Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
79


__ADS_3

Setelah makan malam itu baik aswar maupun kaira hanya diam dan bergelut dengan fikiran masing masing.


"aku ingin sangat ingin menceritakan semuanya agar kamu tau siapalah diriku ini mas tapi....aku juga takut kamu akan menjauh bahkan pergi dariku karena jujur hati ini sudah memilihmu mas tapi aku juga tidak ingin menutupi siapa diriku ini" ucap kaira dalam hati


kaira dilanda dilema akhirnya ia memutuskan mengambil gitar dan memainkannya sambil bernyanyi.


sedangkan aswar ia masih bertanya tanya tentang kaira? dan apa maksdu ucapannya tadi?"ahh....aku hampir gila memikirkannya sebelumnya aku tidak pernah seperti ini dengan gadis manapun tapi kenapa dengannya ada rasa yang berbeda" aswar menggosok wajahnya kasar karena frustasi dan rasa penasaran yang sangat menumpuk difikirannya.


pukul 23:25 kaira masih belum bisa memejamkan matanya entah sedari tadi ia hanya berguling kekanan kekiri ia benar benar merasa harus menjelaskan pada aswar semuanya agar aswar tidak mendengar dari orang lain.


dengan mengumpulkan keberaniannya ia berjalan kekamar aswar mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari sang empunya kamar akhirnya ia masuk kekamar aswar yang memang tidak terkunci.

__ADS_1


kaira mengedarkan pandangannya mencari keberadaan aswar ia tidak menemukan aswar dan samar samar ia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi.


"ooh lagi mandi ternyata ya sudah sebaiknya saya tunggu di balkon sajalah" gumam kaira.


dengan langkah pelan kaira berjalan kearah balkon kamar aswar ia memandangi bulan purnama yang malam itu sangat agung menyinari gelapnya bumi.


"huft....... mengapa kakak tega padaku? apa salahku kak? semua yang telah terjadi bukanlah inginku itu semua sudah takdir dan apakah kakak tau bagaimana perasaanku saat mami dan papi tiada aku juga sama hancurnya kak tapi mengapa kakak menyalahkanku atas kesalahan yang tidak aku perbuat dan menyiksa diriku ini bahkan sampai tega menjualku pada pria brengsek itu, apakah tidak ada sedikitpun rasa kasihanmu pada adikmu ini kak?" gumam kaira ia menangis memandangi bulan tapi fikirannya menerawang ke masa lalu masa dimana ia kehilangan kedua orang tuanya dan disaat itu juga ia kehilangan kasih sayang dari seorang kakak yang selalu melindunginya tapi tiba tiba setelah kematian orang tuanya kakaknya seakan berubah menjadi monster yang tidak memiliki perasaan.


aswar yang sedari tadi selesai mandi dan melihat kaira berdiri dibalkon kamarnya berjalan mendekati kaira dan ia merasa kasihan mendengar semua yang keluar dari bibir mungil kaira ia bisa melihat bahwa selama ini kaira hidup menderita setelah kehilangan orang tua dan kakaknya membencinya.


"kapan mas selesai mandinya?" tanya kaira

__ADS_1


"sudah dari tadi dan cukup untuk mendengar curhatanmu pada sang bulan" jawab aswar santai dan berjalan masuk keruang ganti karena aswar hanya mengenakan kimono.


"ha...ah...i..tu ak..u mas" kaira terbata bata ia sangat takut kalau aswar akan mengusir dan membencinya.


"sudahlah jangan gugup begitu aku bukan polisi yang sedang mengintrogasi tersangka pembunuhan aku hanya seorang pegawai biasa"


"mas aku berniat ingin menceritakan tentang diriku yang sebenarnya padamu agar mas bisa mengambil keputusan apakah mas masih ingin mengenalku atau tidak"lirih kaira.


"baiklah aku akan senang hati mendengar ceritamu dan bahuku siap untuk menjadu sandaranmu jika kamu rapuh dan ra aku tidak akan meninggalkanmu apapun masa lalumu aku akan ada disampingmu,aneh memang tapi entah kenapa berada didekatmu aku merasa ada sesuatu didalam hatiku yang akupun tidak mengerti apa ini rasa kasihan atau cinta tapi yang jelas aku akan selalu ada disampingmu"ujar aswar.


bersambung

__ADS_1


**terimakasih atas komentarnya jangan lupa tinggalkan jejak kalian like vote dan rate supaya author lebih semangat memberi kalian eps eps yang seru....


thanks guys☺️**


__ADS_2