
Leo melaju dengan cepat untuk mengejar Flora, dia ingin menyampaikan perasaan itu. Tapi Leo tidak melihat motor Flora. Leo bingung harus mencarinya di mana karena dia tidak tau alamat rumah Flora.
"apa mungkin gue salah jalan?" batinnya
"tidak mungkin Flora melaju dengan begitu cepat, gue yakin dia masih ada disekitar sini."
Sementara Flora mengendarai Skuternya di jalanan sepi yang biasa dilewatinya, tiba dia dihadang beberapa preman.
"he,,apa-apaan nih, kalian mau ngapain?"
"jangan galak-galak gitulah, sini maen sama Abang."
"kalau loh mendekat gue teriak nih!" ancam Flora
"silahkan teriak, tidak ada yang bakal dengerin loh." sahut preman yang lainnya
"eh, kepala botak loh kira gue takut sama loh." gertak Flora
"yang kayak gini nih yang menantang, gue suka."
Para preman itu mendekati Flora kemudian 2 diantara mereka memegang tangan Flora sedangkan yang satunya mendekati Flora dan mulai merabah bagian tubuh Flora.
"jangan sentuh gue!" teriak Flora menangis
"cepat Bang, gue juga pengen."
"tolongin gue." tangis Flora
Para preman itu terlihat seperti hewan buas yang hendak menerkam mangsanya. Preman yang satu mulai menyentuh leher Flora dengan penuh nafsu. Tiba-tiba dari belakang Leo datang
"lepasin gak!" gertak Leo
"ini jatah kita, mendingan loh pergi kalau gak mau mati."
"Lepasin gue bilang!" Leo disulut emosi
"berani loh ya." kata preman botak
Mereka berkelahi dengan memborong Leo tapi mereka bukanlah lawan tanding yang sepadam dengan Leo. Hanya butuh beberapa menit para preman itu sudah tersungkur tak berdaya.
"dan ini untuk loh karena berani menyentuh wanita gue." sambil menendang dibagian vital si preman botak
Preman itu lari sempoyongan dengan badan yang babak belur. Leo menghampiri Flora dan menggendongnya ke dalam mobil.
"loh gak apa-apa?"
"gue baik-baik saja." sambil menangis
"kita pulang ya."
"Bimbo bagamana?"
"gak usah kwatirin motor loh, nanti gue minta Enruw untuk mengurusnya.
"kenapa loh tau gue ada di sini?"
"karena gue ngikutin loh, maaf gue selalu datang terlambat saat loh dalam masalah.
"gue senang karena loh selalu menyelamatkan gue, terima kasih."
"kita ke taman bentar yah, ada yang ingin gue sampaein?"
"baiklah."
Leo memakaikan jaketnya untuk Flora dan menuntunnya menuju sebuah bangku di tengah taman.
"Flo, gue tidak tau perasaan loh sekarang seperti apa , tapi gue pengen bilang kalau hariku tanpa loh terasa sangat membosankan."
"maksudnya?"
"gue udah berusaha melupakan loh, tapi semakin gue berusaha semakin gue merindukan loh."
__ADS_1
Flora hanya terdiam mendengar pengakuan Leo
"jika di izinkan apakah boleh gue meminta loh tetap berada disisi gue?"
"maksudnya apaan sih?"
"tinggallah disisiku sebagai pacar, tolong berikan gue kesempatan." kata Leo dengan formal
"Leo, gue senang dengan pengakuan loh karena sebenarnya perasaan ini semakin sesak jika tidak melihat loh."
"ini pertama bagi gue, tapi gue berharap perasaan ini selamanya bergemah untuk loh."
"kamu tau, gue sangat menyesal dengan membuat janji untuk melupakan loh. Gue benar-benar merindukan loh." tangis Flora pecah
Keduanya saling berpelukan melepaskan rindu yang sudah sangat lama terpendam, perasaan yang selama ini mereka pendam akhirnya tersampaikan dengan hasil yang bahagia.
Leo memgecup bibir Flora lembut, Flora membalasnya dengan bibir bergetar. Leo ******* bibir Flora dengan lembut begitupun Flora dengan memberikan perlawanan. Kemudian mereka kembali berpelukan
"gue sayang sama loh." bisik Leo
"gue juga sayang sama loh." balas Flora
"gue sangat merindukanmu."
"gue yang lebih merindukan loh."
Mereka tersenyum penuh bahagia. Waktu terasa berlalu begitu cepat.
"ayo, gue antar pulang."
"baiklah."
Mereka pulang menuju rumah Flora, di dalam Mobil Leo menggenggam erat tangan Flora.
"ma kasih karena menerima perasaan gue."
"terima kasih karena sudah mencintai gadis aneh ini."
"gue yang lebih beruntung karena dicintai pria seperti loh."
Tidak terasa mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Flora.
"gue turun ya."
"bentar lagi, gue masih kangen."
"baiklah."
Leo menatap Flora dengan pandangan begitu berarti. Tampak jelas di matanya betapa dia mencintai Flora. Leo membelai rambut Flora dengan lembut.
"Leo, Aku harus masuk."
"baiklah, besok aku jemput yah."
"baiklah, see you."
Flora kemudian masuk meninggalkan Leo yang masih memandanginya dari luar
"gawat, kalau selalu dekat dengan Flora, kenapa gue gak bisa nahan kalau sama Flora" batinnya
"gue harus belajar bersabar mulai dari sekarang." batin Leo kemudian pergi
Flora memasuki rumahnya dengan hati yang begitu bahagia. Wajahnya terlihat berseri-seri.
"ma, flo pulang."
tante Lina heran melihat tingkah Flora yang terlihat beda dari sebelumnya. Sedangkan Flora memasuki kamarnya dengan bersenandung kecil.
"bahagianya." gumannya kemudian membuang tubuhnya di kasur.
Flora nampak begitu senang, sesekali dia menyentuh wajahnya kemudian tersenyum sendiri. Tidak lama kemudian ponselnya berdering rupanya itu telpon dari Leo.
__ADS_1
"hallo Leo, kamu udah nyampai rumah?"
"udah, baru aja."
Flora terdiam begitupun dengan Leo diujung telpon.
"aduh, gue gak tau mau ngommong apa." batin Leo
"deg..deg..deg.. jantung gue kenapa?" batin Flora
"Flo, kamu masih di sana?"
"iya, ada apa Leo?"
"kenapa belum tidur?"
"belum ngantuk, kamu juga belum tidur."
"iya nih, belum ngantuk juga."
"oh ya kamu lagi ngapain?"
"lagi mikirin kamu aja nih, kalau kamu lagi ngapain?
"sama, lagi mikirin kamu."
Mereka seperti anak SMA yang baru pacaran dengan melontarkan pertanyaan dan jawaban yang nyeleneh.
"Flo, gue tutup dulu yah udah ngantuk."
"oh, ok, gue juga kayaknya udah ngantuk."
"see you."
"see you too."
Flora mengulingkan tubuhnya di kasur dengan tertawa kegirangan kemudian mencium layar ponselnya.
"ternyata gini rasanya kalau orang lagi jatuh cinta." gumannya pelan.
Flora kemudian bangkit dari pembaringannya menujuh Foster di dinding kamarnya
"Oppa..sorry ya gue mengkhianati kalian."
"tapi jangan marah yah, kalian tetap punya tempat kok di dinding kamar gue, di laptop Flora juga kalian tidak akan gue hapus."
"tapi sorry..di hati Flora udah ada orang lain, namanya Leo.
Flora berbicara sendiri sambil memandangi Gambar Cha In Woo dan beberapa gambar artis korea lainnya yang ada di foster itu.
Tante Lina yang mendengar Flora berbicara sendiri merasa cemas dengan Putrinya.
"Flo sayang, kamu baik-baik saja?" tanya tante Lina dibalik pintu
"iya Ma, Flo baik-baik aja."
"mama tadi dengar kamu bicara sendiri
"bukan ma, tapi suara vidio di laptop Flora."
"mama boleh masuk?"
"Flora udah mau tidur Ma."
"baiklah, mama cuma kwatir kamu kenapa-napa."
"mama tidak usah cemas."
Tante Lina meninggalkan pintu kamar Flora dengan sedikit bingung.
"ada apa dengannya, tingkahnya aneh sekali." gumannya berbicara sendiri
__ADS_1
"semoga Flo baik-baik saja."