
Dua hari sudah asyla dan kaira dirawat dirumah sakit dan asyla baru siuman setelah 2 hari terbaring lemah dirumah sakit dan membuat aldric hampir saja menghancurkan rumah sakit itu untung saja aswar fikar dan noval selalu menenangkan aldric bahwa asyla akan siuman dan baik baik saja.
seperti saat ini aldric kembali emosi setelah menekan bel tombol untuk memanggil dokter agar segera mengganti cairan infus asyla yang sudah tinggal sedikit, berkali kali alfric menekan namun dokter maupun suster tak kunjung datang membuay aldric emosi.
noval yang melihat bos sekaligus sahabatnya ini tersulut emosi segera melangkah keluar dan berniat memanggil dokter dan suster.
baru saja noval membuka pintu tampak dokter riska dan beberapa suster datang dengan tergesa gesa dan hampir saja menabrak tubuh atletis noval.
"maaf tuan aldric saya datang terlambat tadi saya menangani pasien di ruang ICU yang kritis"ucap dokter riska menundukkan kepala sunggu sudah habis doa yang ia panjatkan agar terhindar dari kemarahan aldric wijaya kusuma.
"apa tidak ada dokter lain atau suster yang bisa datang saat saya menekan tombol itu"ucap aldric dingin dengan menunjuk tombol disebelah kanan asyla.
"maaf tuan tapi hanya dokter dan suster tertentu yang bisa ada dilantai ruang VVIP"ucap dokter riska.
"sudahlah saya bosan mendengar kata maafmu cepat ganti cairan infus istri saya sudah hampir habis"ucap aldric lalu mendudukkan dirinya disofa membiarkan dokter riska mengganti infusan istrinya.
"cuman buat ganti cairan infus aja segitu repot dan marahnya gimana kalo keadaan istrinya gawat bisa d gerek leher aku"gumam dokter riska.
__ADS_1
noval yang sedari tadi ada diruangan itu tersenyum memperhatikan raut wajah takut dan kesalnya dokter riska mendapat teguran dari aldric.
setelah mengganti cairan infus asyla dan memeriksa kondisinya dokter riska dan suster keluar dari ruang rawat VVIP itu dengan nafas lega karena jika salah sedikit saja sudah dipastikan karir mereka yang jadi taruhannya.
noval yang melihat dokter riska keluar tidak menyianyiakan kesempatan ia akan berusaha mendekati dokter riska dan membuat dokter itu menjadi miliknya karena noval sudah jatuh cinta pada senyuman tulus dokter riska yang membuat hati dan raganya enggan jauh dari dokter riska.
"dok.....dokter riska"panggil noval
dokter riska yang mendengar namanya dipanggil menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya melihat noval yang memanggilnya.
"dok bisakah kita bicara sebentar ada hal yang ingin saya sampaikan"ujar noval dengan sangat gugup ya karena ini adalah pengalaman pertama bagi noval ia sebelumnya tidak pernah pacaran dan merasakan jatuh cinta tapi entah mengapa dengan dokter riska jantungnya berdetak seratus kali lebih cepat.
"ini buka masalah rumah sakit tapi lebih pribadi"ujar noval yang terus berdoa dalam hatinya agar dokter riska mengiyakan ajakannya .
setelah berfikir sejenak akhirnya doker riska memutuskan untuk ikut bersama ke cafe dengan noval ia juga sedikit bingung hal pribafi apa yang akan dibicarakan asisten tuan aldric ini padanya.
"baiklah,,,,tapi setelah jam kerjaku selesai karena saya tidak bisa meninggalkan tanggung jawab saya sebagai dokter"
__ADS_1
"baiklah saya tunggu kamu dikafe CC seberang rumah sakit ini jam 5 sore,,,saya berharap kamu bisa datang dokter"ucap noval kemudian berlalu masuk ke pintu lift..
"ada apa dengannya dari raut wajahnya sepertinya dia sedang serius,,,,,ah sudahlah nanti juga aku tau sendiri"
bersambung.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.