
Dengan segala cara dan sekuat tenaga bi mimah mencoba menenangkan majikannya yang terus menangis.
asyla meminta bi mimah mengambil hp miliknya ia akan mencoba menghubungi aldric dan memastikan apakah aldric baik baik saja saat ini.
setelah mencoba berkali kali nomor aldric tidak bisa dihubungi ia mencoba menghubungi nomor asisten noval namun sama saja nomornya tidak bisa dihubungi itu membuat asyla semakin khawatir dan semakin histeris menangis.
bi mimah melihat majikannya yang histeris berfikir bagaimana caranya untuk membuat asyla tenang karena ini sangat tidak baik untuknya dan janin didalam kandungannya.
"bi apa yang terjadi dengan suamiku? kenapa ia tidak bisa dihubungi? apa mas aldric menumpangi pesawat yang hilang kontak itu bi?"
"kita berdoa saja nya semoga tuan baik baik saja dimanapun tuan berada"
beberapa saat asyla terduduk lemas disamping ranjang ia masih terisak matanya kembali fokus ke layar televisi yang mengabarkan kalau pesawat yang tadinya hilang kontak jatuh diperairan selat M.
mendengar berita itu asyla kembali histeris bi mimah dan pak ari yang tadinya ada didepan pintu kamar majikannya berlari masuk setelah mendengar asyla berteriak histeris memanggil nama aldric.
"TIDAK TIDAK INI TIDAK MUNGKIN SUAMIKU BAIK BAIK SAJA, SUAMIKU TIDAK MUNGKIN PERGI SUAMIKU BAIK BAIK SAJA......MAS....MAS ALDRIC....KAMU DIMANA MAS....."teriak asyla
"nya nyonya ada apa? tuan kenapa nya?"tanya bi mimah
"ya allah tuan" lirih pak ari ia melihat berita yang mengabarkan pesawat yang ditumpangi aldric jatuh diperairan selat M.
"pak...pak ari mas aldric bukan naik pesawat itukan pak? jawab pak ari jawab?" tanya asyla ia memegang pundak pak ari seraya mengoyang goyangkan tubuh pak ari untuk segera menjawab pertanyaannya.
"maaf nyonya... tuan memang menaiki pesawat itu" jawab pak ari lirih dan menundukkan kepala ia tak tega melihat wajah asyla.
__ADS_1
seketika asyla jatuh pingsan ia sangat syok mendengar jawaban pak ari, bagaimana tidak disaat ia hamil dan kondisinya sangat lemah ia harus mendengar berita pesawat yang ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan dan sampai saat ini belum diketahui kabar pasti mengenai korban yang berada didalam pesawat tersebut.
untung saja bi mimah dengan sigap menahan tubuh majikannya sebelum terbentur keras kelantai, pak ari mengangkat tubuh asyla keranjang dan membaringkannya sementara bi mimah terus menggosok telapak tangan dan kaki asyla dengan minyak kayu putih agar asyla sadar.
setelah beberapa saat tak sadarkan diri asyla kembali sadar dan yang ia cari pertama kali adalah suaminya.
"mas mas mas aldric kamu dimana mas?"
"nya nyonya tenang dulu" kata pak ari
"ini diminum dulu nya supaya lebih tenang"bi mimah memberi asyla minum dan hanya 1 teguk saja yang diminum oleh asyla.
"aw..."pekik asyla.
"ada apa nya?"
bi mimah kaget melihat baju yang dikenakan asyla basah ia bergegas ke walk in kloset mengambil tas perlengkapan melahirkan dan tas perlengkapan bayi lalu berlari kearah asyla mengganti baju asyla dan memanggil pak ari yang sebelumnya disuruh keluar oleh bi mimah.
"sakit bi aku nggak kuat"rintih asyla
"sabar nya nyonya ganti baju dulu baru kita kerumah sakit sepertinya nyonya akan melahirkan ketuban nyonya sudah pecah"
"tapi kandunganku baru 7 bulan bi"
"itu biasa terjadi nya kita sebaiknya segera kerumah sakit"
__ADS_1
"tapi mas aldric?"
"nyonya tenag dulu atur nafas inshaallah tuan baik baik saja"
"pak pak ari"panggil bi mimah
pak ari masuk dan menggendong asyla membawanya kedalam mobil dan melajukan mobil ke rumah sakit.
"pak ari tolong terus hubungi mas aldric"pinta asyla
"iya bu"jawab pak ari
bersambung
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.