Ketulusan Cinta Asyla

Ketulusan Cinta Asyla
99


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya kaira sampai dikantor kakaknya atau lebih tepatnya kakak angkat yang (MEMBENCINYA).


kaira turun dari mobil dan meminta mang dadang untuk menunggunya di mobil saja walaupun awalnya mang dadang menolak tapi dengan segala cara kaira akhirnya berhasil membujuk mang dadang.


dengan langkah gugup kaira berjalan sedikit demi sedikit memasuki kantor yang sangat ia rindukan.


"tidak ada yang berubah dari kantor papah semua masih sama seperti dulu" gumam kaira dalam hati pandangannya terus menerawang dimana ia disambut dengan senyum yang lebar dari papahnya.


dengan senyum kaira menghampiri meja resepsionist.


"ibu kaira?"tanya resepsionist tersebut ia sedikit terkejut pasalnya semenjak meninggalnya pendiri F & K group kaira tidak pernah terlihat lagi.


"iya santi ini saya kaira apa kak fikar ada diruangannya?"


"iya bu kai bos fikar ada diruangannya tapi--"belum sempat santi melanjutkan ucapanya kaira sudah mengangkat tangannya setinggi bahunya yang mengisyaratkan untuk diam.


santi pun diam dan melihat kaira hingga hilang dibalik lift.


kaira memasuki lift yang menuju keruangan fikar saat sampai dilantai teratas kantor tersebut kaira berjalan kearah meja sekertaris fikar Adam.


"kai....kaira ya tuhan kaira apa benar ini kau? dan ya tuhan kau masih hidup?"ujar adam antusias saat melihat kaira berada dihadapannya dengan keadaan sehat walafiat.


kaira yang melihat reaksi adam dibuat bingung "masih hidup? apa dia fikir aku sudah mati?"gumam kaira dalam hati.

__ADS_1


"hei dam aku kaira dan aku masih hidup dan kenapa kamu bertanya seperti itu,,ck kau seperti melihat orang yg baru bangkit dari kubur"ucap ketus kaira


"ckckck kau memang kairaku kaira yang menyebalkan"ujar adam sambil mengacak rambut kaira.


"adam stop aku kesini untuk menemui kak fikar apa dia ada didalam?"tanya kaira


"iya dia ada didalam dan aku sampai dibuat bingung dengan melihatmu saat ini berarti kabar tentang kematianmu saat kecelakaan tante dan om apa itu palsu"tanya adam bingung pasalnya yang ia tau dan dengar dari kepolisian dan fikar sendiri kaira juga meninggal sesaat setelah sampai dirumah sakit tapi saat ini kaira ada dihadapannya.


"dam aku kedalam dulu ya"ucap kaira


"apa kau yakin kai? kau mau aku menemanimu?"tanya adam khawatir ia yakin saat ini hubungan antara kaira dan fikar sedang tidak baik baik saja.


"hei kenapa kau khawatir aku hanya ingin menemui kakakku bukan menemui seorang penjahat"ujar kaira mencoba menghilangkan rasa curiga adam.


kaira menghambur kepelukan adam dan menangis sampai terisak adam yang melihat tindakan kaira semakin yakin telah terjadi sesuatu antara kaira dan fikar sampai sampai fikar mengatakan pada semua orang bahwa kaira juga menjadi korban meninggal dari kecelakaan yang menimpa orang tuanya.


"menagislah kei agar bebanmu sedikit berkurang"ucap adam mengusap punggung kaira memberi rasa aman pada kaira yang saat ini terisak didada bidangnya.


"maaf dam aku sungguh sangat takut aku takut pada seorang fikar saat ini makanya aku kesini untuk mencari kak fikarku yang dulu karena semenjak kepergian mamah dan papah kak fikar seakan hilang dan kak fikar yang sekarang bukanlah dirinya dam"


"maksudmu kai aku tidak mengerti?"tanya adam bingung


adam membawa kaira duduk diruangan khusus tamu dan akhirnya kaira memberanikan diri menceritakan semua yang dialaminya setelah kejadian naas yang merenggut nyawa orang tuanya dan segala perlakuan fikar padanya.

__ADS_1


adam yang mendengar cerita kaira mengepalkan tangannya kuat ia sangat marah dan kecewa pada seorang fikar yang sudah ia anggap sebagai saudara ternyata berbuat hal yang menjijikkan pada adiknya ya walaupun adik angkat tapi sedari kecil baik fikar maupun adam sangat menyanyangi kaira dan menjaga kaira seperti adik kandung mereka sendiri.


"aku akan membuat perhitungan untuknya kai"ucap adam emosi dan ingin beranjak dari tempat duduknya tapi dengan segera kaira menahannya dan menggelengkan kepala.


"tolong dam biarkan aku yang menemuinya lebih dulu aku ingin bicara baik baik dengannya dulu dam"lirih kaira


"tapi aku takut si bre**sek itu menyakitimu"ucap adam cemas


"aku akan baik baik saja walau dia membunuhku sekalipun aku akan tetap menemuinya"


"baiklah kalau itu maumu aku akan menunggumu tepat didepat pintu ruangannya jika ia menyakitimu segera berteriak panggil aku kai"


"iya dam dan terimakasih"ucap kaira dan memeluk adam dengan erat menyalurkan rasa rindunya pada kakak yang satunya ini.


"tidak kai tidak tidak ada kata terimakasih untuk adik pada kakaknya,ya sudah masuklah"


kaira mengangguk dan segera masuk ke ruangan kakaknya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


bersambung


**maaf ya readers bru bisa up soalnya anak anak author pada sakit eh pas sembuh giliran author yang sakit karena kecapekan enggak tidur nyenyak seminggu😁


jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah😘😘**

__ADS_1


__ADS_2