Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
78


__ADS_3

saat ini aswar sedang bekutat didapur untuk membuat makan malam sesekali ia menengok kearah tangga ingin melihat apakah kaira sudah turun apa belum.


sampai aswar selesai memasak pun kaira belum menunjukkan batang hidungnya.


selesai memasak aswar segera menata makanan dimeja makan dan segera naik kekamar kaira untuk memanggilnya makan malam.


tok....tok....tok.....


mendengar jawaban dari sang empunya kamar aswar mendorong pintu yang memang tidak terkunci, saat masuk ia melihat kaira sedang berdiri menghadap keluar jendela menikmati malam yang dingin dan hembusan angin yang menyentuh kulit mulusnya.


"ra ayo kita makan malam" ajak aswar ia berdiri tepat dibelakang kaira.


kaira berbalik dan bruuk tubuhnya menubruk dada bidang aswar yang memang berdiri sangat dekat dengannya.


mata mereka bertemu beberapa detik kemudian kaira membuang muka dan mundur beberapa langkah menjauhi aswar.


"maaf mas aku tidak tau kamu berdiri sedekat itu" ucap gugup kaira entah mengapa setiap berada didekat aswar jantungnya berdegup lebih kencang.


"ahh jantung ayolah jangan buat malu diriku ini" batin kaira.


"iya saya yang seharusnya minta maaf karena saya lancang berdiri terlalu dekat denganmu"


"ayo kita makan aku sudah sangat lapar" sambung aswar.

__ADS_1


akhirnya mereka turun kemeja makan dan menikmati makanan yang dimasak oleh aswar.


"ehem mas apa ini semua mas yang masak"tanya kaira pelan


"iya, memang kenapa? tidak enak?" tanya balik aswar.


"eh tidak mas masakan mas enak sangat enak makanya aku bertanya mas hebat yah beruntung nanti yang bisa menjadi istri mas bisa dimasakin makanan enak trus"


"apa kamu mau jadi wanita beruntung itu?"tanya aswar.


uhuk....uhuk... kaira tersedak mendengar pertanyaan aswar yang menurutnya tidak mungkin akan ditanyakan oleh aswar jika ia tau siapa sebenarnya diriku ini,fikir kaira.


aswar dengan sigap memberi air minum pada kaira dan kaira mengambilnya lalau meminumnya hingga tandas.


"..........."


kaira hanya diam mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan aswar sebenarnya ia malu bahkan sangat malu untuk menceritakan tentang siapa dirinya pada pria yang sudah ia suka pada pandangan pertama tapi cepat atau lambat aswar pasti akan tau siapa dirinya sebenarnya.


aswar yang melihat kaira hanya diam mengerti mungkin kaira belum siap untuk menceritakan siapa dia dan apa masalah yang sedang kaira hadapi.


"aku hanya berharap kamu bisa jujur padaku siapa dirimu dan masalah apa yang sedang kamu hadapi" ucap aswar dalam hati.


"mas aku akan menceritakan semuanya padamu dan saat kamu tau siapa dan apa yang sedang aku hadapi aku pasrah dengan keputusanmu" lirih kaira.

__ADS_1


aswar mengernyitkan dahinya mendengar ucapan kaira ia semakin dirundung rasa penasaran dengan wanita dihadapannya ini mengapa ia bicara seperti itu, fikir aswar.


"aku akan menjadi pendengar yang baik kaira jika kamu sudah siap datanglah padaku" ucap aswar lalu berdiri ingin membereskan piring bekas mereka makan.


"mas biar aku saja mas kan tadi sudah masak jadi sekarang biar aku yang bersihin yah aku nggak enak" ucap kaira mencegah aswar yang ingin membereskan piring kotor.


"yasudah aku mau kekamar kalau butuh sesuatu jangan sungkan padaku dan anggap ini rumahmu sendiri" ucap aswar kemudian berlalu naik kekamarnya.


kaira hanya menatap nanar punggung aswar yang semakin menjauh dan hilang dibalik pintu.


"mas aku harap kamu masih ingin mengenalku setelah kamu tau siapa aku dan masa laluku" batin kaira.


bersambung.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2