
"kak? kakak?"ashka memanggil asyla tapi sang empunya nama seakan tidak mendengar namanya dipanggil.
"kakak? kak ini aku kak aswar kakak nggak denger kami manggil kakak,ayah sama ibu ada disini kak" sekarang giliran aswar yang berdiri dihadapan asyla dan mencoba menyadarkan asyla dari lamunannya.
"hah....lihat sekarang mungkin aku terlalu merindukan kalian sampai aku berkhayal kalian ada disini,aswar ashka kakak rindu sama kalian maaf kakak tidak memberitahu apa yang menimpa kakak kakak enggak mau ibu ayah sama kalian jadi khawatir sama kakak dan malah merepotkan kalian"ucap asyla ia mengira kehadiran aswae dan ashka dihadapannya hanyalah khayalannya saja karena terlalu merindukan mereka.
sedangkan ayah dan ibu asyla hanya diam menyaksikan aswar dan ashka menyadarkan asyla dari lamunannya.
"kak.....kakak enggak lagi berkhayal kami memang ada disini,kenapa kakak merahasiakan ini apa kami tidak punya hak untuk tau kondisi kakak?"ashka sudah tidak dapat membendung kesedihannya melihat kakaknya yang dalam kondisi terpuruk ia menangis sesegukan sambil memeluk asyla dengan sangat erat.
aldric yang baru saja masuk ke ruang rawat asyla melihat ashka yang menangis sambil memeluk asyla ia sudah diberitahu oleh asistennya noval kalau ayah dan ibu mertua serta adik adik iparnya sudah sampai dikota J dan sekarang ada di ruang rawat asyla.
"sekarang aku benar benar merasa kalian ada disini ini seperti nyata dan kakak. sangat bahagia tapi kakak tidak mau jalian ada disini dan melihat kakak kondisi kakak yang sekarang".
aswar yang kesal karena asyla tidak sadar kalau memang sedari tadi mereka ada disini dan bukan khayalan asyla mencubit lengan asyla hingga membuat asyla meringis merasakan sakit dilengannya.
"kakak sadarlah ini bukan khayalan kakak kita memang ada disini dan lihat dibelakang kakak ada ayah dan ibu kak lihatlah"ucap aswar
__ADS_1
mendengar itu asyla menoleh kebelakang dan benar saja asyla melihat ayah dan ibunya yang sedang menangis.
ia baru tersadar kalau semua ini nyata dan disaat menyadarinya asyla menatap tajam pada aldric yang berdiri dibelakang orang tuanya tapi yang ditatap hanya balik menatap seakan tidak mengerti arti tatapan asyla.
ibu nurma berjalan mendekati putrinya yang sedang duduk diatas tempat tidur ia memeluk tubuh asyla dengan sangat erat dan mengelus elus punggung asyla.
"kak kenapa kakak merahasiakan hal sebesar ini dari ibu dan ayahmu, apa kakak sudah tidak menganggap kami ada?
"enggak bu bukan begitu asyla hanya tidak mau membebani kalian dan merepotkan ayah sama ibu"
ibu nurma semakin mengeratkan pelukannya dan itu membuat asyla merasakan perih dipunggungnya tapi ia tetap diam ia tidak ingin membuat keluarganya semakin khawatir,tapi ayah ruslan melihat ekspresi asyla yang seperti menahan sakit pria paruh baya itupun akhirnya mendekati putrinya.
(ada apa nak?)
"hah tenaja ayah"
(hah tidak ada ayah)
__ADS_1
"teaki balle ballei nak ayah anne tau toata pawwanga nak angngapa na kulle nia rikammayya nak, na apaki nak pawwangi terus terang"
(jangan bohong nak ayah adalah orang tuamu nak kenapa bisa ini terjadi nak,kamu diapakan nak bicara yang sebenarnya)
kalau sudah bicara memakai bahasa daerah aldric sudah mati kutu ia lebih baik diberi bahasa asing (luar) dari pada bahasa daerah dari kampung asyla,ia hanya menjadi pendengar tanpa tahu apa yang sedang dibicarakan.
bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.