
Hari pertama aku berada di tanah rantau,suara riuh orang berbicara serta derap langkah orang ramai berlalu lalang memaksa ku membuka mata yang sebetul nya masih sangat malas.
Bukan kah ini hari minggu,hari libur bagi orang-orang yang biasa nya bekerja di perusahaan,tapi kenapa ramai sekali di luar,mungkinkah berangkat kerja sepagi ini?.
Aku mengusap mata,lalu melihat jam di ponsel ku,
Ahhh...masih jam 5 subuh,,itu artinya aku baru tidur 2 jam,pantas saja mata ku masih terasa lengket.
Aku beranjak dari tempat tidur,mengintip dari balik kaca jendela,benar saja,,diluar sudah sangat ramai orang- orang.
Setelah selesai sholat subuh,aku keluar kamar,berdiri sendiri di balkon kamar asrama,menghirup udara pagi yang dingin ini,jauh lebih dingin dari kampung halaman ku.
Dari atas,aku memperhatikan suasana sekitar yang sama sekali belum aku kenal.
Hingga langit kurasa semakin terang,aku kembali masuk kedalam sembari berniat sarapan meski aku tak tahu,,sarapan apa pagi ini.
Seingat ku,mama membekali ku beberapa bungkus mi instan,segera ku periksa lemari ku,mengambil sebungkus mi instan dan segera memasak nya.
Suasana asrama masih sangat kaku,semua orang sibuk sendiri- sendiri,seperti suasana pagi ini,aku yang tengah menikmati semangkuk mi instan panas,sembari memperhatikan teman- teman satu kamar yang belum ku ketahui nama - nama mereka.
"Hei...sarapan sendiri aja,,"
Sapa salah seorang teman mendekati meja makan lalu duduk di sebelah ku,dengan tangan memegang roti coklat dan sekotak susu uht.
"Eh..ehm...iya...mau sarapan mi??,kebetulan aku masih punya beberapa di dalam lemari"
Tawarku mencoba ramah.
"Ehm...tidak terimakasih,,ini aku jg lagi sarapan"
Jawab nya sembari menunjuk kan roti yang tengah ia pegang.
"Ehm...kenalin aku Dina"
Aku mengulurkan tangan padanya dengan tersenyum
"Aku Helen,kamu baru pertama kesini?"
Aku mengangguk menanggapi pertanyaan Helen.
"Sama lah,,aku pun baru pertama kali kesini"
Melihat kami tengah berbincang di ruang makan,satu persatu teman- teman sekamar ku mendekati kami,,dan saling berkenalan.
Dalam hitungan menit,suasana kaku pun mencair,,cerita dan bercanda pun tercipta hingga gelak tawa pun tak ketinggalan menghias ruang makan pagi ini.
***
Ayooooo...banguuunn...bangunnnnn...
Perdana kerjaaa..semangattt..semangatttt....!
Teriakan salah satu teman ku yang menjabat kepala kamar mengagetkan se isi ruang kamar pagi ini.
Aku bangkit dari tempat tidur,mengusap mata ku yang masih berat,begitupun dengan teman- teman yang lain.
Kami saling pandang dan melempar senyuman.
__ADS_1
Satu persatu dari kami memulai aktifitas masing- masing,,mulai dari mandi bergantian,menggunakan dapur bergantian untuk membuat sarapan, sampai akhirnya tepat pukul 07.00 pagi,,kami berangkat kerja bersama dengan menggunakan angkutan yang di siapkan perusahaan,dan pagi ini status kami yang tercatat sebagai karyawan baru.
Suasana ruang PT yang untuk pertama kali nya aku masuki,atasan,teman dan semua mesin yang baru aku temui untuk pertama kali.
Sungguh,perasaan yang bercampur aduk,semua pengarahan dari atasan dan teman senior,satu pun tak ada yang luput dari perhatian ku,aku menyimak dengan penuh konsentrasi.
Hingga jam kerja berakhir pada sore hari.
Untuk satu minggu pertama,masih jam kerja normal,mulai minggu depan overtime mulai berlaku untuk semua karyawan baru.
Sepanjang perjalan pulang ke asrama,pikiran ku telah tertuju pada orang tua ku,rasa asing berada di kota orang,membuat ku rindu akan rumah,rindu pada masakan mama,rindu canda papa,dan ah...satu lagi..rindu pada Ari.
Aku bergegas menaiki tangga Asrama,sedikit tergesa- gesa menuju lantai 3 kamar ku.
Begitu tiba di depan kamar tanpa membuang waktu aku segera menuju kamar mandi,setelah selesai bersih- bersih aku meraih ponsel ku lalu sedikit menepi pada ujung asrama.
Tut...tut...tutt...
3 kali nada yang sama terdengar dari seberang sana,sepertinya mama tak mengangkat panggilan ku,mungkin sedang sibuk atau sedang mandi,aku memberi jeda 5 menit sebelum akhirnya mencoba kembali melakukan panggilan.
Tuuutt..
🧕Assalamualaikum nak...
👩Mamaaa....walaikum salam..
🧕Gimana kabar kamu Din.
👩Baik ma,Mama gimana?
🧕Baik Din,,kerjanya yang bener ya,,jangan melamun.
👩Iya ma,,
👩Iya ma,,
ya udah ma ya,,Dina mau mandi dulu,,ni baru pulang kerja,Assalamualaikum ma
🧕walaikumsalam.
Aku terpaksa berbohong,dan buru- buru mematikan ponselku,ketika terasa dada ku mendadak sesak,kerongkongan menyempit,,dan mataku memanas,dalam hitungan detik,air bening mengalir bebas di sudut mata,sejujur nya masih banyak lagi yang ingin aku ceritakan tentang diriku disini,namun aku tak ingin membebani hati mama jika tau aku menangis.
"Hemm....hati belum bisa diajak kompromi"
Gerutuku dalam hati sembari menyeka sudut mata.
Ingatan ku tertuju pada Ari,,dari kemarin tak ada kabar dari nya,bahkan walau sekedar pesan singkat.
Niat untuk menelpon ku urungkan,aku hanya inginkan inisiatif Ari yang menelpon ku lebih dulu.
Setelah berfikir agak lama,aku memutuskan untuk kembali mengirim pesan.
💌Ari,,apa kabar?
hari ini aku mulai masuk kerja.
Banyak sekali yang ingin aku ceritakan tentang semua yang ada disini.kamu baik- baik disana.
__ADS_1
Tak berselang lama
1 pesan diterima
💌Kabar ku baik,
iya..semangat kerjanya ya...
kamu juga jaga diri disana.
Mendapat pesan balasan dari Ari tak membuat hati ku berbunga- bunga seperti yang kuharap kan,
pesan nya terlalu kaku,seolah tak ada umpan balik untuk mengajak ku berbalas pesan,tak juga muncul inisiatif untuk menelpon ku.
Rasa rindu yang membuncah pada awalnya seketika berubah kesal yang membara.
Kembali aku mengetik kan pesan untuk nya kali ini ketikan dipenuhi dengan emosi yang masih sedikit aku tahan.
💌Apa kamu tak rindu aku?
➡️
💌Rindu....siapa bilang aku tak rindu.
⬅️
💌Bohong!!!dari pesan mu,tak ada menggambarkan kamu merindukan ku!
➡️
💌Kamu kenapa sih?...kita ini sudah jauh..jangan bikin suasana semakin jauh dengan sikap kamu!
⬅️
💌Terus aja gitu..biar kita semakin jauh!!!
➡️
Aku mengakhiri ritual berbalas pesan dengan Ari,aku tak tau apa yang telah terjadi.
Baru 2 hari jauh,,hubungan ku sudah terasa sangat jauh.
Aku melangkah gontai memasuki kamar asrama,berniat berbaring,namun baru saja ku letak kan ponsel ku,,getaran nya membuat ku kembali meraih dan membuka nya.
1 pesan di terima.
💌Dina maafkan aku..
sungguh aku merindukan mu,,
rasa rindu inilah yang membuat ku tak tau mesti berbuat apa..cepatlah pulang sayang..aku tak pernah membayangkan akan sesulit ini menjalani hari tanpa kamu disini seperti dulu.
Seperti dua sisi yang berlainan,,belum satu jam pesan ketus ia kirim kan kini pesan itu berbalik menjadi sebuah pesan dengan kalimat yang mampu membuat luluh hati yang membaca.
"Ari...Aku tak tau apakah ini benar dari hatimu,,atau hanya sebagai sandiwara, sama seperti yang pernah kau lakukan dulu..."
ujar ku lirih.
__ADS_1
dan memilih tak membalas pesan nya.
Bersambung**