Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Cuek


__ADS_3

Flora keluar meninggalkan ruang perpustakaan dengan kesal karena tingkah Leo yang tiba-tiba marah tidak jelas.


Sepanjang perjalanannya menuju parkiran mulutnya tidak berhenti mengomel.


"apa-apaan si Leo marah-marah nggak jelas gitu."


"gue nggak nyangka muka dingin kayak dia benar-benar serem kalau lagi marah."


"emang salah kalau gue ngobrol sama Adrian?"


"kapan gue bilang akan pacaran dengan dia?"


"benar gila tuh si Leo bikin gue malu aja."


"dasar ice man, awas aja loh ya kalau ketemu." maki Flora


Di dalam perpustakaan Leo terlihat masih marah-marah, mulutnya terlihat masih komat-kamit.


"iya gue tau kita tidak pacaran, tapi gak perlu dikasih tau ke Adrian juga kali." celoteh Leo


"atau jangan-jangan Flora naksir lagi sama si Adrian, makanya cara ngomongnya sopan?"


"gue kurang apaan coba, gue ganteng, tajir, CEO."


"masa iya Flora lebih milih si Adrian ketimbang gue?"


"tapi kan gue memang bukan pacarnya Flora, ngapain gue marah?"


"ya terserah dia deh. gila..gila." teriak


Leo bersandar lemas di kursihnya.


"ingat Leo kalian cuma teman, inget cuma teman."


Leo kemudian berdiri dan memukul meja membuat semua orang yang ada di tempat itu kaget.


Sudah beberapa hari berlalu tapi Flora tidak pernah lagi melihat Leo di Kampus.


"gue kok gak pernah liat Leo."


"nyari siapa loh lirik sana lirik sini?" tanya Davina


"nganggak nyari siapa-siapa?"


"trus ngapain loh Kayak gelisah gitu?" tanya Lila


"siapa yang gelisah, gue baik- baik aja."


"tapi mata loh mengatakan yang lain."


"kalian kayak hakim aja nanya-nanya mulu, nih liat mata gue baik-baik aja." sambil melototkan matanya


Mereka kemudian tertawa melihat aksi kocak Flora yang melototkan matanya. Di koridor kampus mereka melihat Leo


"eh ada Leo." kata Lila


Flora melihat ke arah yang di tunjuk Lila dan benar ada Leo di sana yang berjalan menujuh ke arah mereka. Flora hendak menyapanya tapi Leo hanya lewat dengan muka dinginnya mebuat Flora terkejut dan merasa kecewa.


"kenapa dia?" tanya Lila


"tumben biasanya Leo langsung menyapa Flora tapi itu tadi ekspresi apaan?" tanya Davina kaget


"kalian bertengkar yah?"


"bertengkar apaa? emang kita punya hubungan?"


"muka loh kenapa sedih begitu?" selidik Davina


"Emang kalau ketemu gue harus nyapa gitu?, lagian dia bukan siapa-siapa gue."


"gue yakin ada sesuatu yang besar diantara kalian." ujar Lila serius


"gak usah sok tau deh, mendingan kita ke kelas." ajak Flora


"tapi Flo gue masih penasaran nih?"


"gue duluan."


Flora meninggalkan sahabatnya dengan cepat.


"Leo kenapa biasanya dia langsung menyapa gue?" gumamnya


"atau dia marah?, tapi gue gak merasa punya salah?"


"kok gue sedih gini sih" batin Flora


Flora menjadi sangat sedih oleh sikap Leo yang tiba-tiba berubah. Flora memasuki kelas dan melihat Leo di sudut kelas tapi Leo langsung memalingkan muka saat Flora melihat ke arahnya membuatnya semakin sedih

__ADS_1


"kayaknya dia benar-benar marah liat muka gue aja Leo ogah." batinnya sedih


"terserahlah emang gue pikirin." gumannya dalam hati


Tapi meskipun begitu Flora merasa tidak terima dengan perlakuan Leo. Mukanya menjadi merah karena menahan air matanya.


Seusai kuliah Flora langsung pulang tanpa memberi tahu kedua sahabatnya. Moodnya menjadi tidak bagus.


Flora sampai ke rumah dengan wajah lemas dan sedih. Dia langsung masuk kamar kemudian membaringkan tubuhnya dan meraih ponselnya


"gue telpon aja kali yah?"


Kemudian mencari kontak Leo di ponselnya


"nggak deh masa gue nelpon duluan."


"atau gue chat aja kali yah, tapi nanti dia ke PD-an lagi."


"trua gue garus bagaimana, gue chat ajalah terserah fikirannya seperti apa yang penting gue tau masalahnya apa."


"Hai, sorry ganggu, loh marah yah sama gue?"


"atau loh ada masalah?, gue minta maaf kalau gue ada salah!"


Begitulah pesan singkat yang dikirim Flora. Sudah beberapa jam berlalu tapi pesannya belum juga mendapat balasan.


"mungkin ponselnya mati atau dia sedang sibuk sekarang." pikir Flora berusaha berpikir positif.


Hari menjadi gelap tapi dia belum juga mendapat balasan dari Leo. Flora melihat jamnya baru jam 7 malam dia berpikir untuk keluar rumah untuk menenangkan pikirannya. Flora mengambil jaketnya kemudian keluar


"Ma, Flora keluar bentar ya."


"jangan kemalaman pulangnya!"


"baiklah."


Flora melaju dengan si Bimbo dengan suasana hati yang tidak karuan. Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai ke kafe Zidan. Flora memasuki kafe dengan tidak hati-hati dan menabrak seseorang


"sorry gue tidak sengaja." kata Flora membungkuk meminta maaf


"iya gak apa-apa kok, apakah kamu baik-baik saja?" tanya si cowok


"iya gue baik-baik saja." kemudian bangkit dan melihat si cowok


"kayaknya kita pernah bertemu sebelumnya?" kata Enruw yakin


"tapi gue yakin pernah melihat loh disuatu tempat."


"sorry gue permisi sebentar."


Enruw kembali berusaha mengingat tentang Flora.


"maaf apakah loh pernah datang sebelumnya?"


"iya, kenapa?"


"Loh teman kampusnya Leo, Leo Sanjaya. Kenal gak?"


"oh Leo, iya gue ingat yang waktu itu sama si Leo kan?"


"iya, perkenalkan gue Enruw." sambil mengulurkan tangannya


"gue Flora, senang bertemu denganmu." menerima uluran tangan Enruw


"boleh gue duduk?"


"silahkan, loh sering datang ke sini?"


"ya begitulah kafe Zidan ini tempat pavorit gue sama si Leo."


"Oh begitu yah."


"mana sih tuh anak ditungguin dari tadi?"


"nungguin siapa?"


"nungguin si Leo, eh itu dia datang."


Flora menjadi gugup tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


"woii bro gue di sini!" sambil melambaikan tangannya ke arah Leo


Leo menghampiri mereka dan berpura-pura tidak melihat Flora.


"sorry gue telat."


"hai Leo." sapa Flora

__ADS_1


Tapi Leo tidak menghiraukan sapaan Flora. Leo hanya sibuk ngobrol dengan Enruw tanpa mempedulikan Flora di dekatnya


"Leo, Flora teman kampus loh kan?"


"iya cuma teman kampus." jawabnya terkesan menyindir Flora


"gue iri sama loh yang punya teman secantik Flora."


"ngapain iri loh juga bisa kali deketin dia." ujar Leo tanpa mempedulikan perasaan Flora.


"yang benar loh?"


"lagian kita juga cuma teman, siapa saja boleh dekat dengannya, gue tidak masalah."


Perkataan Leo benar-benar menyakiti perasaan Flora. Dia tidak sanggup lagi menahan air matanya.


"gue permisi pulang duluan."


"kenapa cepat sekali?" tanya Enruw


"sorry, mama gue nelpon pasti disuruh pulang cepat."


"baiklah, hati-hati."


"ok, bay."


Flora meninggalkan kafe, tangisnya langsung pecah ketika sampai di parkiran. Dia tidak menyangka Leo akan mengatakan hal-hal yang membuat perasaannya sakit


"emang dia pikir gue cewek apaan?"


"emang dia pikir gue cewek gampangan yang berteman dengan siapa saja."


"kalau gak suka sama gue bilang gak usah menghina ." bantinnya


"gue benci sama loh." maki Flora dalam hati


Flora tidak bisa terima dengan perlakuan Leo terhadapnya tapi dia juga ingin meminta penjelasan dari Leo. Flora merasa ada kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka.


"gue harus meminta penjelasan sih si Leo apapun yang terjadi." batinnya


Flora kembali ke rumahnya dengan wajah yang tampak kusut. Flora masuk ke kamarnya kemudian menonton drama korea pavoritnya untuk menenangkan pikirannha. Flora tidak berhenti menangis menatap layar laptonya, hatinya benar-benar hancur.


"kenapa ceritanya sedih banget, hu..hu..hu."


Ternyata Flora nangis karena Dramanya bukan karena Leo.


Keesokan harinya Flora menuju ke kampus dan hendak menemui Leo untuk menjelaskan sesuatu. Flora mencari Leo hampir diseluruh kampus tapi tidak menemukannya juga. Flora sampai di taman kampus. Kemudian melihat ke bangku taman dan melihat Leo sedang berbaring di sana.


"ternyata loh di sini." kata Flora menghampiri Leo


"Leo kita harus bicara."


Leo yang tersadar dengan suara Flora kemudian bangkit dari tidurnya.


"loh mau ngomongin apaan?"


"kenapa loh cuekin gue?"


"siapa yang cuekin loh?"


"terus kenapa loh gak nyapa gue di kampus?"


"emang perlu gue nyapa loh?, toh kita cuma teman, teman gak harus menyapa kan?"


"trus kenapa loh gak balas chat gue?, maksud loh apaan nyuruh Enruw deketin gue?"


"gini yah Flo gue bukan pacar loh yang harus ngebalas chat loh, trus emang salah kalau Enruw deketin loh kan loh juga belum punya pacar." jawabnya gamblang


Flora dibuat sangat kecewa dengan segala jawaban Leo.


"baiklah kalau menurut loh seperti itu gue terima."


"baiklah kalau begitu." jawab Leo ngasal


"tapi kalau loh berpikir gue bebas berteman dengan siapa saja, loh salah besar."


Leo hanya diam pura-pura tidak mendengarkan Flora


"kalau loh pikir gue ladenin Bang Adrian karena gue suka sama dia, loh juga salah besar, gue cuma anggap dia sebagai dosen yang harus gue hormati."


"gue tidak sembarangan menyukai orang, gue cuma menyukai 1 orang dalam hidup gue yaitu loh."


"gue janji akan berhenti menyukai loh mulai dari sekarang, untuk tugas tesis loh tidak usah kwatir gue udah menyelesaikan semuanya."


Flora meninggalkan Leo dengan rasa penuh kecewa. Leo terkejut dengan pengakuan Flora, dia senang tapi juga merasa bersalah karena sudah memperlakukan Flora dengan tidak baik.


"apa yang telah gue lakukan, pasti Flo sangat sedih dan kecewa karena gue cuekin."

__ADS_1


"Pokoknya gue harus minta maaf dan memeperbaiki semuanya." batin Leo penuh semangat


__ADS_2