
aldric membawa asyla kekamar mereka dan membaringkannya diatas ranjang setelah itu aldric keluar dari kamar dan menelfon seseorang.
tut.....tut....
"*hallo"jawab pria diseberang telfon
"cari siapa yang berani menculik anak anak saya!!"
"baik tuan"
"30 menit dari sekarang saya ingin tau siapa pelakunya dan dimana anak anak saya*!!"
setelah menelfon aldric kembali masuk kedalam kamar dan melihat asyla yang masih pingsan karena syok.
"tenang sayang mas akan cari anak anak kita mereka belum tau sedang bermain main dengan siapa"ucap aldric sambil mengelus puncak kelapa asyla.
aldric teringat aswar dan fikar ia segera menghubungi keduanya untuk mengabarkan penculikan ai dan as.
...tut.....tut........
"assalamualaikum kak"
"waalaikumsalam aswar sekarang kamu kerumah kakak ai dan as diculik"
"APAA!!! siapa yang berani menculik keponakan aku kak?"
"kakak tidak tau tapi kakak curiga dengan si sahrir itu,,kakak juga sedang menyelidikinya kita tinggal tunggu kabar lalu kita bisa bertindak"
__ADS_1
"baik kak sekarang aku dan kaira akan kerumah kakak, bagaimana dengan kak asyla?"
"dia pingsan karena syok tapi kamu tenang aja kakak kamu baik baik saja"
"baiklah kak aku juga akan mengabari kak fikar dan memintanya kerumah kakak"
"ya sudah kakak tutup assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
dikediaman aswar
"bre**sek siapa yang berani macam macam dengan keluarga kami!?"ujar aswar dengan wajah yang sudah memerah menahan emosi
"sayang ai dan as diculik"ucap aswar
"APAA!! diculik"pekik kaira
"sayang sayang kamu duduk dulu tenangkan diri kamu"ujar aswar ia khawatir melihat kaira yang syok.
"mas gimana kita bisa tenang ai dan as itu masih sangat kecil mereka tidak tau apa apa siapa yang tega menculik mereka mas ya Allah tega sekali penculik itu"ujar kaira sedih sekaligus khawatir
"iya mas juga khawatir sayang tapi kak aldric tidak akan tinggal diam kak aldric sedang menyelidikinya kita tinggal tunggu kabar dan akan bertindak setelah kita tau siapa pelakunya"
"mas gimana keadaan kak asyla pasti kak asyla sangat sedih dan khawatir"
__ADS_1
"kak asyla pingsan saat tau ai dan as diculik tapi kakak enggak apa apa kok kamu tenang aja ,,sekarang kita kerumah kakak kakak pasti membutuhkan kita sayang"
"iya mas aku siap siap dulu"ucap kaira dan segera beranjak menuju kamarnya dikehamilannya yang sudah memasuki bulan ke 9 itu ia sedikit sulit untuk beraktifitas.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
suatu rumah
"sayang kamu sangat mirip dengan ibumu maafkan uncle karena melibatkan kalian dalam masalah yang kalian sendir tidak mengerti" ujar sahrir pada ai dan as
ya yang menculik ai dan as adalah sahrir ia membawa ai dan as ke rumahnya yang dipuncak sedangkan kedua pengasuh ai dan as diikat digudang rumah tersebut.
"seandai ibu dan ayahmu itu mau menuruti permintaan uncle untuk membebaskan adik uncle kalian tidak akan jadi korban sayang uncle juga sangat menyayangi ibu kalian"ucap sahrir ia masih tidak mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh adik yang saat ini dibelanya itu pada keluarga kaira dan asyla.
"sebaiknya kalian tidur karena uncle ingin keluar sebentar"sambung sahrir dan mengecup pipi gembul ai dan as.
"kalian jaga mereka dengan nyawa kalian jika terjadi sesuatu dengan mereka nyawa kalian taruhannya"ucap sahrir pada kedua pengasuh suruhannya.
sahrir meninggalkan rumah tempat ai dan as ia sembunyikan ia akan menemui cici dan mengatakan ia akan bebas sebentar lagi.
1 jam perjalanan ia sudah sampai dikantor polisi tempat cici ditahan saat hendak menemui cici sahrir tidak sengaja mendengar suara seorang pria yang sedang berbicara dengan cici,karena penasaran akhirnya sahrir bersembunyi dan ingin mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
rahang sahrir mengeras wajahnya merah padam menahan emosi dan sebelum ia tidak bisa menahan emosinya ia meninggalkan kantor polisi dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata rata menuju rumah tempatnya menyembunyikan anak anak asyla.
***bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak kalian***
__ADS_1