
Tok...Tok..."masuk..."teriak pemilik ruangan tersebut.
aldric membuka pintu dan segera duduk didepan dokter irawan.
"ada yang bisa saya bantu pak aldric?"tanya dokter irawan.
"begini dok saya ingin minta supaya asyla dirawat dirumah saja dan memperbolehkannya pulang hari ini"jawab aldric.
"maaf pak sebelumnya tapi sepertinya tidak bisa karena bu asyla harus dirawat disini dulu agar kami bisa memantau kesehatannya lebih baik dari pada dirumah"
"tapi dok istri saya sudah ingin pulang dia terus saja menangis dan minta pulang dia sudah tidak betah disini saya takut itu akan mempengaruhi calon anak kami dok"
"saya akan membawa suster untuk merawat dan melaporkan kondisi kesehatannya pada dokter"sambung aldric.
"baiklah tapi bu asyla masih harus diinfus dan saya akan meminta 2 orang suster untuk ikut dengam bu asyla saya juga akan memeriksanya 2 kali sehari ke rumah anda"
"baik dok terimakasih"
"iya sama sama tapi saya juga minta untuk pak aldric ikut menjaga bu asyla, saya akan mempersiapkan segala keperluan bu asyla untuk dipindahkan kerumah anda"
"baik dokter sekali lagi terimakasih"
__ADS_1
aldric kemudian keluar dari ruangan dokter irawan dan berjalan ke ruang rawat asyla untuk memberitahu asyla kalau dokter mengizinkannya pulang.
sampainya diruangan asyla sudah nampak ayah dan ibu asyla sedangkan aswar dan ashka sedang mengurus semua keperluan mereka karena aswar dan ashka akan pindah kekota J aswar meminta dipindah ke hotel di kota J sedangkan ashka mengurus kepindahannya ia akan berkuliah dikota J.
"kamu sudah sarapan nak?"tanya ibu nurma.
"belum bu tadi aldric langsung ke ruangan dokter irawan" jawab aldric
"gimana mas? aku boleh pulangkan mas?"tanya asyla yang baru keluar dari kamar mandi.
asyla memang sudah bisa beraktifitas lagi tapi tidak boleh terlalu capek dan luka ditubuh nya juga belum sembuh betul itu sebabnya ia masih harus dirawat beberapa hari lagi.
aldric mendekati istrinya dan menuntun asyla duduk diatas ranjang lalu mengambil sisir dan menyisir rambut panjang asyla.
mendengat itu asyla tersenyum senang walau masih dirawat tapi setidaknya ia sudah dirumah asyla tidak suka dirumah sakit karena selalu membuatnya mual dengan bau obat obatan.
"enggak apa apa kok mas yang penting aku udah bisa pulang aku udah mual banget cium bau obat obatan disini buat aku lemes terus mas"
"ya sudah sekarang kamu siap siap kita akan segera pulang dengan 2 irang suster yang akan ikut kerumah untuk merawat dan melaporkan kondisi kesehatan kamu pada dokter irawan"
asyla hanya mengangguk dan segera bersiap.
__ADS_1
ayah dan ibu asyla yang melihat putrinya kembali tersenyum dan ceria merasa bahagia pasalnya setelah kejadian buruk itu asyla jarang tersenyum.
"ayo nak biar ibu bantu beresin barang barang kalian" ucap ibu asyla
"iya bu makasih ya bu udah bantui aldric sama asyla"
"kamu kayak sama siapa aja kamu juga anak ibu nak ibu tidak pernah menanggap kamu menantu melainkan anak ibu"ucap ibu nurma tulus.
"iya nak kamu jangan sungkan bilang sama kami atau adik adir ipar kamu kalau lagi butuh karena kita ini keluarga kita harus saling membantu" ucap ayah ruslan.
aldric tersenyum mengangguk ia sangat merasa beruntung memiliki mertua dan adik adik ipar yang selalu membantu dan mensuport dirinya dan asyla.
bersambung
.
.
.
.
__ADS_1
.
.