
45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah asyla dan aldric.
"rumah adalah tempat ternyaman"gumam asyla yang masih bisa terdengar oleh aldric.
"mas akan selalu membuat rumah kita menjadi termpat ternyamanmu sayang supaya kamu nggak mau kemana mana maunya dirumah aja terus"
"emang kenapa kalau aku keluar mas?"tanya asyla.
"mas takut aja kamu diambil orang"jawab aldric.
asyla mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban tidak masuk akal suaminya bisa bisanya suaminya itu berfikir ia akan diambil orang melihat asyla yang saat ini sedang mengandung dan perutnya yang sudah membuncit mana ada orang yang mau melirik wanita yang sedang hamil fikir asyla.
Cup..aldric mengecup bibir asyla sekilas dan itu membuat asyla kesal karena aldric menciumnya didepan orang tuanya.
"MAS.....main nyosor nyosor aja kan aku malu mas diliatin ayah sama ibu"teriak asyla kesal.
"abisnya bibir kamu itu gemes mas liatnya jadi jangan salahin mas kamu yang menggoda mas duluan"
"apaan sih siapa juga yang godain mas mas aja tuh fikirannya mesum terus"
"biarin mesum sama istri sendiri nggak papa kok kamu kan udah milik mas udah halal jadi apa lagi dong"
asyla semakin kesal mendengar ucapan aldric dan langsung berjalan masuk kekamarnya, sedangkan ayah dan ibu asyla tersenyum senang melihat hubungan anaknya yang terlihat bahagia apalagi aldric terlihat sangat menyanyangi asyla.
__ADS_1
"ibu sama ayah istirahat juga ya nanti kalau sudah waktunya makan siang baru kita kumpul lagi"
"iya nak ibu sama ayah masuk dulu ya kalo ada apa apa cepat panggil kami"ucap ibu nurma.
"iya bu oh iya aswar sama ashka udah dikabarin kalau asyla sudah boleh pulang?"tanya aldric
"iya nak ayah sudah memberi kabar kalau kakaknya bisa dirawat dirumah jadi setelah urusannya selesai mereka langsung pulang kesini kok nak"
"oh iya ayah"
"nak terimakasih karena kamu sudah memperbolehkan aswar dan ashka tinggal dirumah kamu ibu dan ayah tidak enak sama kamu nak"ucap ayah.
"ayah ibu aldric nggak pernah merasa direpotkan atau terbebani dengan kehadiran aswar dan ashka mereka juga adik adik aku yah jadi mereka juga tanggung jawab aldric sekarang"
"asyla sangat beruntung punya suami yang sangat mencintainya dan sayang pada keluarganya seperti kamu nak"
setelah perbincangannya dengan kedua mertuanya aldric segera kekamarnya dan saat masuk aldric melihat asyla sedang dipasangkan infus oleh suster dan suster yang satunya lagi terlihat sedang menyuntik asyla.
"mas aku udah baikan kok nggak perlu diinfus lagi"
"enggak sayang kamu masih lemah jadi kamu turuti saja dulu perintah dokter irawan"
"yaudah deh tapi nggak akan lama kan aku susah geraknya mas"
__ADS_1
"iya sayang tunggu sampai besok lagi ya"
setelah makan dan minum obat asyla kembali tertidur mungkin karena pengaruh obat.
aldric segera turun ke ruang makan disana sudah ada ayah ibu mertua dan adik adik iparnya.
"kemari nak kita makan sama sama ibu sudah masak makan siang"
"iya bu makasih seharusnya ibu nggak usah repot repot ada bibi yang bisa memasak"
"udalah mas ibu itu nggak akan mau anak anaknya makan masakan orang lain kecuali ibu sakit atau lagi repot baru ibu nggak masak"ucap ashka yang memang sangat tau kebiasaan ibunya itu.
bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.