Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
100


__ADS_3

tok.....tok....tok.....


"masuk....."ucap fikat sedikit berteriak mendengar pintu ruangannya diketuk.


ceklek....


pintu terbuka dan kaira melangkah mendekati kakaknya yang sedang fokus pada layar laptopnya.


"dam kamu persiapkan berkas untuk----"ucapan fikar terputus setelah ia melihat siapa yang memasuki ruangannya.


"kakak....a..aku ingin--"belum selesai kaira bicara fikar sudah memotong ucapannya.


"wah wah wah lihat siapa yang datang ke kantorku"ujar fikar dengan nada dingin.


"kak aku ingin bicara denganmu kak ku mohon kali ini dengarkan penjelasanku kak"lirih kaira


"tidak ada yang perlu kamu jelaskan semuanya sudah jelas"


"dan...jangan panggil aku kakak karena aku bukan kakakmu camkan itu"sambung fikar.


"kak kenapa kamu berubah seperti ini? dimana kakak yang menyayangiku? dimana kakak yang selalu melindungiku? dimana ia kak?"ucap kaira dengan nada sendunya ia sungguh merindukan pelukan hangat kakaknya pelukan kasih sayang yang selalu ia dapatkan dulu.


"dia sudah mati kai ia sudah pergi bersama dengan kepergian orang tuanya"teriak fikar sungguh ia sangat menyayangi kaira tapi semua itu tertutup oleh egonya saat ini ia benar benar tidak bisa melihat kaira menangis dengan sangat pilu dihadapannya biar bagaimanapun ia sesungguhnya dari hati terdalamnya ia masih sangat menyayangi adiknya.

__ADS_1


melihat kaira seperti ini fikar sangat ingin memeluk adiknya itu namun bayangan kepergian tragis orang tuanya terlintas dibenaknya dan menimbulkan kebencian itu lagi.


"pergilah kai aku mohon pergilah sebelum aku menyakitimu"lirih fikar.


"aku tidak akan pergi sebelum menceritakan kronologi kecelakaan saat itu kak tolong dengarkan aku kak kali ini saja dan setelah aku menjelaskannya kakak bisa mengambil sendiri keputusan ingin membenciku atau menyelidiki siapa dibalik kecelakaan itu karena aku yakin kak kecelakaan saat itu bukan kecelakaan murni melainkan disengaja"ucap kaira meyakinkan fikar


"apa maksudmu kai kau jangan main main denganku kau tau konsekuensi jika kau berbohong padaku"ucap fikar menatap mata kaira mencoba mencari kebohongan namun nihil mata kaira menunjukkan kejujuran dan ketulusan.


"baiklah kali ini aku memberimu kesempatan ceritakan semua yang menurutmu janggal"


akhirnya kaira menceritakan semua kejadian yang dialaminya dan orang tua mereka pada saat sebelum sampai setelah kecelakaan itu terjadi.


"papah mamah dan aku saat itu memang sudah sedikit curiga ada yang tidak beres dengan mobil kami tapi papah berfikir mungkin orang yang berada disamping mobil papah saat itu hanya orang iseng saja dan pesan dari cici saat sebelum kejadian memperkuat bahwa ia lah dibalik kecelakaan kami kak aku mohon percaya padaku kak"


"satu jam sebelum kami masuk kedalam mobil cici mengirin pesan padaku "aku akan memberi kalian pelajaran karena sudah memisahkan aku dengan fikar jika kalian sudah tidak ada maka tidak ada lagi penghalang untukku fan fikar" itu isi pesannya kak"


"apa kau punya bukti?"tanya fikar


kaira mengeluarkan ponselnya dan mengirim bukti pesan cici pada fikar ini semua sudah dipersiapkan oleh kaira karena ia tau betul sifat fikar yang tidak akan percaya jika tidaj ada bukti dan untungnya ia masih menyimpan riwayat pesan cici.


"kurang ajar ternyata aku sudah terlalu lunak padanya hingga ia berani bermain main denganku hingga aku kehilangan otang tuaku bahkan aku telah berbuat yang tidak seharusnya dilakukan seorang kakak kepada adiknya"teriak fikar emosi sungguh saat ini penyesalan sedang menguasai dirinya ia dengan teganya menjual adiknya pada pria hidung belang karena salah faham.


"kai.....maafkan kakak kaira"lirih fikar hancur sudah benteng pertahanannya ia terduduk lemas dihadapan adiknya seperti sedang bersimpuh.

__ADS_1


"tidak kak ini bukan salah kakak kakak juga korban dari cici disini"ucap kaira dan membantu fikar berdiri lalu memeluk kakaknya dengan erat.


"maafkan kakak kai kakak sudah berbuat hal yang tidak sepantasnya seorang kakak lakukan seharusnya kakak yang melindungimu malah kakak yang mendorongmu kedalam jurang tolong kai maafkan kakak"


"iya kak sekarang tolong jangan benci kai lagi kai enggak sanggup kak melihat tatapan benci dari kakak"


"maafkan kakak kai kakak janji akan melindungimu dan akan membalas semua perbuatan wanita laknat itu dia harus merasakan penderitaan kita selama ini"


kaira mengangguk dan terus memeluk kakaknya itu pelukan dan kasih sayang yang pernah hilang sekarang ia dapatkan lagi.


bersambung.


.


.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak yah author.

__ADS_1


__ADS_2