Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
115


__ADS_3

"maaaassss.....ayolah mas"rengek kaira membuat aswar mengusap kasar wajahnya.


saat aswar sedang pusing dengan permintaan kaira ponselnya berdering dan menampilkan nama kakak iparnya segera ia mengambil benda pipih itu dari meja dan menggeser ketombol hijau.


sambungan telfon


"hallo assalamualaikum kak"


"waalaikumsalam aswar kakak cuman mau ngajak kami sama kaira liburan kepuncak weekend ini, apa kamu ada waktu?"


"huft....untung kakak telfon sedari kemarin kaira terus merengek ingin liburan tapi jadwal aku padat banget kak dan parahnya lagi dia maunya hari ini tapi kalo bareng kakak dan yang lain pasti kaira mau nunggu sampe weekend"


"sabar bumil memang sangat sensitif kamu harus bisa membagi waktumu karena saat hamil seorang wanita sangat ingin diperhayikan dan dimanja kami harus jadi suami siaga"


"iya kak abang akan berusaha"


"yasudah kakak tutup dulu fix ya kamu ikut?"


"iya kak salam buat kakak ila dan kedua twins"


"iya assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


sambungan telfon berakhir


"kak aldric ya mas?"tanya kaira yang sedari tadi hanya diam mendengar percakapan aswar ditelfon.

__ADS_1


"iya sayang kakak ngajak kita buat weekend ke puncak bareng yang lain"jawab aswar


"wah seru dong kita ikut kan mas?"tanya lagi kaira dengan senyum sumringah


"maaf sayang mas banyak banget kerjaan jadi kita enggak bakalan bisa ikut"jawab aswar bohong ia hanya ingin melihat ekspresi menggemaskan kaira.


seketika senyum kaira hilang tergantikan dengan wajah sendu ia sangat berharap bisa liburan kepuncak apalagi dengan kakak ipar dan keponakannya pasti menyenangkan fikirnya.


"mas jahat mas enggak sayang sama kai"ujar kaira terisak ia sangat kecewa dengan jawaban aswar.


bukannya menenagkan kaira yang terisak aswar malah tersenyum dan menarik kaira kedalam pelukannya sambil mengelus kepala kaira penuh kasih sayang.


"sayang kita ikut kok mas cuman bercanda kamu jangan nangis yah kasian anak kita klo kamu nangis terus nanti dia lahir jadi anak cengeng kayak mamanya"ucap aswar.


"aaahh mas kai sayang sama mas"ucap kaira bahagia ia sudah tidak sabar menunggu akhir pekan.


kediaman aldric wijaya kusuma


ponsel asyla berdering sementara empunya sedang sibuk memasak, asyla melihat ponselnya berdering menghentikan sejenak aktifitas masaknya keningnya mengerut melihat nomor tidak ia kenal tapi asyla tetap mengangkatnya.


***dalam sambungan telfon


"hallo assalamualaikum maaf ini dengan siapa***?"


"waalaikumsalam ini aku ila sahrir"


"sahrir siapa maaf saya sepertinya lupa?"

__ADS_1


"sepertinya waktu memang sudah merubah segalanya kamu bahkan melupakan sahabatmu yang kamu anggap kakak ila"


"astagfirullah kak sahir? maaf kak ila baru ingat, kakak dapet nomor aku dari mana?"


"ila bisakah kita bertemu? kakak akan menjelaskan sesuatu kakak mohon ila"


"baiklah kak tapi setelah aku selesai masak untuk makan siang suamiku aku juga akan mengantarkan makanan kekantornya, gimana kalo kita bertemu di kafe VV jam 3 sore"


"baiklah kakak tunggu ila, assalamualaikum"


"**inshaallah waalaikumsalam"


sambungan telfon berakhir**


"dari mana kak sahrir dapat nomerku ya? setelah sekian lama enggak ada kabar tiba tiba dia menghubungiku dan dari nada bicaranya sepertinya ada yang ingin dia katakan padaku sebaiknya aku lanjut memasak dan kekantor mas aldric sekalian minta izin untuk bertemu kak sahrir"ujar asyla lalu melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda.


bersambung


jangan lupa like


komen


vote


rate


maaf ya jika masih ada typo author cuman manusia biasa yang tak luput dari kesalahan🙏😁

__ADS_1


__ADS_2