
Hampir setengah jam aku berada dalam kamar mandi,,aku membasuh muka ku sebelum akhir nya keluar dan segera melangkah menuju kamar.
Dengan masih mengenakan pakaian kerja,ku kunci pintu kamar dan bersandar pada dinding belakang pintu.
Suara manja Hany terus terngiang di telinga ku,bayangan wajah sumringah Ari saat menyambut kedatangan Hany terus menerus berputar-putar di kepala ku.
Seketika kurasa kan kabut gelap menyelimuti hati ku,,rasa lemas mendera kedua kaki yang tengah menopang tubuh.
Aku terduduk di lantai,mendekap lutut ku dan membenamkan kepala ku.
Air mata ku kembali mengucur,,sakit seolah tercekik ketika kucoba untuk tetap tidak mengeluarkan suara tangis.
10 menit berlalu,,saat kurasa lebih sedikit tenang,,aku berdiri melangkah ke arah meja belajar,,disana terpampang sebuah bingkai merah muda,dengan sebuah foto yang memperlihatkan sepasang remaja dengan seragam sma,mereka tampak bahagia dengan senyum merekah.
Segera aku melepas foto tersebut dari bingkai nya,,lalu merobek nya.
Mataku beralih pada dinding di sudut kamar,disana pun tergantung foto Ari yang selalu ku pandang setiap menjelang tidur,,masih dengan perasaan emosi dan amarah yang sama,,aku meraih nya dan merobek- robek foto itu menjadi serpihan kecil lalu membuang nya ke tempat sampah.
Aku berjalan pelan mendekati cermin,,menatap bayangan diri ku sendiri di sana...
''Lihat....betapa menyedih kan nya aku??"
Aku berbicara sendiri pada bayangan ku.
Dengan penampilan berantakan,,aku mengusap Air mata yang membasahi wajah ku.
Setelah merapikan diri dan berganti pakaian,,aku duduk di atas tempat tidur,,meraih tas mencari ponsel ku.
21 panggilan tak terjawab.
Semua dari Ari,
7 pesan masuk.
Aku membuka nya satu persatu.
✉️Dina,,maafkan aku,
aku tau,,ini konyol tapi izinkan aku menjelaskan,angkat telp nya
✉️Dina aku tau,,ini menyakitkan tapi satu hal yang harus kamu tau...aku mencintai kamu,dan itu tak kan berubah.
✉️Dina Angkat.....please...
✉️Dina,aku yakin kamu tidak menginginkan kita berakhir..sama seperti yang aku rasain..
Dina,,please..angkat...
✉️Din,,aku masih ingin kita bersama..din aku tau aku salah..aku janji akan tebus semua kesalahan ini..
✉️Dina...Dina..Dina...pleaseeee....jangan hukum aku seperti ini,,kita harus ketemu...aku sayang kamu...
✉️Dina..
Aku menutup kembali ponsel ku,,entah lah...Aku tak pernah membayangkan akan jadi seperti ini..
Aku mengusap sendiri kepala ku mencengkram rambut ku sendiri,meringis dan memejam kan mata ku,,sakit yang tak dapat ku gambar kan.
Drrttttt....drrrttttt...
Ari menelpon ku.
Dengan sedikit ragu,akhir nya aku mengangkat telpon,setidak nya,,Ari berhak mendapat kesempatan dari ku untuk menjelaskan,,dan aku pun berhak mendengar penjelasan dan pembelaan diri dari Ari atas apa yang telah dilakukan nya pada ku.
Dengan menarik nafas dalam- dalam aku menempelkan ponsel di telinga ku.
🧑Halo...Din,,halooo...aku tau kamu dengar..
aku minta maaf...aku menyesal...aku ingin ketemu...
👩Untuk apa??
🧑aku sayang kamu Din...
👩Ya...aku tau,,kamu sayang aku..tapi itu dulu..sebelum ada Hany di hati kamu.
🧑Gak Din,,gak seperti itu...kamu salah...aku sama Hany cuma....
__ADS_1
👩Cuma apa?????Aku gak pernah nyangka..kamu bisa setega ini.
🧑Oke,,aku salah...aku khilaf...tapi perasaan aku ke Hany gak sebesar aku ke kamu Din..percayalah....
👩Stop bilang perasaan!!
Aku mau kita PUTUS..
lupain aku,,silahkan lanjutkan permainan kamu.
🧑Din...please....aku gak mau kita putus...kita masih banyak rencana...
👩jangan ungkit rencana apa- apa...semua nya udah hancur,,dan kamu tau???...kamu sendiri yang menghancur kan nya.
Klik !
Aku mematikan telpon nya,lalu bersandar pada bantal yang ku tinggi kan.
Aku tak dapat berfikir apa-apa,,otak ku kosong..seperti hal nya hati ku saat ini yang melompong..
Dengan mata basah,,kurapat kan kedua kelopak mata ku,berharap jika esok terbangun ini cuma mimpi.
Tok..tok...
"Din..."
Suara mama memaksa ku kembali membuka mata,,kemudian beranjak ingin membuka pintu,sadar bahwa aku habis menangis aku memastikan mata ku tidak tersisa air mata.
"Iya ma..."
sembari membuka pintu,
"Habis nangis Din??"
Tanya mama menyentuh pipi ku.
Aku tersenyum menggeleng.
"Itu,di luar ada Ari,,kalian berantem??"
Aku tersentak mendengar nama Ari.
"Bilang Dina udah tidur ya ma..."
pinta ku pada mama,
Dengan lembut,mama mengusap bahu ku...
"Kalau ada masalah,,segera selesaikan,jangan di tunda apalagi menghindari nya."
Dengan langkah malas aku berjalan ke teras rumah ku,,
Aku melihat punggung itu,,yang dulu begitu aku rindukan kedatangan nya,,namun kini..
"Ada apa?"
Ari membalik kan badan nya ketika mendengar ucapan ketus dari ku.
"Dina....aku minta maaf,please.....maafin aku"
Dengan muka memelas,Ari menghampiri ku memegang kedua tangan ku.
Aku melepas kan tangan nya,
"Aku sudah maafin kamu."
"Jangan tinggalin aku Dina...tetap bersama ku ya..."
Ujar nya dengan senyum.
"Aku maafin kamu,,tapi gak bisa tetap bersama kamu"
Jawab ku dengan senyum miring.
"Dina...Dina...Dina...please,,aku tau aku salah,,tapi cinta aku ke kamu gak pernah salah.."
"Ya...cinta kamu mungkin gak salah,,tapi hadir nya Hany..menciptakan masalah dan itu menyakiti aku Ari!!!!"
__ADS_1
Kali ini,pertahanan ku roboh,,aku yang berusaha kuat,,tak dapat menahan laju air mata ku.
Aku mendongak kan kepala ku,,beberapa kali mengedip kan mata berusaha menyembunyikan air mata.
Lagi-lagi aku gagal,semakin keras usaha ku semakin deras pula air mata ku.
Ari mendekat,,dan berdiri di hadapan ku,
Aku kaget ketika tiba- tiba Ari berlutut,,
"Dina...hari ini ku buang gengsi ku,,ku letak kan harga diri,ku simpan rasa malu ku,di hadapan mu hari ini,malam ini..aku berlutut..memohon maaf,,izin kan aku memiliki kamu sekali lagi..beri aku kesempatan sekali lagi"
Ari menunduk,,
Aku menatap nya,,lalu duduk berjongkok di depan nya,,ada air mata yang mengalir di sudut mata nya.
"Sudah lah...tak perlu berlutut,,"
Aku menarik tangan nya untuk berdiri..
"Kamu kejam Ari,,kamu egois,,setelah bicara seperti ini,tentunya kamu pun menyakiti perempuan lain!"
Sambung ku.
"Enggak mbak,,aku yang salah...aku salah,,hadir diantara kalian"
Entah sejak kapan Hany ada,tiba- tiba saja dia sudah melangkah ke arah kami.
"Hany???"
seru ku.
"Iya...,kak Ari meminta ku menemani nya kesini untuk meminta maaf,kami sudah putus mbak"
ucapan Hany barusan membuat ku terperangah,mata ku membulat lebar menatap nya meyakin kan diri dengan apa yang di ucap kan gadis gaul di depan ku.
Masih dengan rasa tak percaya..aku mengerutkan dahi menatap Hany yang tampak muram.
"Semua salah Aku mbak,,aku yang salah mengartikan kebaikan kak Ari,,aku yang bilang suka,,mungkin kak ari menerima ku karena tak ingin mengecewakan ku"
Hany menunduk,,aku faham ada luka yang tersayat di hati nya.
"Aku mohon,,maaf kan Kak Ari..."
Kini Hany yang memegang tangan ku menggenggam nya dan menyatukan tangan Ari pada ku.
"Maaf,,sudah hadir diantara kalian,aku pamit"
Hany berbalik sebelum sempat aku mengucapkan apa- apa,motor nya telah melaju kencang meninggalkan kami.
Aku dan Ari sama-sama terdiam seolah sedang memahami keadaan.
"Din,,kamu mau kan kita sama- sama lagi?aku janji...hal seperti ini tak kan terjadi lagi"
Ari menatap ku lekat- lekat.
Aku tak menjawab,,hanya diam seribu bahasa.
"Din...jawab...bilang kalau kamu juga masih sayang"
"Sudah lah...pulang...ini sudah malam..,aku ngantuk.."
Aku berbalik meninggal kan Ari yang masih mematung menunggu jawaban ku.
Dengan hati yang berkecamuk dengan kebimbangan,,aku melangkah masuk kedalam rumah dan menutup pintu.
setelah beberapa menit,,terdengar deru motor berlalu meninggalkan halaman rumah ku.
Drrrttt...
1 pesan masuk,,
Din,,aku yakin..kamu masih sayang,,karena mata tak kan pernah berdusta meski mulut mencoba menutupinya.
love yu..
Bersambung**
__ADS_1