Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
101


__ADS_3

"APAAA....."teriak aswar ia sangat terkejut mendengar kaira mendatangi fikar ia sangat khawatir fikar akan menyakiti istrinya.


"apa saja yang kalian lakukan menjaga satu wanita saja tidak becus"maki aswar ditelfon.


"maaf bos tadi nyonya bilang mau ke supermarket tapi ia malah menyuruh saya mengantarnya ke kantor tuan fikar"ucap mang dadang.


"kamu tetap disana saya segera kesana"ucap aswar lalu bergegas pergi ia sangat mengkhawatirkan istrinya.


"ya Allah sayang kenapa kamu sangat nekat bagaimana jika si brengsek itu menyakitimu? oh sayang semoga aku belum terlambat. awas saja kalau sampai dia menyakiti istriku seujung kuku saja akan aku buat ia menyesal telah dilahirkan kedunia ini" umpat aswar.


setelah 55 menit menempuh perjalanan dengan sedikit terjebak macet karena sekarang menunjukkan waktu jam makan siang aswar akhirnya menginjakkan kakinya dikantor fikar.


"permisi mbak dimana ruangan fikar?"tanya aswar pada resepsionist.


"maaf apa tuan sudah membuat janji dengan tuan fikar?"tanya balik resepsionist tadi.


"saya tidak perlu membuat janji dengannya sekarang katakan dimana ruangan bos kalian saya hanya ingin menjemput istri saya kaira yang sekarang berada diruangan bos kalian"ujar aswar menatap tajam resepsionis itu.


"mm...maafkan saya tuan saya tidak tau kalau nyonya kaira adalah istri anda"ucap resepsionis itu terbata.

__ADS_1


"ruangan bos fikar ada dilantai 17 tuan"sambung respsion tadi.


setelah mengetahui ruangan fikar aswar berlalu menuju lift dan tidak sama sekali mengucapkan sepatah katapun lagi pada karyawan tadi saat ini ia hanya fokus pada keselamatan istrinya.


ting.....


lift yang membawa aswar telah ada dilantai 17 aswar berjalan dan mendapati ruangan yang bertuliskan CEO ia masuk dan tidak memperdulikan adam sekertaris fikar yang memanggilnya.


brak.....


suara pintu terbuka dengan sangat keras hingga siapapun didalam ruangan itu terkejut dan menoleh kearah suara.


aswar tidak mendengar suara kaira ia berjalan kearah fikar dan bugh aswar memberikan bogem mentah ke pelipis fikar hingga fikar jatuh tersungkur karena tidak siap dengan serangan aswar dan pelipisnya mengeluarkan darah segar.


"KAKAK...."pekik kaira berlari kearah kakaknya dan membantunya berdiri.


"kaira kamu tidak usah menolongnya"teriak aswar ia sangat emosi apalagi melihat kaira yang membantu fikar darahnya seakan mendidih melihat itu.


mendengar adiknya yang diteriaki oleh aswar memancing emosi fikar ia juga memberikan pukulan dipelipis aswar"jangan berteriak pada adikku brengsek" bugh.

__ADS_1


"KAKAK.. tolong hentikan ini semua"pekik kaira lalu menghampiri suaminya.


"mas tolong dengarkan kai dulu mas"lirih kaira.


"kai mas sangat khawatir tadi mang dadang yang memberitahu mas kalau kamu kekantor sibrengsek ini"ucap aswar sambil menatap fikar dengan tatapan membunuhnya.


"mas kakak ayo kita duduk dulu"ajak kaira


aswar menatap kaira tidak percaya "setelah aku yang datang kesini seperti orang kesetanan ia dengan tenang memintaku duduk bersama bajingan itu,,,oh ayolah kai" ucap aswar.


"duduklah dulu mas kai mohon ada yang ingin kai ceritakan pada mas"


setelah aswar tenang dan fikar juga tenang kaira menjelaskan mengapa ia nekat bertemu dengan fikar dan memberitahu fikar siapa dalang dibalik semua kejadian naas yang menimpa orang tua fikar dak kaira.


"maafkan kakak kai karena kakak yang dibutakan oleh cinta kakak sampai tidak bisa melihat kebenaran"lirih fikar ia sunggu menyesali perbuatannya dulu kepada kaira untung saja adiknya itu tidak sampai dijual kepria hidung belang fikar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada kaira jika aswar tidak menolongnya.


bersambung ......


**maaf ya up nya agak lelet soalnya author juga sibuk didunia nyata🙏.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah salam cinta dari author😘😘**


__ADS_2