Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
83


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya aswar dan kaira sampai dirumah sakit tempat asyla melahirkan.


"mas....apa ini tidak terlalu cepat?" tanya kaira sebelum aswar turun dari mobil.


"kai mas yakin bahkan sangat yakin" jawab aswar meyakinkan kaira yang nampak takut dan gugup untuk bertemu dengan keluarga aswar.


"mas bagaimana kalau keluargamu tidak menerimaku? apalagi dengan kakakmu mas aku dengar dari suaranya sepertinya dia cukup galak" lirih kaira.


"haha....haha.....kaira keluargaku semuanya baik kok apalagi kakakku dia memang sedikit bawel dan galak dengan adik adiknya itu semua karena ia sangat menyayangi kami"


"aku liat di tv kakak ipar perempuan itu selalu menindas adik iparnya" gumam kaira tapi masih bisa didengar aswar.


"kai kamu belum mengenal keluargaku terutama ibu dan kakakku mereka adalah wanita wanita yang paling penting dalam hidupku, kamu tidak perlu kuatir mereka tidak memandang status atau masa lalumu mas yakin kamu adalah orang yang tepat untuk mendampingi mas dan mas harap kamu bisa dekat dengan kakakku dia wanita yang lembut dan baik mas yakin kamu akan nyaman dekat dengannya" jelas aswar.


"bagaimana apa kita hanya akan didalam mobil terus hingga malam? mas yakin sekarang pasti kakak sedang mengomel karena mas terlambat" sambung aswar ia terkekeh membayangkan ekspresi kesal asyla.


sampainya kaira dan aswar didepan ruang rawat asyla aswar mengetuk pintu.


tok....tok.....tok


setelah mendapat jawaban dari dalam aswar melangkah masuk dengan tangannya menggenggam tangan kaira.


"assalamualaikum" salam aswar melihat semua baik anggota keluarganya dan keluarga mertua kakaknya didalam ruangan tersebut

__ADS_1


"waalaikumsalam"jawab semua


"baru muncul kamu? dari mana saja? apa kamu masih ingat punya kakak?"tanya asyla ketus.


aswar melepas genggaman tangannya dari kaira dan melangkah mendekati asyla diranjangnya.


"aduh kakakku sayang jangan marah ya abang ada sedikit urusan abang juga sudah menghubungi kak aldric, iyakan kak?"


aldric yang mendapat tatapan tajam dari asyla jadi salah tingkah ia bingung harus menjawab apa.


"eh...a...iya kok sayang aswar sudah bilang ada urusan sedikit" ucap aldric sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"huft...abang kamu buat kakak dalam masalah besar karena menyembunyikan sesuatu dari kakakmu, kalau sampai kakakmu tau kalau kakak tau semuanya tentangmu dan gadis itu habislah kakak😭😭" batin aldric.


"eeh....bukan begitu kak kakak tetap nomor dua setelah ibu tapi ini menyangkut masa depanki kak"


"apa maksud kamu bang masa depan apa?"tanya ibu.


"abang udah ngebet mau nikah bu"ucap ashka dengan santainya ia tak melihat tatapan membunuh dari aswar.


"AAPAA...?"pekik semua yang ada didalam ruangan itu kecuali keempat orang itu ya mereka aldric aswar ashka dan kaira.


"hei kenapa kalian semua teriak dan kaget seperti itu memang ada yang salah jika aku ingin menikah?"tanya aswar ia bingung dengan reaksi keluarganya.

__ADS_1


"aswar kemari nak ayah dan ibu ingin bicara" panggil ayah ruslan ia mengajak aswar duduk disamping ranjang asyla.


"ehem....pak ruslan sebaiknya saya dan istri saya pulang saja kami tidak mau mengganggu urusan keluarga bapak"pamit papa aldric.


"eh tidak apa apa pak wijaya kita semua keluarga dan sebaiknya bapak dan keluarga disini mendengar niat baik putra saya"


"baiklah jika bapak tidak keberatan"


"nak apa benar abang akan menikah? dengan siapa nak? ibu rasa abang tidak pernah mengenalkan ibu dengan gadis yang dekat dengan putra ibu ini"tanya ibu nurma lembut pada aswar.


bersambung


tak bosan tak jenuh author mengingatkan untuk like dan beri komentar membangun ya karena author juga masih tahap belajar.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2