Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
58


__ADS_3

Cekrek... pintu ruang rawat asyla terbuka dan menampakkan raut wajah khawatirnya.


aldric berjalan mendekati tempat tidur asyla ia melihat tubuh asyla yang penuh dengan luka ada juga beberapa lebam diwajah mulus asyla semua itu membuat aldric semakin ingin menyiksa tasya tapi ia akan tahan dulu saat ini istrinya lebih membutuhkannya.


aldric duduk disamping asyla mengecup punggung tangan sang istri yang terdapat luka sayatan bekas cambukan.


"mas akan membalas setiap air mata setiap jeritan dan setiap rasa sakit yang kamu rasakan dengan 1000 kali lipat mas janji itu sayang jadi cepatlah sembuh mas tidak tega melihatmu seperti ini" aldric berjanji akan membalas setiap penderitaan yang dirasakan oleh istrinya.


1 jam kemudian aldric yang masih setia disamping asyla dan menggenggam tangan asyla terbangun karena merasakan jemari asyla yang bergerak dan benar saja saat aldric mendongakkan kepalanya ia melihat asyla yang berusaha membuka matanya.


"a..ak..u.. dim...ana?"asyla sadar dan melihat suaminya itu tengah tersenyum padanya sambing menggenggam tangannya.


"kami ada dirumah sakit sayang,sebentar ya mas panggil dokter dulu"


asyla hanya mengangguk ia belum memiliki cukup kekuatan walau hanya sekedar bicara.


beberapa saat kemudian aldric datang dengan dokter dan suster yang ikut dibelakangnya.


dokter lalu memeriksa keadaan asyla dengan sangat teliti bukan tanpa alasan saat ini asyla tengah berbadan 2 dan mendapat luka yang cukup parah disekujur tubuhnya dan lagi nampak asyla masih shock atas kejadian yang menimpanya.


"dokter bagaimana kondisi istri saya apa dia baik baik saja? bagaimana calon anakku apa semuanya baik baik saja?" aldricemberi pertanyaan beruntun pada dokter seakan sangat khawatir pada kondisi istri dan calon anaknya.

__ADS_1


"begini pak dari hasil pemeriksaan saya luka yang terdapat di sekujur tubuh istri anda bisa pulih dengan cepat tapi--.."


"tapi apa dok tolong jangan membuat saya semakin khawatir ada apa sebenarnya dengan istri saya?"


"begini pak saya khawatir dengan trauma yang dialami oleh nyonya asyla akan berdampak bagi kesehatan ibu dan janinnya"


"apa ada cara untuk menyembuhkannya dok?"


"dengan melakukan terapi tapi saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi pak apakah nyonya asyla harus menjalani terapi atau tidak"


"saya harap istri saya baik baik saja dan tidak perlu diterapi"


"kita berdoa saja pak semoga nyonya asyla baik baik saja"


"sayang makan dulu yah abis itu minum obat kasian anak kita nanti kelaparan karena kamu belum makan dari tadi"


asyla hanya mengangguk,aldric kemudian membantu asyla untuk mengubah posisinya agar sedikit miring untuk memudahkan asyla makan.


namun baru saja aldric menyentuh lengan asyla untuk membantunya duduk asyla meringis kesakitan dan meneteskan air matanya.


aldric yang menyadari istrinya sedang menahan sakit disekujur tubuhnya itu semakin geram pada tasya.

__ADS_1


"maaf ya sayang karena masa lalu mas kamu jadi terluka seperti ini


"kenapa mas minta maaf mas enggak salah semua ini sudah takdir mas kita tidak bisa menghindari apa yang sudah ditakdirkan untuk kita"


"seandainya kita tidak bertemu dengan tasya di mall hari itu kamu tidak akan mengalami kejadian mengerikan seperti ini"


"mas semua itu sudah diatur oleh yang kuasa aku sudah ikhlas menerima cobaan ini"


"kamu mungkin bisa ikhlas sayang tapi tidak denganku mas akan membuat tasya merasakan apa yang kamu dan calon anak kita rasakan"


bersambung


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2