Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
59


__ADS_3

Sore harinya asyla tertidur karena pengaruh obat yang ia minum mungkin membuatnya sering tertidur.


aldric yang melihat asyla tertidur pulas segera berdiri dan keluar dari ruang rawat asyla.


aldric mengambil benda pipih didalam kantongnya dan memanggil noval untuk pergi ketempat rahasia dimana ditempat itulah tasya disekap.


45 menit perjalanan aldric dan noval sudah sampai didepan rumah minimalis siapapun yang melihat rumah itu tidak akan mengira kalau rumah sederhana itu adalah tempat penyiksaan untuk para penghianat dan penjahat yang mencoba bermain main dengan aldric.


aldric turun dari mobilnya dan dengan langkah cepat ia memasuki rumah penyiksaan itu,aldric seakan tidak sabar untuk menyiksa wanita yang telah tega menculik dan menyiksa istrinya.


para penjaga yang menjaga tasya menunduk melihat kehadiran bos dan asistennya itu masuk kedalam kamar tempat tasya disekap.


tasya yang melihat aldric tersenyum entah apa yang ada difikiran wanita kejam yang tega menyiksa wanita yang sedang hamil itu hingga harus dilarikan kerumah sakit.


"cih...masih bisa kau tersenyum dalam keadaan seperti ini"ucap aldric ia sebenarnya sangat jijik walau hanya sekedar mendengar nama wanita yang dulu sangat ia cintai.

__ADS_1


"aku akan tersenyum walau ajal menjemputku kau tau sayang itu karena aku sudah membuat hidupmu hancur,aku sudah membuat istri kampungmu itu mati sebelum melahirkan anakmu,hahaha...."tawa tasya memenuhi kamar itu ia sangat percaya diri kalau apa yang sudah ia lakukan pada asyla akan membuat asyla meninggal sebelum bisa melahirkan keturunan aldric.


"ckckck....dasar wanita j**a*g kau fikir dengan mencambuk istriku itu kau bisa membunuhnya,istriku itu bukan wanita yang lemah dia itu adalah wanita yang kuat dan lebih baik dari pada kau dasar wanita m*****n"


"walau begini kau juga pernah sangat mencintaiku aldric, lupa kau akan hal itu?"


"aku merasa jijik dulu pernah mencintaimu entah setan apa yang merasukiku hingga aku pernah mencintai wanita j****g seperti dirimu"


"sudahlah aldric tidak perlu kamu membuang tenaga meladeni wanita ular seperti dia lebih baik kita lenyapkan dia supaya dia tidak bisa lagi mengusik kehidupanmu dengan asyla"ucap noval ia sedari tadi hanya diam mendengarkan ocehan tasya tangannya sudah gatal ingin menyiksa wanita tidak berperasan itu.


"baiklah aku dengar ok juga rencanamu,jadi nona tasya kita bermain main dulu ya enggak lama kok cuman sebentar mungkin hanya beberapa hari"ucap noval dengan senyum liciknya.


"JANGAN...JANGAN ALDRIC KAMU TIDAK AKAN TEGA MELAKUKAN ITU PADAKU!!!"teriak tasya setelah mendengar kalau ia akan disiksa seperti ia menyiksa asyla kemarin.


"Tega aku sangat tega kau masih beruntung karena bukan aku yang menyiksamu langsung karena istriku sedang mengandung dan aku tidak ingin berbuat kejam dengan tanganku saat istriku sedang mengandung jadi nikmati saja siksaan noval dan para preman itu"

__ADS_1


"aldric jangan tolong maafkan aku aldric jangan menyiksaku seperti ini lenyapkan saja aku ALDRIC....ALDRIC..."teriak tasya tapi aldric terus saja berjalan keluar dari kamar itu seakan menulikan telinganya dari teriakan tasya.


bersambung


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2