
Hari beranjak siang, ketika satu persatu tamu mulai naik ke pelaminan untuk bersalaman dan pamit pulang.
Aku dan Dion berdiri menyambut hangat para tamu, meski kurasakan kondisiku mendadak tidak baik, berkali-kali rasa mual dan pusing menyerang kepalaku, Dion yang menyadari itu berkali-kali menanyakan keadaanku.
"Dek... kamu gak Apa-apa?
Aku menggeleng, dan tetap berdiri menyalami tamu yang naik untuk bersalaman dan mengabadikan momen.
Aku mengernyitkan dahiku, kepalaku terasa sangat berdenyut, dan perasaan mau muntah tak tertahankan lagi, Aku mundur beberapa langkah dan memilih duduk. Dion, Mama dan Ibu mertuaku mendekatiku,
"Masuk angin??"
Tanya Ibu Mertuaku,
Mama segera memberikanku minyak angin, dan Mertuaku memberiku permen berharap dapat sedikit meringankan rasa mual yang menjadi-jadi.
"Kamu masih kuat Dek?"
Tanya Dion,
Aku mengangguk.
Semua efek dari gawn pengantin yang Aku kenakan, hal inilah yang Aku takutkan jika mengenakan pakaian gawn Adat Daerahku, hiasan kepala yang berat, tusuk konde yang kencang membuat kepalaku tak henti berdenyut, belum lagi pakaian yang membuatku sangat gerah.
Tiba-tiba saja Aku takut kalau-kalau ada tamu yang mengira Aku hamil,
"Iihhh...seremmm,, kalau sampai Aku jadi bahan gosip emak- emak di sekitar tempat tinggalku"
Aku bergidik ngeri,dan bangkit dari duduk.
"Loh Dek...udah gak papa?"
Tanya Dion heran.
Aku menggeleng dan sedikit mendekat pada Dion, setengah berbisik.
"Aku takut digosipin"
Ujarku membuat Dion terbelalak bingung.
"Haiii..best friend......!!! Selamat...Selamatt..Selamat yaaaa.."
Candra dan pasukan bergerombol naik, lebih seperti pasukan ingin demo.
"Oh..My Jona....We love you....emmuachhh"
Indra memeluk dan mencium pipiku di depan Dion, membuat Dion sedikit mendelik tajam ke arah kami dan akhirnya bisa memahami.
"Selamat ya Din..sudah jadi Bini orang"
Rio menyalamiku,
"Makasih ya..Tarjok, Joni, dan Paijok...udah datang...semoga kalian cepat nyusul biar gak jadi jones lagi..heheh"
Ledekku.
"Selamat ya...Bahagia selalu..samawa!"
Mansyur menyalami Aku dan Dion.
"Makasih ya udah datang,,makasih juga lagunya.."
Aku menyambut salamnya,dan ia mengangguk mengulas senyum teduh.
"Dinaaaa.....selamat ya...Dion juga...selamat buat kalian...Akur-akur jangan berantem lagi..hehheh,, Eh Din doain mbak ya...hheheh,, biar nyusul..sstttt"
Sherly memberi kode lirikan pada Andika, yang disambut senyum simpul dari Andika.
"Aamiin...."
__ADS_1
Jawabku dan Dion bersamaan.
Haniza dan Erwin mendehem, yang disambut tawa oleh Trio Abal-abal yang mengerti maksud dari deheman tersebut. Dalam sekejab muka sherly bersemu merah jambu.
"Jangan pulang dulu ya, kita foto dulu"
Ajak Dion pada teman-temanku.
Berfoto dengan berbagai macam gaya, akhirnya mereka pamit pulang.
Tak habis ulah Trio Abal-abal, mereka mendekatiku dan Dion,
"Jona....MP nya jangan sadis ya..wkwkwk, trus kejutan yang kami kasih mesti dicoba!!!"
Bisik Indra ditelingaku yang membuat Aku terbelalak lebar,
"Sialan lu Joni..hhahah, kejutan Apaan?? kalian gak macem-macem kan??Awas yaaa!"
Aku mencubit lengan Indra yang hanya melengos dengan wajah penuh keusilan,
"Kak...jangan lupa..minum jamu...biar joss!!"
Tambahnya pada Dion yang disambut senyum malu-malu dari Dion sebelum Akhirnya mereka pulang meninggalkan kami.
Setelah Tamu sepi, kami di tuntun turun dan pulang kerumah.
Acara selesai, Yang tersisa hanya kerabat dekat dan beberapa tetangga yang masih berkumpul dirumah,
Rasa gerah,dan capek membuatku ingin cepat Mandi membersihkan Mukaku yang terasa kaku, rambutku juga terasa sangat gatal.
"Yon...Aku mandi dulu ya..."
"Iya sayang...mau Aku temenin??"
Aku menoleh Dion yang tersenyum genit padaku, kemudian menggeleng Seketika raut wajah Dion berubah masam.
Setelah selesai bersih-bersih, Dion masuk ke kamar, memelukku dari belakang.
Pujinya sembari mendaratkan kecupan di belakang leherku.
"Sstt...jangan genit-genit... Masih rame loh.."
Aku berbalik dan mendekatkan jari telunjukku pada mulut Dion dan melepaskan pelukannya,kemudian keluar meninggalkan Dion.
"Nah...ini Dina...Ayo Din...buka kadooo"
Seru Tante dan para sepupuku yang sudah berkumpul di depan gundukan Kado yang menggunung.
Aku tersenyum mengangguk dan segera menghampiri mereka yang sudah tak sabar.
Dion menyusulku.
Satu persatu Kado dibuka, suara riuh, bising dan celoteh saling sambung membuat malam pengantinku terasa sangat ramai. Belum lagi ledekan demi ledekan terus mengalir,sepertinya mereka semua bahagia sekali malam ini menggodaku dan Dion.
"Habis ya???"
Tanya Mama ketika tak terlihat lagi kotak-kotak kado di depan kami.
"Iya habis,,"
Jawab Fitria.
Sesaat ketika semua sampah bungkus kado di kumpulkan,
"Nah..ni masih Ada nih satu...!!"
Seru Fitria sembari mengacungkan kotak sedang dengan bungkus Hijau favoritku.
"Nahh..untung gak masuk sampah Fit..."
__ADS_1
Ujar Mama.
"Aku memperhatikan kotak hijau tersebut,
"Baca Fit..ada namanya"
seruku.
"Dari Genk macho para jomblo sejati, untuk Jona tersayang...sukses ya pertempuran hebatnya, Kami para cowok cowok ganteng menunggu hasilnya, dan gak sabar dipanggil oom"
"Astagaaa..!!!!"
Aku menutup muka.
"Dari siapa Din?!"
Tanya Mama yang tertawa mendengar Fitri membaca kartu ucapan yang diselipkan di bungkus kado tersebut.
Seisi ruangan turut mengikik, termasuk Dion.
"Itu Ma...Trio Abal-abal..teman Dina kerja,, memang usil mereka,tadi aja di pelaminan buat ulah..tapi mereka baik- baik.
Sahutku.
"Ayo dibuka...dibuka"
Seru semua yang ada di ruangan.
Fitri membuka perlahan, Bungkusan pertama selesai di buka, sebuah kotak hitam terlihat, cepat- cepat Fitri membukanya. Semua melongok ke arah kotak tersebut ternyata Kotak tersebut berisi kotak yang dibungkus lagi, Fitri mengeluarkannya dan membukanya kembali, namun tetap sama kotak tersebut berisi kotak lagi yang di bungkus, Fitri mendengus kesal,di iringi tawa lepas dari seisi ruangan.
Aku sudah menyangka, pasti ada yang gak beres,namun sedikitpun Aku tak jengkel, karena mereka Adalah sahabat ku yang tak mungkin menyakitiku.
"Kalau sekali ini isinya masih kado juga..Aku nyerah..!"
Gerutu Fitri kesal.
Aku tertawa.
"Kita buka yaaaaa..satuu...dua..tigaaaaaa"
Teriak Fitri membuka kotak terakhir.
"Huahahhhh....."
"Wkwkkwkwk"
"Hahhahahhh"
Tawa seisi ruangan pecah...semua tertawa terpingkal-pingkal melihat Fitri memamerkan isi kado tersebut.
Aku menutup mukaku sambil tertawa malu, Dion tertawa sembari beberapa kali melirik genit kearahku.
Sebuah Lingerie hitam motif polkadot dan satu lagi lingerie satin polos dengan kerutan seksi di bagian dada dan satu bal Tissu.
"Astaga....kok bisa mereka memberi kado pakaian wanita!!"
Fitri menepuk jidatnya.
"Eh..ada suratnya...!!"
teriak Fitri lagi
"Baca...baca.."
Seru Mama.
"Jonaaaaa,,sekali lagi selamat ya udah sah jadi Bini orang, kami tepati janji untuk ngasih kado yang Anti mainstream. Dipakek ya Biar Hot..hahaha, eh itu ada uang kembaliannya, Setelah mikir agak lama Akhirnya uang kembaliannya kami beliin tissu, yang pasti akan sangat bermanfaat buat kalian,..lap keringet!! Ahahahaha ,sekali lagi sorry,,jangan marah ya...just kidding, kami semua sayang kamu."
Fitri mengakhiri surat tersebut dengan tertawa.
__ADS_1
"Dasar Tarjok, Joni, Paijok..sungguh TER...LA...LU"
Bersambung***