
Sampai di depan rumah,Ada lega yang sangat luar biasa,setidaknya sampai besok pagi Aku akan tenang,meski besok harus kembali bertemu Dia lagi,Dia yang membuat Aku tak nyaman.
Setelah menyapa kedua Orangtuaku,Aku segera berlalu masuk kamar,beristirahat sebentar untuk mengembalikan otakku yang tegang hampir seharian berhadapan dengan Si kutu kupret.
Setelah hampir Lima belas menit berbaring,Aku bergegas membersihkan diri,
Di depan pintu kamar hampir saja bertabrakan dengan Mama yang hendak masuk.
"Aduh..maaf ya Ma..."
Ujarku yang hampir saja membuat Mama terhuyung.
"Kamu tu kalau jalan kebiasaan,main seruduk aja Din"
Mama membuang nafas sembari menggeleng-geleng.
"Lagian Mama,biasanya kalau mau masuk ketuk dulu"
Ujarku pembelaan.
"Iya...Mama kira kamu ketiduran,Habisnya begitu pulang langsung sepi."
Tutur Mama.
"Gimana hari ini,capek ya...?"
"Yah..biasalah Ma,,namanya kerja tapi untuk semuanya oke kok"
jawabku.
"Ya udah,,kamu mandi aja dulu ya..terus makan. Itu Mama udah masakin masakan kesukaan mu."
"Mama masak sayur asem ma??"
Tanyaku tak sabar untuk makan.
Mama tersenyum sembari mengusap punggungku.
"Yess!!"
Seruku,seketika perutku berdendang ria,meminta jatah nya.
Aku berjalan menuju kamar mandi dengan tangan mengusap perut.
Selesai Mandi,tak membuang waktu lama Aku melahap masakan Mama,tak ada yang tak nikmat,hanya saja sayur asem dan tempe goreng adalah yang ternikmat versi lidahku ditambah sambel dan lalapan,membuat semangat makan ku petang ini menjadi 2 kali lipat.
Mama dan Papa duduk disebelahku ketika aku baru saja menyelesaikan makanku.
"Din..gimana tadi?"
Papa mengawali percakapan.
"Lancar Pa.."
"Orang sana baik-baik?"
"Baik Pa..tapi...yaaaa..adalah yang gak baik"
"Cowok apa Cewek??"
Mama tiba-tiba nimbrung.
Aku menatap Mama,dan Papa bergantian.
"Ehm...Cowok Ma,namanya Mansyur..nyebelin banget Ma,dari awal ketemu mukanya udah gak ngenakin,ngomongnya ketus,bawel,marah mulu!"
Ujarku berapi-api.
Sementara Mama dan Papa malah tersenyum menanggapi ocehanku.
"Loh...kok pada senyum sih??"
"Hahahaha...Abisnya seru banget ceritanya sampe urat di muka nya keluar semua tu..."
Papa meledekku.
"Iihhh..Papa..."
Mukaku menekuk.
"Dina sayang...teman cowok itu jarang loh bawel dan marah-marah gak jelas,,kecuali.."
"Kecuali apa Ma??"
Potongku cepat.
"Kecuali....Ehmm....Dia nutupin kesalahan nya,,atau dia lagi nutupin perasaannya"
"Maksudnya Ma??"
"Siapa tau Dia diantara kedua itu? ya udahlah..gak usah dipikirin,kan cuma satu orang aja yang gak baik,,yang lainnya baikkan."
Aku mengangguk.
"Yang terpenting kamu semangat,begitulah kerja Nak,,dimanapun itu pasti akan selalu ada orang yang suka dan gak suka,"
"Iya...Papa betul,,makasih Pa"
Papa mengangguk.
"Pa..Ma...Dina masuk kamar dulu ya..."
Pamitku meninggalkan mereka yang masih duduk mengobrol.
Sesampai dikamar,mataku tertuju ke arah ponsel yang tergeletak di atas meja.
__ADS_1
"Dion..."
Ujarku pelan.
Kuraih Ponselku. Terdapat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Dion yang seharian sempat terlupakan gara-gara si kutu kupret.
Aku menekan tombol panggil pada kontak Dion.
"Halo Dek..."
"Iya..."
"Aku kerumah ya..."
"Oke,Aku tunggu"
Tiga puluh menit berselang,
Suara deru sepeda motor berhenti,dan tak lama kemudian Mama mengetuk pintu kamar dan menyembulkan kepala ke dalam.
"Din.ada Dion,buruan keluar!"
"Iya Ma.."
Aku menuju cermin mendekatkan wajah,memastikan mukaku tidak berantakan,lalu menyisir rambutku agar tampak rapi kemudian segera keluar.
"Hai..."
Sapaku pada Dion yang tengah ditemani Papa di teras.
"Ya udah ya yon...Bapak masuk dulu"
Papa beranjak berlalu meninggalkan kami.
"Wahhh..selamat ya...hari pertama kerja...seneng gak?"
Dion menyalamiku.
"Ya senenglah..."
"Pasti karna disana Cowok nya ganteng- ganteng"
Ledek Dion.
"Oh..jelas....bukan cuma ganteng,,mereka baik..perhatian...lembut oke deh pokoknya"
Sengaja aku memanasi Dion.
"Ohhh...gituuu...Asyik donk.."
"Ya iya donk..."
"Ehm....pasti bakal betah"
"Oh..ya jelas...masak enggak"
"Ah...Dek,,kamu buat aku cemburu!!"
Hardik nya.
"Lah...bukannya kamu yang yang duluan mancing?"
"Iya...aku yang mancing...tapi sekarang aku jadi terpancing!"
"Hahhha..."
Aku tertawa mendapati jawaban dan ekspresi Dion yang tiba-tiba jadi sensi.
"Tuhh...seneng Dia lihat pacarnya cemburu"
Ujar Dion sewot.
"Lagian kamu....udah ah..."
"Ehm..besok masuk apa??
Sambungku.
"Besok libur, Aku antar ya besok kamu kerja.."
Tawar Dion.
"Jangan lah..."
Tolakku dengan wajah datar.
"Loh..kenapa??"
Tanyanya heran.
"Nanti kamu makin cemburu..hahhhhh"
"Ihh...Apaan sih...gak lucuuu tauuu!!"
Dion mencubit pipiku.
"Awww....sakittt !!! "
Teriakku.
"Hahha...Maaf...maaf..."
Dion tertawa seraya mengusap pipiku yang merah.
"Dek...kita jalan yuk..?"
__ADS_1
Ajak Dion,
"Males ah...besok aja ya...pulang kerja langsung.."
Pintaku pada Dion.
"Ya udah deh..."
Balas Dion dengan wajah kecewa.
Sebenarnya ingin sekali aku ceritakan tentang Mansyur,tetapi entah kenapa aku takut Dion beranggapan lain. Padahal belum tentu anggapannya benar.
"Ah..sudahlah,,mungkin lain waktu saja aku ceritakan"
pikirku dalam hati.
Sore itu kami habiskan dengan obrolan santai sesekali diiringi gurawan- gurawan kecil yang menciptakan gelak tawa besar disini.
***
Siap untuk berangkat kerja hari ini, Aku berdiri didepan cermin,merapikan seragam hitam putihku,yang dilapisi dengan sweter hitam,setelah merasa sempurna,aku berpamitan pada kedua orang tuaku ketika Dion sampai.
"Pagi cinta......"
Sapa an Manis itu sungguh mengingatkan aku pada Ari ketika dulu dengan setia menjemputku ketika akan berangkat sekolah.
"Hey....kok bengong!"
Dion menggerak- gerakkan telapak tangannya tepat di depan mukaku.
"Ehh..hahhah,,gak fokus"
"Sini..."
Dion menyuruhku mendekat.
Aku maju satu langkah di depan nya.
Dion dengan lembut memasangkan helm di kepalaku.
Hal ini justru semakin mengingatkanku pada Ari.
"Yahh..bengong lagi..."
"Kamu kok jadi sweet banget pagi ini??"
Tanyaku sembari tersenyum.
"Emang salah??"
"Gak sih...cuma Aneh aja...manggil cinta,,masangin helm,tumben aja"
"Cuma pengen kayak orang-orang..hhehehhe,udah..buruan naik..ntar kesiangan.
Aku menurut,dan motorpun melaju.
Sesampainya di tempat kerja.
"Kamu yang semangat ya....jangan nakal,nanti sore aku jemput"
"Oke"
aku mengacungkan ibu jariku di depan muka Dion.
Mataku tertuju pada seseorang yang juga baru tiba.
Dengan melepas helm di kepalanya Dia menatap ke arahku,tentu saja dengan tatapan yang tidak ramah.
"Ya udah masuk gih..."
Ujar Dion yang ku balas dengan anggukan dan senyuman.
Aku melangkah dengan masih memperhatikan gelagat Mansyur.
Dia pun sama.
Saat hendak masuk melewati pintu karyawan yang tidak lebar,tubuh kami saling bertabrakan dikarenakan tak ada yang ingin mengalah,masing- masing inginkan masuk lebih dulu.
"Awas...!"
Hardik nya sengit.
"Kamu Yang harusnya awas!!"
Balasku tak kalah sengit.
"Dasar anak baru...!!"
bentaknya.
"Kenapa??kamu yang belagu!!mentang-mentang dah lama!!"
Cek cok mulut kami di dengar petugas keamanan.
"Hey...hey....Kalian berisik!!!..udah masuk...masuk"
Sergahnya.
Aku akhirnya mengalah dan membiarkan Mansyur masuk terlebih dahulu.
"Uhhh..dasar kutu kupret!"
Umpatku dalam hati.
Bersambung**
__ADS_1