
Asyla saat ini sedang melayani tamu yang ingin check in tiba tiba asyla mendengar telfon yang di hadapannya itu berdering dengan sigap asyla menjawab telfon tersebut.
Asyla nampak sedikit bingung karena yang menelfon adalah pihak hrd yang tidak lain adalah bu daniah, untuk apa bu daniah memanggilku apa aku melakukan kesalahan sepertinya tidak tapi dari nada bicaranya sepertinya penting ya sudalah aku temui saja dulu bu daniah,batin asyla.
Setelah sampai didepan ruangan hrd asyla mengetuk pintu dan terdengar suara dari dalam ruangan yang mempersilahkan asyla masuk.
Kini asyla sudah berdiri dihadapan bu daniah dan menatap penuh tanya pada bu daniah.
"maaf ibu ada perlu apa memanggil saya apa saya melakukan kesalahan, klo memang benar saya minta maaf bu"
"tidak tidak asyla kamu tidak melakukan kesalahan apapun saya sangat puas drngan kinerja kamu" jawab bu daniah wanita paruh baya itu dapat melihat kegelisahan asyla.
"saya memanggilmu karena pak aldric ingin kamu menjadi asisten pribadinya" sambung bu daniah.
Asyla mengernyitkan dahinya mendengar ucapan bu daniah.
Apa betul pak aldric langsung yang memintaku menjadi asisten pribadinya? Bukannya dia sudah punya pak noval sebagai asisten pribadinya?
Apa yang dilihat pak aldric dari diriku ini sampai dia memintaku menjadi asisten pribadinya? Itulah sederet pertanyaan dalam hati Asyla namun bibirnya enggan untuk bertanya kepada bu daniah.
__ADS_1
"bagaimana asyla apa kamu bersedia menjadi asisten pribadi pak aldric" tanya bu daniah.
Suara bu daniah menyadarkan asyla dari lamunannya.
"ha...iya bu ibu bilang apa tadi" bukannya menjawab malah asyla bertanya balik pada bu daniah.
Asyla sampai tidak mendengar ucapan bu daniah sangking sibuknya melamu dan bertanya tanya dalam hati dia juga tidak tau kapan pertanyaan itu dan siapa yang akan menjawabnya.
"asyla apakah kamu bersedia menjadi asisten pribadi pak aldric?" tanya ulang bu daniah
"maaf bu tapi pak aldric sudah memiliki pak noval sebagai asisten pribadinya lalu untuk apa pak aldric meminta saya juga untuk menjadi asisten pribadinya?" tanya asyla
"kalo kamu bersedia kamu naik ke lantai 17 cari ruangan ceo dan sebelum masuk beritahukan kepada sekertarisnya pak aldric kalo kamu saya perintahkan menemui pak aldric"
"baik bu kalo begitu saya permisi" pamit asyla dan melangkah keluar dari ruangan bu daniah menuju lift.
Asyla masuk kedalam lift khusus karyawan dan menekan angka 17.
Ting
__ADS_1
Pintu lift terbuka saat sampai di lantai 17 asyla melangkah keluar dan berjalan ke meja sekretaris, langkahnya berheti tepat di depan meja gadis cantik yang tersenyum ke arahnya.
"permisi mbak apa pak aldric ada diruangannya?"
"maaf apakah anda yang bernama asyla?" bukannya menjawab gadis cantik yang tak lain sarah sekretasis aldric itu menanyainya balik.
"iya saya yang bernama asyla apa pak aldricnya ada di dalam?"
"iya pak aldricnya ada saya tadi sudah diberitahu oleh bu daniah anda akan kemari"
Sarah pun mengetuk pintu dan setelah mendapat jawaban dari dalam sarah mempersilahkan asyla masuk ke ruangan bosnya.
Asyla terkejut saat memasuki ruangan aldric gadis itu nampak kagum melihat ruangan ceonya itu yang rapi, bersih,dan nyaman sekali.
Seketika aldric tersenyum kala melihat siapa yang masuk keruangannya sampai asyla dan aldric beradu pandang tapi segera asyla menundukkan wajahnya dikala dia melihat tatapan mata aldric yang tidak bisa dia artikan.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys
__ADS_1
..