
Selang Infus yang menempel ditangan asyla sudah dilepas dan ia juga sudah diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya tidak perlu dirawat tapi dengan catatan tidak boleh kelelahan dan banyak fikiran.
40 menit perjalanan asyla dan aldric sudah ada dirumah mereka, aldric segera membawa asyla kedalam kamarnya untuk beristirahat.
malam harinya dengan sangat lembut aldric menyuapi asyla makan dan membantunya meminum obat setelah semua selesai aldric duduk disamping asyla dan mengelus elus rambut asyla dengan manja ia berniat memberitahu asyla kalau beberapa hari kedepan ia akan kekota Y untuk urusan pekerjaan.
"sayang...?"
"iya mas"
"sebenarnya mas berat untuk memberitahumu sayang tapi ini masalahnya lumayan"
"ada apa mas?" tanya asyla
"begini proyek yang dikota Y mengalami masalah dan aku diharuskan untuk menanganinya sendiri___"
aldric berhenti bicara sejenak lalu menatap asyla ia ingin melihat ekspresi wajah asyla saat memberitahunya.
"dan noval tidak bisa mewakiliku, sebenarnya mas juga berat meninggalkanmu apa lagi kondisi kesehatanmu yang seperti ini tapu kalau mas tidak bertindak proyek disana akan lebih kacau" sambung aldric
------
__ADS_1
hening asyla sama sekali tidak menjawab atau bicara apapun setelah mendengar penjelasan aldric.
aldric takut jika asyla akan marah atau sedih dan itu akan mempengaruhi kesehatannya dan calon anak anak mereka.
"kalau kamu tidak mengizinkan juga mas tidak akan pergi biar mas minta noval saja yang mengurus masalah dikota Y" ujar aldric.
asyla memperbaiki posisinya dan duduk berhadapan dengan suaminya, ia menatap wajah aldric lalu tersenyum.
"mas boleh pergi kok aku nggak apa apa mas aku bukan lagi anak kecil aku akan menjaga diriku dan bayi kita" ucap asyla tersenyum sambil mengelus perut buncitnya.
aldric tersenyum lalu menarik asyla kedalam pelukannya ia tak henti hentinya mengecup kening asyla dan berkata.
"sayang maafkan mas sebenarnya mas sangat ingin berada disampingmu saat ini tapi masalah dikota Y cukup rumit jadi mas harus turun tangan sendiri" lirih aldric.
"huft....salah satu orang kepercayaan kami untuk mengelola proyek disana menggelapkan dana kontruksi dan berimbas pada ambruknya proyek hotel disana karena bahan kontruksi yang tidak berkualitas unuk saja tidak ada korban kalau tidak masalahnya pasti akan semakin runyam"aldric menjelaskan pada asyla dan nampak sekali aldric saat ini menahan amarahnya membahas proyek dikota Y.
"astagfirullah kenapa ada orang yang mau berbuat hina seperti itu, tapi mas kamu hadapi dengan sabar dan ikhlas ini semua cobaan dari allah kita hanya bisa mengambil hikmah dibalik masalah yang kita hadapi mas aku akan selalu ada untuk mendukungmu mas"
"terimakasih sayang kamu memang yang terbaik terimakasih sudah hadir didalam kehidupanku dan mau mendampingiku dalam suka dan duka"
"itu semua memang sudah tugas dari seorang istri untuk mendukung suaminya dan selalu menemani dalam suka dan duka dan juga mengingatkan suaminya jika berbuat dosa atau hal yang bisa merugikan orang lain dan diri sendiri"
__ADS_1
"mas tambah sayang deh sama kamu"
"aku juga tambah sayang sama mas,oh iya mas berapa hari disana?" tanya asyla.
"mungkin sekitar 4 sampai 5 hari, enggak apa apa kan sayang?"
"iya mas jangan khawatirkan aku, selaku kabari aku ya mas"pinta asyla
"iya sayang mas akan selalu mengabarimu, sudah sebaiknya kamu tidur jangan banyak begadang tidak baik untuk ibu hamil, mas akan mengerjakan pekerjaan yang akan mas tinggalkan selama keluar kota"
asyla mengangguk lalu membaringkan dirinya dan segera masuk kealam mimpi.
bersambung.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.