
wajah aldric berubah dingin setelah melihat wanita itu yang tak lain adalah tasya amelia putri wanita yang meninggalkan aldric dan memilih menikah dengan sahabat aldric karena status materi.
"wah nggak nyangka ya kita bisa ketemu lagi setelah sekian lama nggak ketemu Tuhan memang sedang menjodohkan kita walaupun sempat tertunda" ucap tasya dengan kepedean tingkat tinggi.
tasya tidak menyadari atau bahkan lebih tepatnya mengacuhkan kehadiran asyla disana.
"sepertinya anda sudah salah menilai pertemuan anda dengan suami saya" ucap asyla dengan menekankan kata suami agar tasya tau bahwa aldric adalah suaminya.
terkejut iya pasti tasya tidak menyangka kalau gadis yang duduk bersama aldric adalah istrinya ia mengira aldric masih mencintainya dan masih betah dengan kesendiriannya.
"maaf ya mbak kalo mimpi itu jangan kejauhan nanti pas bangun kecewa loh, masa iya model kayak mbak ini dijadiin istri sama seorang aldric Wijaya Kusuma" ucap tasya dengan tatapan meremehkan asyla.
"memangnya apa yang salah dengan penampilan saya mbak? saya berpakaian yang sopan dan menutup aurat saya tidak seperti.... " jawab asyla ia tidak meneruskan ucapannya dan memandang tasya dari atas kebawah seolah mewakili lanjutan dari ucapannya.
"kamu berani menghina saya hah.. " ucap tasya dan tangannya hendak menampar asyla,tapi belum sempat tasya menyentuh asyla tangannya sudah dipegang erat oleh aldric lalu dihempaskan dengan kasar.
__ADS_1
asyla tersenyum penuh kemenangan menatap tasya memegangi tangannya yang merah akibat genggaman aldric.
"mas kenapa kamu belain perempuan halu ini mas? " tanya tasya dengan mengeluarkan air mata buayanya.
"siapa yang kamu bilang perempuan halu istriku atau kamu yang sedang halu" jawab aldric.
"mas dia nggak mungkin istrimu kan masa kamu menikah dengan perempuan kampungan kayak gini mas aku tau bagaimana selera kamu mas"
"iya itu dulu saat aku bersamamu perempuan matre, dan dengan gaya sosialita nya tapi sekarang aku adalah aldric yang berbeda karena aldric yang dulu sudah mati bersama penghianatanmu tasya amelia putri" ucap aldric tegas.
flashback on
saat senja mulai menyapa bumi seorang pria sedang dalam perjalanan dengan membawa coklat, bunga lili, dan tak lupa cincin yang akan ia berikan untuk kekasihnya dihari ulang tahun kekasihnya pria itu akan melamar gadis yang sudah 3 tahun ini menjadi pemilik hatinya.
55 menit perjalanan ia tempuh dengan melewati padatnya arus lalu lintas di jam pulang kantor membuatnya sedikit lama untuk sampai ditujuannya.
__ADS_1
sampainya didepan pintu apartemen kekasihnya pria itu langsung menekan kode password karena memang iya mengetahuinya dan sudah biasa masuk sendiri kedalam apartemen itu.
setelah pintu terbuka pria itu mencari dimana keberadaan kekasihnya dan samar samar pria itu bisa mendengar suara seorang wanita dan pria yang sedang bicara diselingi tawa, pria itu mendekatkan diri ke pintu kamar yang ia ketahui adalah kamar kekasihnya betapa terkejutnya pria itu saat mendengar percakapan 2 orang didalam kamar itu.
"*aku mau kamu segera memutuskan pria miskin itu dan menikahlah denganku"
"iya mas tanpa kamu meminta juga aku akan meninggalkan aldric dan lebih memilihmu yang punya segalanya"
"aku akan tunggu kabar darimu dan ya Terima kasih sayang pelayananmu diranjang selalu memuaskanku"
"iya mas segera akan aku urus aldric yang miskin itu dan memang sudah tugasku membuatmu puas agar kamu tidak mencari wanita lain untuk memuaskan nafsumu*"
bagai disambar petir disiang bolong aldric mendengar percakapan 2 insan yang baru saja selesai menuntaskan nafsu mereka.
bersambung
__ADS_1