
Pagi yang cukup menguras energi,selepas dari ruang ganti,aku bergegas menuju loker mengambil tas dan sepatu kemudian lanjut absen pulang.
Sepertinya pagi ini,aku memilih untuk berjalan kaki menuju asrama,aku ingin menikmati jalanan kota ini di hari-hari terakhirku berada disini.
Berjalan santai sembari mendengarkan koleksi mp3 melalui earphone yang ku pasang di ponselku.
Sejuk,harum bunga di tepi kiri dan kanan jalan kawasan industri tercium semerbak,aku tidak sendirian,banyak karyawan lain yang memilih berjalan kaki saat pulang pagi sepertiku hari ini.
Minggu depan,aku harus mengembalikan semua fasilitas yang kudapat selama bekerja,itu artinya semakin dekat tanggal kepulangan ku.
Mp3 ku terhenti sejenak,ada panggilan masuk.
Dion menelponku.
"Halo..."
"Halo Dek,,kamu baru pulang??"
"Iya,,ini masih dijalan"
"Oh,,Aku ganggu??"
"Enggak kok,,Ehm...ada yang mau aku sampaikan ke kamu Dion"
"Apa???"
"Ehm..minggu depan aku pulang!"
"Serius Dek?"
"Iya,"
"Alhamdulillah...Akhirnya..."
"Akhirnya apa??"
"Akhirnya kita bisa ketemu"
"Ehmm...kamu bisa jemput aku??"
"Bisa ..bisa...!! jam berapa?naik apa??"
"Nanti aku kabari lagi ya..belum ada pemberitahuan dari sini"
"Oke...oke!"
"Ya udah ya Dion,aku masih di jalan nanti sambung lagi"
"Ya udah,kamu hati-hati ya"
Baru saja ponsel ku matikan,kembali panggilan masuk menggetarkan ponselku.
Tanpa melihat lagi,
"Ada apa lagi yon..."
"Halo...Yon siapa?"
"Eh...maaf....maaf,,"
Buru-buru kulirik nama penelpon yang menelponku saat ini.
"Ari!!!"
seruku pelan sembari menepuk jidat ku sendiri.
"Ayoooo,,yon siapa???"
"Adalah....maaf,,kenapa nelpon"
"Jutek amat Din??,,Aku cuma RINDU!!"
"Ri,,udah lah...aku malas bercanda!"
"Serius,,Aku sama sekali tidak sedang bercanda,Din...kamu ingat kan,,minggu depan pas 2 tahun kamu pergi,,itu artinya kamu akan pulang!"
__ADS_1
Deg!!!
jantungku berdetak...Aku sama sekali tak menyangka Ari akan mengingat itu.
"Lalu??"
"Din,,aku nunggu kamu...Aku akan jemput kamu...sesuai janji kita dulu dimana saat aku mengantarkan mu pergi...ditempat yang sama juga aku akan menjemputmu kembali."
"Tapi sayang,,itu dulu Ri...saat semuanya masih baik-baik saja"
"Din,,semua masih baik-baik saja...kalau kamu menurun kan sedikit Egomu"
"Egoku???,bagian mana???,bagian merelakan kamu mendua selama aku tinggalkan??iya???".
"Sudahlah Din,lupakan yang pernah terjadi...kamu sudah mau pulang,dan kita bisa mulai lagi"
"Hahaha,,gampang sekali kamu bilang begitu Ri,,setelah sekian lama aku mencoba memulihkan hati,,sekarang kamu datang lagi mencoba mengorek luka lama?"
"Maafkan aku Din,,tapi percayalah..hati ini tak pernah berubah,,Aku masih mencintai kamu sama seperti tahun- tahun lalu"
"Maaf Ri...Aku lagi dijalan!"
Aku memilih mematikan sambungan telepon.
Air mataku luruh,ada sakit yang tak ku mengerti..
Ada rindu yang semestinya tak lagi muncul ketika mengingat nya,,rindu yang seharusnya tak lagi datang saat nama itu ku ucapkan,rindu yang seharusnya tak lagi hadir saat kenangan itu kembali melintas.
Tetapi aku salah,rindu itu justru melemparkan aku pada sebuah situasi antara benci dan ingin kembali.
Rindu itu bagai irama yang membuat Hati hanyut dalam setiap nadanya.
Rindu itu membekapku hingga lemas dan tak berdaya.
***
Satu minggu berlalu,
Dengan tidak mengenakan seragam kerja,aku dan teman- temanku berjalan cepat menuruni tangga asrama membawa satu kotak kardus yang berisi seragam kerja,sepatu,dan kunci beserta embel-embel lain nya.
Setelah sampai di office,serah terima beserta tanda tangan selesai dilakukan,barulah aku tahu,bahwa 2 hari lagi aku kan pulang dengan armada Kartika airlines,tidak seperti ketika berangkat 2 tahun yang lalu,yang hanya dengan kapal laut.
Aku segera mengetik kan pesan,
"Dion,lusa aku akan pulang naik pesawat pagi hari,pukul 9 "
tak berapa lama,balasan ku terima.
"Oke aku jemput kamu di bandara jam 9"
Aku menarik nafas panjang,melangkah gontai menyusuri koridor office.
Teringat jelas saat 2 tahun yang lalu,dimana Ari dan aku saling berjanji untuk bertemu kembali ditempat dimana Ari mengantarkan aku untuk pertama kalinya ke tanah rantauan.
Air mata aku dan Dia menjadi saksi,kecupan hangat di Dahi ku menjadi penyemangat mengantarku pergi.
Saat itu,begitu besar keyakinanku akan kuatnya cinta kami.
Genggaman erat tangan nya meyakinkan aku,bahwa kami kuat menjalani hubungan jarak jauh ini,lambaian tangan nya seolah berkata semua akan baik-baik saja,,sampai hari itu tiba...
Disaat aku berjuang menjaga hati,disaat itu pula penuturan yang menyakitkan terlontar dari bibir manis itu,didetik itu pula pertahanan cinta ini hancur berantakan,hati ini terluka hingga setengah mati mencoba kembali menata hati dan bangkit dari kesedihan masa lalu,dan kini disaat aku sudah bisa berkata aku baik-baik saja,,kenangan itu kembali..tak hanya kembali namun ia membawa rindu..rindu yang menyeretku ke sebuah persimpangan.
Aku Bimbang...aku bingung...
Satu pesan masuk.
"Aku menunggu mu Dina..2hari lagi ku harap kita bisa bertemu"
Aku tak menghiraukan pesan dari Ari,
Aku lebih memilih berangkat ke Mall,untuk belanja oleh- oleh untuk ku bawa pulang lusa nanti.
Di Mall,
Aku memilih beberapa cemilan khas kota ini,setelah selesai memilih,aku melintasi toko pakaian,sejenak aku berpikir untuk mencari pakaian terbaik yang akan kupakai pulang nanti,bukankah itu adalah pertemuan pertamaku dengan Dion setelah sekian lama,aku ingin berpenampilan terbaik.
__ADS_1
Senyum ku terkembang,
Setelah puas memilih,akhirnya aku menjatuhkan pilihan ku pada sebuah kemeja warna krem dengan motif garis dan celana jens biru muda,perpaduan yang mungkin akan terlihat sangat manis.
Hari hampir sore,ketika kulirik jam tanganku menunjuk kan pukul 15.00,dan kuputuskan untuk pulang dan mulai packing barang.
***
Hari yang ku tunggu-tunggu akhir nya tiba,
Aku beranjak dari tempat tidur,dan bergegas mandi.
10 menit berlalu,
Aku keluar dan memandang pakaian yang tergantung rapi di dinding kamar,
"Semangat nya yang mau pulang..."
Ledek teman-teman ku yang memilih menyambung kontrak.
Dalam sekamar ini,hanya 3 orang saja yang memutuskan untuk pulang,sementara sisanya masih betah mengembara Di Kota ini.
"Hahaha...iyalah,,semangat donk,kan mau ketemu orang tua"
Jawabku sembari tertawa.
"Orang tua,apa SiDia......"
Sambung mereka.
"Haha,,Dua-duanya mungkin yaaaa...,kalian baik-baik disini ya,,jangan lupain aku..sering kabar- kabaran ya,,kalau kalian pulang kita reuni yaaaa"
Pesan ku,sembari memeluk satu persatu anggota kamar untuk berpamitan.
"Iya Din...kamu juga,,jangan lupain kita-kita ya...kabarin kalau mau nikah..hahaha"
Mendengar celetuk salah satu teman ku,memancing tawa seisi ruangan.
"I miss u All......"
Air mata ku menetes,ketika koper besar kutarik keluar kamar di iringi lambaian dari teman- teman sekamar ku,
Aku pasti akan sangat merindukan Asrama ini,merindukan teman- teman dan suasana semua yang ada disini.
Aku menghapus Air mata ku,menuju Bus besar yang akan mengantarku ke bandara pagi ini.
Setelah berada Di pesawat,sebelum mematikan ponsel,aku mengetik kan pesan pada Dion,
"Dion,aku sudah di dalam pesawat"
Tak berapa lama,
"Aku baru sampai bandara.."
Aku berniat mematikan ponsel ku,namun ku urungkan niat ku,entah kenapa jemariku bergerak mengetikkan sebuah pesan untuk Ari,ada sedikit ragu ketika ingin mengklik send,namun jempolku ternyata lebih lincah untuk lebih dulu bergerak dibanding pikirannku.
"Ari aku kembali"
Hanya berselang beberapa detik...
"Aku jemput kamu di pelabuhan kemarin "
"*Gak usah,aku naik pesawat udah ada yang jemput"
"Siapa*??"
Aku tak membalas,melainkan mematikan
ponselku.
Pesawat mulai meninggi,perlahan semua pemandangan kota ini tak lagi nampak,seiring dengan semua cerita yang pernah terukir indah yang mungkin akan tertinggal di sini,menjadi kenangan.
Tak terasa air mataku mengalir,,ku usap perlahan..selamat tinggal kenangan...selamat datang Kotaku sayang..aku kembali..
Bersambung***
__ADS_1