
aswar keluar dan meminta asyla menjaga kaira karena ia harus keruang bayi untuk mengadzani bayinya.
asyla masuk kedalam ruang bersalin dan melihat kaira sedang dibersihkan oleh 2 orang suster dan seorang dokter yang mengawasi.
"gimana keadaan kami kai?" tanya asyla yang saat ini tengah berdiri disamping ranjang kaira.
"aki baik kak cuman sedikit lelah dan lapar"jawab kaira dengan tersenyum lebar.
"iya ini kakak bawa makanan buat kamu kakak tau tenaga kamu terkuras tadi pas ngelahirin baby kakak juga dulu gitu waktu lahiran ai dan as"ucap asyla tersenyum lembut melihat kaira
"setelah selesai kakak akan suapi kamu trus kamu dipindahin ke ruang perawatan disitu kamu bisa istirahat baby kamu biar kakak yang urus"sambung asyla dan duduk di kursi samping ranjang kaira menunggu suster suster itu selesai dengan tugasnya.
10 menit kemudian kaira telah dibersihkan dan saat ini asyla sedang menyuapi kaira makan,kaira sangat terharu sampai ia menangis.
"kai apa ada yang sakit dek kenapa kamu nangis? tunggu sebentar kakak panggil dokter dulu ya"ucap asyla ia khawatir melihat kaira menangis ia berfikir mungkin kaira menahan sakit.
"kak jangan pergi"ucap kaira memegang pergelangan tangan asyla yang hendak berdiri memanggil dokter.
"kenapa kai?"tanya asyla bingung pasalnya saat ini kaira tersenyum setelah baru saja menangis.
"kak aku menangis bukan karena sakit tapi aku terharu dengan perlakuan kakak sama aku kak aku merasa punya ibu sekaligus saudari yang memperhatikan aku disaat saat begini,jujur tadi sebelum kakak masuk aku sempat menangis karena merindukan mama tapi Allah itu maha baik ia menghadirkan kakak dikehidupanku untuk menggantikan mama"
"kaira kamu itu udah kakak anggap adik kandung kakak kami jangan seperti ini kakak juga pengen nangis tau"ujar asyla ia juga ikut sedih melihat kaira yang sangat membutuhkan kasih sayang sungguh gadis malang batin asyla.
"kakak itu sayang sama kamu sama kayak kakak sayang sama aswar dan ashka jadi kalo kamu mau cerita sesuatu kamu bisa berbagi sama kakak kakak siap menjadi pendengar yang baik buat kamu aswar dan ashka juga gitu tapi sebenarnya aswar itu sedikit lebih tertutup dari pada ashka sih"
"assalamualaikum"salam seseorang asyla dan kaira menoleh melihat kearah pintu masuk dan menampakkan ayah ruslan dan ibu nurma yang baru saja tiba dari kota M dan aldric yang mengekor dibelakang mertuanya.
"waalaikumsalam ayah ibu"jawab asyla menghampiri kedua orang tuanya dan mencium tangan kedua orang tuanya.
ayah ruslan duduk disofa bersama aldric sedangkan asyla dan ibu nurma duduk disamping ranjang kaira.
"gimana kondisi kamu nak udah enakan kan? kakak kamu mengurus kamu dengan baik kan? dimana suamimu itu dasar ya anak itu iatri baru lahiran ditinggal aja"cerocos ibu.
ayah ruslan dan aldric terkekeh mendengar celotehan ibu.
__ADS_1
"bu....ibu kebiasaan deh nanya itu satu satu gimana mau jawab bu kalo ibu nyosor kayak kereta api aja enggak ada remnya"ucap asyla yang langsung mendapatkan jeweran daei ibu nurma.
"dasar anak kurang ajar masa ibu disamain kereta api sih dasar ya"ucap ibu nurma dengan tangan yang masih menjewer asyla.
"duh aduh bu sakit bu kakak bukan ank kecil lagi ibu jewer kayak gini"
"terus bu biar tau rasa gimana rasanya dijewer dan buat kamu sayang kereta api itu juga ada remnya kali"ucap aldric ia tersenyum puas melihat asyla dijewer mertuanya seperti dendam yang terbalaskan karena selalu dijewer oleh asyla kala ia melakukan kesalahan.
"maaass...awas ya kamu entar malam sampai seminggu kedepan kamu tidur diluar"ancam asyla yang membuat aldric berdiri dan mendekat pada ibu mertuanya.
"bu udah ya bu kasian istri aldric bu pasti kesakitan, kan sayang"ucap aldric dan menarik tangan mertuanya dari telinga sang istri yang tertutup jilbab.
"alamat tidur diluar deh kak kasian"ledek kaira
"sayang jangan gitu dong kalo mas enggak tidur dikamar kita mas mau tidur dimana dong sayang?"bujuk aldric
"mas bisa tidur dikamar ai dan as atau di sofa atau sekalian digudang juga kosong mas dimana aja boleh asal enggak dikamar kita ingat itu!"kekeh asyla ia sungguh kesal karena aldric malah menertawakannya.
"sayang kamu kan tau mas enggak bisa tidur kalo enggak peluk ama cium kamu"
seketika pipi asyla merona mendengar ucapan aldric yang tidak mengenal tempat itu apalagi diruangan ini ada ayah ibu dan kaira malu ya itulah yang dirasakan asyla.
"mas kamu itu ya mulutnya enggak bisa di rem enggak liat kita lagi dimana dan ada ayah ibu sama kaira disini malu mas"ucap asyla kesal dan mencubit pinggang aldric cukup keras.
"auw auw yang sakit tau kenapa harus malu kita kan suami istri halal dong buat ngelakui apa aja sayang"
"halal sih halal tapi liat tempat dong mas"ucap asyla cemberut.
"sayang aku tidur dikamar ya ya ya ya..."
"enggak sekali enggak tetap enggak siapa suruh ledekin aku bukan bantuin istrinya ini malah ketawain istrinya".
aldric yang mendengar asyla tetap menghukumnya berjalan dengan lesu lalu duduk disofa samping ayah ruslan.
"kak kakak enggak boleh gitu sama suami kakak mau jadi istri durhaka lagian aldric tadi itu cuman bercanda"ucap ayah yang membuat semangat aldric kembali menjadi semangat 45.
__ADS_1
"tapi yah...."
"enggak ada tapi tapian kamu mau jadi istri durhaka biarin suami kamu tidur diluar"
"enggak yah iya kakak minta maaf"
"mas maafin aku ya"
"iya sayang mas tadi beneran cuman bercanda kok abis kamu ngerjain ibu melulu sih"
ceklek
pintu terbuka dan menampakkan aswar dengan menggendong bayinya yang telah dibersihkan oleh suster.
"wah itu cucu ibu ya bang sini biar ibu yang gendong"ucap ibu kegirangan melihat bayi yang dibawa aswar.
"ini bu, ibu kapan sampainya?"tanya aswar dan memberikan bayinya ke gendongan sang ibu.
"belum lama bang kakak kamu yang kirim jet nya buat jemput ibu sama ayah,wah wah wah gantengnya cucuku wajahnya mirip sekali sama abang waktu masih bayi"ujar ibu
"ya iyalah bu abangkan bapaknya masa iya anak abang mirip tukang siomay komplek"ucap aswar bercanda.
"eh bang kamu udah ada nama buat anak kamu?"tanya asyla
"iya kak udah aku sama kaira udah nyiapin nama buat anak kami namanya Narendra Putra Aswar panggilannya Naren kak"ucap aswar sambil memandang kaira dan kaira tersenyum tanda setuju dengan nama anak mereka
"uh sayang baby naren aunty udah enggak sabar ketemuin kamu sama kakak aisyah dan kakak asraf kalian nanti bisa main sama sama"
beraambung
**jangan lupa like koment vote dan rate ya.
eps ini memang menceritakan kebahagiaan keluarga mereka dulu yah eps next akan ada kejutan buat kalian jdi jangan lupa tinggalkan jejak.
salam cinta dari author😘**
__ADS_1