Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Tante Sinta


__ADS_3

Flora meninggalkan kampus dengan pikiran yang masih kacau. Flora menyesal dengan meminta Leo untuk menjauhinya sebenarnya bukan itu yang diinginkanya. Flora bahagia karena Leo mengakui kesalahannya tapi karena harga dirinya dia mengorbankan perasaannya.


Flora merasa sangat sedih dengan keputusannya. Flora sedikit pun tidak bisa melupakan Leo meskipun Leo bersikap acuh tak acuh terhadapnya.


Flora berhenti di pinggiran jalan karena merasa sangat lelah dengan masalahnya. Flora tanpa sengaja melihat seorang Ibu-ibu yang yang tersambar motor dan langsung bergegas menolongnya.


"Tante baik-baik saja?" membantunya berdiri.


"Iya saya baik-baik saja."


"Ada yang sakit?" tanya Flora cemas.


"Hanya luka goresan." menunjukkan sikunya yang berdarah.


"Kita ke rumah sakit ya tante!"


"Tante tidak apa-apa, rumah tante juga sudah dekat."


"Saya antar yah tante kalau tidak keberatan!" Flora menawarkan bantuan.


"Kamu baik sekali, boleh kalau tidak merepotkan."


"Tante tidak keberatan naik skuter saya?"


"Saya tidak ada masalah."


"Baiklah." Flora membawa barang belanjaan Ibu-ibu itu menuju skuternya.


Flora mengantarnya sampai di depan rumahnya.


"Kita sudah sampai tante."


"Terima kasih nak atas bantuannya."


"Sama-sama tante, kalau begitu saya balik dulu." Flora menyalami tangan ibu-ibu tersebut.


"Kok buru-buru, mampirlah sebentar."


"Baiklah tante."


Flora memasuki pekarangan rumah tersebut dengan terkagum-kagum. Flora masuk ke rumah itu dengan berdecak kagum. Lampu hias terpampang sangat indah di langit-langit rumah, Rumahnya memiliki 2 lantai dengan desain modern bergaya Italia. Ruang tamunya luas denga sofa mahal yang empuk. Hiasan keramik di beberapa sudut membuat rumah itu benar-benar mega.


"Wah rumah tante besar sekali." Flora berdecak kagum.


"Besar doang, tapi tidak berpenghuni."


"Maksud tante?"


"Tante di sini cuma di temani 1 pembantu dan 1 supir."


"Anak dan suami tante ke mana?" tanya Flora penasaran.


"Anak tante jarang pulang, terus suami di luar kota pulangnya hanya 2 kali dalam 3 bulan."


"Tante tidak kesepian?"


"Kesepian pasti, silahkan diminum!"


"Terima kasih tante."


"Nama kamu siapa?"


"Flora, panggil saja Flo."


"Nama yang cantik seperti orangnya."


"Tante bisa aja, saya jadi malu."


"Panggil saya tante Sinta."


"Wah, nama tante juga bagus secantik yang punya."


Mereka tertawa, tante Sinta terlihat begitu bahagia dengan kehadiran Flora. Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol.


"Maaf, tante kan punya supir tapi kenapa keluar belanja sendirian?" Flora bertanya dengan hati-hati.


"Supir tante lagi sakit, jadinya tante keluar sendiri."


"Kenapa tidak minta tolong sama anak tante?"


"Anak tante sibuk, dia jarang sekali pulang, dia lebih milih tinggal di apartementnya yang tidak jauh dari kantornya.

__ADS_1


"Oh begitu ya, tapi seharusnya dia tinggal di sini sama tante biar tanntenya tidak kesepian."


"Menurut kamu begitu yah? Baiklah nanti saya bujuk dia."


"Itu menurut saya tante."


"Andai saya punya anak perempuan seperti kamu." tante Sinta memandang Flora lekat.


"Jangan gitu tante, nanti anaknya cemburu."


Tante Sinta kembali tertawa dengan lelucon Flora.


"Tante sepertinya sudah sore, saya permisi untuk pulang."


"Padahal tante pengen kamu tinggal sbentar lagi."


"Besok saya datang lagi."


"Besok, besok, dan besoknya lagi bagaimana?"


"Baiklah kalau itu mau tante," Flora tersenyum.


Tante Sinta memeluk Flora dengan eratnya. Dia merasa sangat nyaman dengan keberadaan Flora di dekatnya.


"Andainya anak tante punya pacar seperti kamu."


"Ah tante bisa saja, saya permisi pulang tante."


"Hati-hati ya!"


Leo memasuki pekarangan rumahnya dan melihat seseorang keluar dari sana denga mengendarai sebuah motor tua.


Leo tidak melihat bahwa orang tersebut adalah Flora.


"Ma, Leo pulang."


"Tumben langsung pulang ke rumah, biasa ke apartement dulu."


"Lagi malas ma, Leo maunya di sini menghabiskan waktu bersama Mama."


"Baguslah, padahal Mama baru mau membujuk kamu untuk tidak meninggalkan mama sendirian."


"Mama kedatangan tamu yah?"


"Tadi Leo liat ada yang keluar dengan motor tua."


"Oh itu, dia gadis yang nolongin mama tadi waktu kesambar motor."


"Tapi mama baik-baik ajakan?" tanyanya cemas.


"Iya gak apa-apa, berkat si gadis itu."


"Hati-hati loh ma, siapa tau dia penipu."


"Jangan ngaco, mana ada gadis secantik dia bisa nipu orang. Besok mama kenalin deh."


"Gak usah ma, Leo udah punya calon pacar."


Leo langsung menolak tawaran mamanya dengan memasang wajah cemberut.


"Bagaimana? udah minta maaf?"


"Udah ma, tapi dia minta Leo jauhin dia."


"kenapa?"


"Entahlah, mungkin dia masih marah." Leo cemberut.


"Bagaimana dengan gadis yang mama maksud?"


"Ma, Leo bilang gak mau."


"Kenalan aja dulu, dia cantik loh pasti kamu suka, namanya juga cantik, siapa yah namanya mama jadi lupa."


"Tuh kan namanya aja mama lupa, pasti orangnya pelit."


"Sembarangan kamu kalau ngomong."


"Orang bilang kalau nama seseorang mudah dilupa itu artinya pemiliknya pelit."


"Pokoknya kamu harus kenalan." tegas maamnya.

__ADS_1


"Ma Calon pacar Leo juga cantik dan yang penting dia baik."


"Cantikan gadis yang mama maksud." tante Sinta tidak mau mengalah.


"Leo masuk kamar dulu ma."


Hari selanjutnya Flora mendatangi rumah tante Sinta sesuai denga janjinya. Dia memiliki waktu hari itu karena sedang tidak ada kelas. Flora menekan bel rumah tante Sinta.


"Selamat siang tante."


"Kamu benar-benar datang nak."


"Kan Flo udah janji tante." menyodorkan sembuah bingkisan.


"Ini apa Flo?"


"Itu dari mama saya."


"Terima kasih banyak." kemudian meletakkan bingkisannya di meja.


"Sama-sama tante."


"Kamu tidak kuliah?"


"Tidak ada kelas." Flora kemudian duduk di sofa.


"Anak tante juga tidak ada kelas, tapi dia udah pergi ke kantor."


"Anak tante masih kuliah?"


"Seharusnya sudah selesai beberapa tahun yang lalu, tapi karena pekerjaan dia mengambil cuti dan baru melanjutkannya sekarang."


"Kuliah di mana tante?"


"UNHAS, jurusan Psikologi, sekarang semester 6."


"Saya juga kuliah di sana mengambil jurusan psikologi dan sekarang juga semester 6."


"Oh ya? mungkin kamu kenal dengannya, namanya.."


"Maaf tante saya angkat telpon dulu."


Tante Sinta tidak jadi menyebutkan nama anaknya karena Flora tiba-tiba menerima telpon.


"Pacar kamu yah?"


"Eh, bukan tante, itu tadi mama saya," jawabnya terkejut.


"Kamu sudah punya pacar?" tanya Tante Sinra iseng.


"Belum tante, saya menyukai seseorang tapi sekarang sudah tidak lagi."


"Kenapa begitu?"


"Saya tidak suka dia menuduh saya yang tidak-tidak, padahal saya hanya menyukainya."


"Bodoh sekali dia, padahal kamu gadis yang cantik."


"Tidak apa-apa kok tante, mungkin kita tidak cocok."


"Anak tante juga punya gadis yang disukainya, tapi katanya dia diminta untuk menjauhi si gadis, kasihan sekali."


Flora merasa tidak asing dengan cerita tante Sinta, dia merasa itu seperti kisahnya dengan Leo.


"Mungkin ceritanya hanya mirip, gak mungkin si ice man." bantin Flora.


"Kamu mau yah dikenalin sama anak tante?"


"Iya tante Flo tidak keberatan kok." jawab Flora tersenyum.


"Anak tante ngotot tidak mau dikenalin gadis lain, katanya calon pacarnya itu cantik dan baik."


"Tidak usah dipaksa tante, mungkin pilihannya memang sesuai dengan kriterianya." Flora bersikap bijaksana.


"Anak tante bukanlah pria yang pemilih, tapi dia juga tidak mudah menyukai orang, kalau ada gadis yang disukainya itu berarti gadis itu benar-benar special di hatinya."


Flora menghabiskan waktunya seharian di rumah tante Sinta. Dia menganggap tante Sinta seperti Ibunya sendiri meskipun baru mbeberapa hari mengenalnya.


Flora di ajak berkelliling melihat isi rumah Tante Sinta. Tidak banyak foto keluarga hanya beberapa lukisan dan foto kecil Leo yang terpampang di dinding. Sampai di sebuah ruangan keluarga di lantai atas, Flora melihat sebuah Foto keluarga ketika hendak


melihatnya tante Sinta memanggilnya makan siang. Flora merasa seperti mengenali sosok Pria yang ada di Foto itu.

__ADS_1


"Mungkin hanya mirip, tidak mungkin dia ada difoto itu," gumannya kemudian turun ke arah dapur.


__ADS_2