
bagai disambar petir disiang bolong aldric mendengar percakapan 2 insan yang baru saja selesai menuntaskan nafsu mereka.
aldric ya pria itu adalah aldric pria yang niatnya ingin membuat kejutan untuk kekasihnya malah ia yang diberi kejutan dengan mengetahui penghianatan yang dilakukan tasya.
"hanya karena uang kamu mau menjual dirimu dan mengkhianatiku yang tulus cinta dan menyayangimu dan yang lebih sakit lagi kamu berkhianat dengan sahabatku sendiri orang yang selama ini aku anggap saudara tapi kalian malah tega menghianatiku, serendah itukah aku dimatamu tasya"
ucapan aldric membuat 2 insan itu berbalik menatapnya dan betapa terkejutnya tasya melihat aldric yang berada didepan pintu kamarnya sedang memegang coklat dan bunga lili ia tidak mengetahui bahwa aldric berniat melamarnya malam ini.
"*mas apa yang kamu lakukan disini?
" ck.. seharusnya aku yang bertanya apa yang sedang kamu lakukan dengan sahabatku didalam kamarmu tanpa pakaian di tubuhmu? "
__ADS_1
"maafkan aku mas tapi aku wanita yang realistis aku tidak akan bahagia hanya dengan cintamu maafkan aku mas"
"ya aku tau tasya tapi apakah kamu tidak bisa bersabar sedikit saja untuk menunggu keberhasilanku saat ini aku sedang berjuang untuk masa depan kita kelak bersama anak anak kita tasya"
"maaf mas tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi"
"baiklah tasya amelia putri aku tidak akan memintamu lagi untuk bertahan denganku yang* miskin ini karena aku tau aku tidak ada apa apanya dibanding pria disampingmu yang mengaku sahabatku tapi menghianatiku, mulai saat ini kita putus jalanilah hidupmu dengan pria pilihanmu aku berdoa semoga kamu bahagia"
aldric berjalan keluar dari apartemen itu dengan membawa luka yang sangat perih dari pengkhianatan kekasih dan sahabatnya.
"aku kira kamu sudah bahagia dengannya jadi tolong jangan ganggu kebahagiaanku bersama istriku karena aku tidak pernah mengusik atau mengganggu rumah tanggamu tasya"
__ADS_1
"aku sudah bercerai dengan mas aristo dari setahun yang lalu karena dia sering melakukan kdrt dan selalu bermain main dengan wanita penghibur mas" ucap tasya dengan air mata dibuat buatnya berharap agar aldric simpati padanya.
"aku tidak perduli dengan masalah rumah tanggamu tasya bukankah aristo adalah pilihanmu dan dulu kau lebih memilihnya dibanding aku yang miskin ini"
"aku salah mas aku dulu terbuai dengan rayuan manisnya dan semua harta yang dia miliki, aku khilaf mas" ucap tasya dengan penuh penyesalan.
"aku minta maaf mas dan aku janji akan setia denganmu asal kamu mau menerimaku kembali lagi kita mulai dari awal lagi mas" sambung tasya.
aldric sudah muak mendengar ocehan receh dari wanita ular di depannya ini ditambah lagi ia melihat wajah asyla yang sudah terlihat kesal dan marah membuat aldric harus segera mengakhiri sandiwara murahan tasya.
"tasya sadarlah kamu dan aku sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dan sekarang aku sudah punya istri yang sangat aku cintai dan begitu juga sebaliknya, asyla menerima keadaanku apa adanya dan menemaniku dalam suka dan duka jadi tolong berhenti untuk memintaku kembali denganmu karena itu tidak akan pernah terjadi hidupku sudah bahagia bersama istri dan calon anakku jadi tolong hargai perasaan istriku aku tidak mau karena masa laluku istriku jadi terluka dan berdampak pada calon anakku.
__ADS_1
aku sudah memaafkanmu tasya tapi untuk kembali bersamamu itu adalah sesuatu yang tidak mungkin"aldric melampiaskan amarahnya karena melihat asyla yang seakan terluka mendengar setiap ucapan tasya yang memintanya untuk kembali.
bersambung