Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
104


__ADS_3

Dengan nafas yang masih belum teratur aswar dan noval masuk keruangan fikar dan melihat aldric yang ingin melayangkan pukulannya pada fikar aswar dengan sigap menahan aldric dan menariknya agak mundur kebelakang sementara noval membantu musuh dari bosnya sekaligus sahabatnya itu berdiri ia melihat wajah fikar sudah dipenuhi memar dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"mas apa yang mas lakukan?"tanya aswar


"jangan halangi mas aswar si bre**sek itu sudah menculik kakakmu" jawab aldric dengan suara menggelegar.


aswar menatap fikar mencoba bertanya melalui tatapan matanya dan fikar hanya menggeleng seolah menjawab bukan dia yang menculik asyla.


mata aswar kemudian beralih kesudut ruangan itu dimana aswar melihat istrinya berdiri mematung dan gemetar melihat dua pria tadi baku hantam.


aswar melepaskan pegangannya pada aldric dan menghampiri kaira istrinya "sayang kamu enggak apa apakan"tanya aswar khawatir melihat kaira yang gemetar.


"mas aku takut mas aldric memukuli kakakku tanpa ampun mas"ujar kaira.


"mas aldric hanya salah faham sayang sudah tenangkan dirimu"ucap aswar lalu menyambar air mineral diatas meja fikar dan memberikannya pada kaira.


"sekarang kamu duduk disini dulu mas mau meluruskan kesalahfahaman ini"ujar aswar yang diangguki oleh kaira sebagai jawaban.


"mas aldric bukan kak fikar yang menculik kakak tapi cici mantan kekasih dari kak fikar"ujar aswar.

__ADS_1


"APAAA...."pekik aldric fikar dan noval


"iya cici dalang dibalik semua ini ia sengaja menculik kakak untuk mengadu domba antara kak fikar dan mas aldric jika sudah terjadi kesalahfahaman antara kalian rencana cici untuk menghancurkan kak fikar berjalan dengan mulus dan dengan itu mas aldric otomatis akan berusaha menghancurkan kak fikar tanpa ampun dan setelah itu terjadi cici akan melenyapkan kakak dan akan mencoba menjebak mas aldric agar menikah dengannya"jelas aswar.


"itu artinya sekali tembak dua burung didapat"gumam noval.


"ya begitulah"ucap aswar


"tapi bagaimana kamu bisa tau aswar kalau cici dalang dibalik semua ini jangan kamu coba membela kakak ipar kamu ini dan mengabaikan keselamatan kakakmu"ujar aldric dengan nada bicara yang dingin.


aswar terkejut mendengar ucapan aldric mengapa sampai kakak iparnya ini berfikir seperti itu bahkan akulah yang akan membunuh orang yang mencoba menyakiti kakakku fikir aswar.


"kak sekarang aku sudah mengetahui dimana cici namun aku belum bisa menemukan dimana lokasi kakak disekap"lirih aswar ia sangat mengkhawatirkan kakaknya itu bahkan ia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari kakaknya.


"tuan aldric bukankah nyonya asyla memakai kalung dan cincin yang tuan berikan padanya? kalung dan cincin itu dilengkapi dengan gps bukan?"ujar noval


"oh ya tuhan aku sampai melupakan itu, noval cepat lacak dimana lokasi istriku berada"perintah aldric dan noval segera merogoh ponsel dari sakunya dan mulai mencari titik sinyal dari kalung dan cincin asyla.


10 menit kemudian noval menemukan titik lokasi asyla saat ini dan noval segera memberitahu pada aldric.

__ADS_1


"tuan nyonya asyla disekap di sebuah gudang tua yang sudah lama terbengkalai dan jaraknya cukup jauh dari kota"jelas noval.


"kita kesana sekarang dan kamu siapkan anak buah kita semua agar ikut kita tidak tau berapa jumlah mereka"titah aldric


"aku juga mas akan ikut dengan anak buahku"ucap aswar dan diangguki oleh aldric


"aldric biarkan aku juga ikut aku juga khawatir dengan asyla"ucap fikar ia sungguh tulus ingin membantu aldric.


"biarkan saja tuan fikar ikut tuan semakin banyak yang membantu semakin mudah kita menyelamatkan nyonya asyla"ujat noval.


"terserah kau saja"jawab aldric dan segera pergi untuk menyelamatkan istrinya.


aswar, noval dan fikar mengikuti dari belakang dengan anak buah mereka masing masing sementara kaira tetap dikantor fikar dan mendoakan semoga semuanya berjalan lancar.


bersambung.


**jangan lupa like komen dan vote ya.


mampir juga ke karya author yang baru Cinta atau Dendam**

__ADS_1


__ADS_2