkat!"


"Berangkat??,berangkat kemana??,gak!!kamu lagi becanda kan,,kamu sedang ngerjain aku kan?"


Potong Ari cepat.


"Aku diterima kerja di PT Jepang di Batam,besok kamu anterin aku ya ke pelabuhan"


"Sayang....sayang...tolong,,jangan balas dendam dengan cara seperti ini!!!,tolong aku mohon....kamu tolong bilang ini gak bener..ini becanda...ini cuma ide kamu buat aku takut..iya kan...iya kan sayang????"


Ari terlihat sangat panik,beberapa kali mengguncang- guncang kan pundak ku dengan kedua tangan nya.


Aku melepas kan,tangan nya,kemudian meraih tiket dan surat izin lalu menyerahkan nya pada Ari.


"Dina...sayang,,kamu beneran mau pergi??"


Aku mengangguk,


Aku menyaksikan sendiri air mata itu mengalir perlahan dari sudut matanya,tangan nya menggenggam erat jemari ku,beberapa kali mengecup nya.


"Ari...kamu nunggu aku kan??"


Tanya ku pada nya yang hanya diam tak menjawab.


Hampir 1 jam kami saling diam,akhir nya Ari membuka percakapan lagi.


"Dina...kenapa kamu harus ninggalin aku,,padahal kamu tau..aku gak bisa jauh dari kamu.."


"Dua tahun gak kan lama...."


"Iya....gak kan lama..."


Balas nya,kemudian menghapus air matanya.


"Ya udah,,kamu istirahat..Besok subuh aku jemput,ini sudah hampir tengah malam."

__ADS_1


Ari pamit pulang,


Sungguh malam yang benar- benar membuat ku gelisah,tak dapat ku pejam kan mata,


hingga fajar datang...


Setelah mandi dan bersiap,aku menarik koper keluar kamar,terlihat Mama dan Papa telah bersiap.


"Sarapan dulu Nak,"


Perintah mama yang tengah memegang piring mengambilkan ku mi goreng dengan telur mata sapi.


Aku menerima nya lalu duduk dan menyantap lahap masakan Mama,yang mungkin setelah pagi ini akan sangat aku rindukan.


"Din,Papa pesan taxi ya??"


"Ehm...gak usah pa,,Ari jemput..kita pakai motor aja,,gak pa ya??"


"Oh..ya udah gak apa,,nah..tu Ari datang!"


Seru papa yang segera beranjak membuka pintu.


"Pagi pak..."


Terdengar salam Ari pada Papa.


Aku mempercepat suapan terakhirku,lalu meneguk habis segelas teh hangat di depan ku.


Begitu aku keluar,terlihat Ari mengangkut koper kecil yang di letak kan di tengah motor,di antara kedua kaki nya.


"Ayo...berangkat kita,,"


Ujar papa,yang juga telah menyalakan motor nya.


Motor melaju kencang menembus dingin nya angin fajar.


45 menit,akhir nya motor sampai di pintu gerbang pelabuhan.


Rasa deg degan semakin kerap ku rasakan.


Setelah Absen,dan urusan tiket beres,aku kembali menghampiri Orang tua ku dan Ari yang menunggu di ruang tunggu.


Sekali lagi...


Aku pamit kepada orang tua ku.


Air mata ini kembali jatuh,,kali ini lebih deras dan sakit di dada yang terasa menyempit.


Berkali-kali Mama mencoba menghapus dan menguat kan ku.


Begitu pun dengan Papa,mengusap kepala ku,hal yang pasti akan sangat ku rindu.


"Kamu hati-hati disana,,harus kuat..jangan telat makan,,jaga iman,,Papa doain kamu sukses dengan impian dan cita-cita kamu"


Aku memeluk papa sangat erat..


Sementara Ari hanya menatap,lalu berbalik badan dan menjauh.


Aku yang menyadari hal itu,melepas pelukan ku dari papa,,menatap Papa,meminta izin untuk berbicara dengan Ari.


Papa mengangguk.


Aku berjalan pelan mendekati Ari,lalu berdiri dihadapan nya,


"Ri...Aku pamit ya,,kamu baik- baik disini,,jaga hati.."


"Kamu juga,jaga diri...Aku pasti merindukan mu..Aku tunggu kamu disini 2 tahun lagi,,


2 tahun itu gak lama kan??,kita pasti bisa..."


Ucapan Ari yang setengah terisak,merobohkan kembali bendungan air mata yang ku coba tahan sedari tadi.


"Iya....gak kan lama,,tunggu aku...disini...


2 tahun lagi...aku pasti kembali...


Kita kuat,kita bisa,kita akan sama- sama lagi.


Berjanjilah...kamu akan setia menunggu"


Dia mengangguk,lalu mengaitkan kelingking nya pada kelingking ku,kemudian meletak kan di depan dada nya.


"Aku berjanji....bahwa aku yang mengantar mu pagi ini disini !! Dan kelak..aku juga yang akan menjemput mu disini 2 tahun lagi..aku janji !"


Janji itu seakan terus bergema di telinga ku,,ku simpan rapat dan ku kunci di dalam hati.


Seiring sebuah kecupan manis tanda perpisahan mendarat hangat tepat di kening ku.


Pagi ini,,aku pergi meninggalkan Kota ku,Orang tua ku,kekasih ku dan semua kenangan ku.


Di iringi peluit panjang yang berarti kapal segera berangkat meninggalkan dermaga yang menjadi saksi,bahwa disini lah,janji itu terucap.


Aku melangkah,berbalik meninggalkan semua yang harus aku tinggalkan..


lambaian terakhir sebelum akhirnya kapal membawa ku berlayar ke tempat asing yang sama sekali belum pernah aku kenal.


Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2