
Saat ini aldric sedang berbaring dipangkuan asyla sambil terus mengajak calon anaknya berbicara sesekali ada respon dari bayi didalam perut asyla dengan menendang dan itu membuat aldric meneteskan air mata haru ia sangat bahagia dengan kehidupan yang saat ini tuhan berikan untuknya.
"mas....?"
aldric beralih menatap sang istri "ada apa sayang?"
"mas jika aku meminta sesuatu padamu apa kamu bersedia memenuhinya mas?"
"apa yang kamu mau sayang sebisa mungkin mas akan kabulkan"
"mas jika suatu saat terjadi sesuatu padaku dan anak anak kita dan mas harus memilih antara aku dan anak anak aku mohon selamatkan anak anak kita mas" lirih asyla ia bicara sambil meneteskan air mata ia rela mengorbankan nyawanya demi anak anaknya kelak jika terjadi sesuatu yang buruk padanya.
aldric yang mendengar ucapan asyla bingung mengapa asyla tiba tiba bicara seperti itu?
aldric membetulkan posisinya dan duduk disamping asyla.
"jangan bicara seperti itu mas nggak suka dengar kamu bicara hal yang belum tentu akan terjadi dan semoga tidak akan terjadi"
"mas entah kenapa akhir akhir ini aku merasa akan terjadi sesuatu dan aku sangat gelisah mas"asyla mulai gusar mengatakan perasaannya akhir akhir ini pada aldric.
perasaan tidak tenang itu dan rasa khawatir yang membuat asyla sampai tidak nafsu makan karena memikirkannya terus.
__ADS_1
"tidak akan terjadi sesuatu padamu sayang mas ada disini menjagamu"tegas aldric ia tidak ingin istrinya sampai sakit karena memikirkan hal yang belum tentu adanya.
"tapi mas bukankah kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya aku hanya ingin yang terbaik untuk anak anak kita mas" jelas asyla.
dengan satu tarikan asyla sudah berada didekapan suaminya ia menenggelamkan kepalanya didada bidang milik aldric sambil sesegukan.
"aku sangat mencintaimu mas dan aku sangat menyayangi anak anak kita aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya ataupun denganmu mas, kalian adalah hidupku aku mohon mas turuti keinginanku"
aldric menghela nafas kasar ia bingung tidak tau harus menjawab apa ia juga sangat mencintai dan menyayangi istri dan anak anaknya ia berdoa semoga tidak dihadapkan dengan pilihan seperti itu jika memang iya maka dirinya lebih baik dihukum mati saja.
"entahlah asyla aku juga bingung harus menjawab apa" jawab aldric intonasi suaranya seketika berubah dingin ia juga formal bicara saat ini pada asyla.
isak tangis asyla semakin keras dan aldric yang mendengar itu khawatir jika akan berdampak buruk untuk istri dan anak anaknya.
segera aldric menarik asyla kedalam pelukannya dan menenangkan asyla, ia sangat menyesal karena tadi bersikap dingin pada asyla jujur setelah mendengar apa yang dikatakan asyla tadi aldric sangat takut dan khawatir jika apa yang dikatakan istrinya akan terjadi, apa? apa yang akan aldric lakukan? sanggupkah dia memilih antara istri atau anaknya?.
sungguh aldric lebih baik mati saja dari pada dihadapkan pada pilihan yang sama saja sama sama akan membunuhnya.
"jangan menangis lagi sayang, maafkan mas tadi mas sangat takut jika suatu saat semua itu akan terjadi mas akan berbuat apa siapa yang mas akan pilih itu sama saja membunuh mas"aldric memejamkan matanya sejenak lalu kembali berucap.
"tolong asyla jangan memaksaku untuk menentukan pilihan karena aku tidak akan bisa memilih salah satu diantara kalian, sudah sebaiknya kamu tidur tidak baik untukmu tidur terlalu larut"
__ADS_1
aldric beranjak dari duduknya dan menarik asyla untuk mengikutinya sunggguh ia tidak ingin mendengar semua ini lagi.
"tap__"
"sudah cukup asyla kumohon aku tidak ingin mendengar dan membahas ini lagi kumohon asyla"sebelum asyla berkata ia sudah memotongnya terlebih dulu ia tidak ingin berdebat hanya karena sesuatu yang tidak akan terjadi itulah menurut aldric.
asyla mengangguk dan mengikuti aldric masuk kedalam kamarnya.
bersambung
.
.
.
.
.
.
__ADS_1