
Satu pesan berupa foto yang Flora terima membuatnya tidak bisa berpikiran jernih. Batinnya tidak merasa tenang.
Sepulang dari kampus Flora hanya menutup dirinya di kamar. Perutnya yang kelaparan tidak dihiraukannya lagi. Beberapa kali dia melihat ponselnya tapi tidak juga mendapat panggilan dari Leo bahkan pesannya belum juga mendapat balasan.
"Leo sebenarnya apa yang terjadi?, jangan buat gue bingung?" guman Flora
Sampai akhirnya Flora tidak bisa menahan diri lagi, dia mengambil kunci motornya dan pergi menuju rumah Leo. Tapi Flora tidak menemukan siapa-siapa di sana. Rupanya tante Sinta juga sedang keluar.
"apa mungkin mereka benar-benar tunangan?"
"nggak mungkin, gue harus hubungin Enruw."
Flora mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Enruw tapi tidak juga mendapat respon
"kenapa tidak ada respon, kenapa semua orang sibuk?"
Flora membelai rambutnya dan mengusap wajahnya kemudian membungkuk memegang kedua lututnya. Flora terlihat putus asa dan seakan badannya rapuh tak sanggup berdiri tegap.
Keesokan harinya di kampus ketika Flora sedang duduk di taman Raisa datang menemuinya
"bagaimana sekarang apa loh masih kekeh mau bertahan sama Leo?"
"maksud loh apaan?"
"ayolah, gue yakin loh pasti udah liat pesan gue kemarin, jadi apa lagi yang belum jelas?"
"gue yakin itu semua cuma akal-akalan doang."
"gue yakin pasti kemarin loh sibuk nyari tau tapi tidak ada yang ngerespon, loh ke rumah Leo tapi tidak ada siapa-siapa terus loh hubungin Enruw tapi tidak direspon, gue benar kan?"
"kok loh tau?"
"iyalah tau, karena kemarin kami menghabiskan waktu bersama, taulah kemarin hari penting buat gue sama Leo."
"gue belum percaya sampai gue mastiin sendiri sama Leo."
"Flo, loh harusnya sadar Leo lebih milih gue, jadi tolong tinggalin dia buat gue yah, mau yah?" kata Raisa memelas sombong
"pokoknya terserah loh mau ngomong apa, gue cuma mau mastiin sama si Leo."
"keras kepala juga nih anak, gue harus bagaimana kalau Flora benar-benar nemuin Leo, ketauan dong kalau gue bohong." batin Raisa
Raisa benar-benar terkejut ketika melihat Leo sedang menuju ke arah mereka karena kehilangan akal tidak tau harus berbuat apa dia langsung menjatuhkan tubuhnya.
"apa-apaan loh langsung jatuh gitu?" tanya Flora
"aww sakit, gue tau loh gak suka sama gue tapi bukan gini caranya." kata Raisa merintih kesakitan
"emang gue lakuin apa sama loh, nyentuh loh aja nggak."
"loh jahat Flo, bukannya nolongin malah ketawain gue." kata Raisa pura-pura menangis
Raisa semakin merintih kesakitan ketika melihat Leo semakin dekat dengan mereka
"berdiri deh, malu-maluin tau kayak gitu."
"loh gak apa-apa?" tanya Leo langsung menolong Raisa
"Leo?"
"sakit Leo, tadi Flo ngedorong aku."
__ADS_1
"gue gak ngapain-ngapain Raisa kok, dianya aja yang jatuh sendiri."
"meskipun begitu harusnya kamu bantuin Raisa berdiri Flo."
"kamu kok malah belain dia Leo?"
"bukan belain, tapi yang kamu lakuin ini salah, harusnya kamu pekah sebagai sesama cewek."
"tapi Leo, dia cuma berusaha narik perhatian kamu."
"udah tau salah tapi malah ngelawan."
"udah Leo, mendingan kita pergi aja." kata Raisa
"ayo gue bantuin."
Raisa tersenyum puas melihat Flora sedangkan Flora begitu terpukul mendapati Leo yang membelah Raisa bukan dirinya.
"baiklah, mungkin gue yang memang harus mundur, semuanya udah sangat jelas jadi apa lagi yang harus gue pertahanin. Gue cuma butuh waktu untuk memperjelas semuanya."
Flora mengambil ponselnya dan menulis pesan singkat untuk Leo
"Aku ingin ketemu sama kamu di Kafe biasa jam 7.30 ntar malam, Aku harap kamu datang."
Malam pun tiba, Flora sudah sampai di Kafe Zidan jam 7.15 menit lebih awal. Setelah beberapa menit menunggu Leo pun akhirnya sampai. Flora berdiri untuk menyambut kedatangan Leo
"hay Flo, udah lama nunggunya?"
Leo langsung memeluk Flora dan mengecup jidatnya
"gue kangen bangat sama kamu."
"kamu gak apa-apa?"
"gak apa-apa kok." jawab Flora tersenyum
"Aku minta maaf soal yang di kampus tadi, Aku gak bermaksud marahin kamu."
"iya Aku gak ada masalah kok."
"kamu mau makan apa?"
"maaf Leo, Aku ngajak kamu ke sini karena ingin menanyakan sesuatu?"
"nanya apa?"
"apa benar semua yang dikatakan Raisa itu benar?"
"Raisa udah bilang ke kamu ya, syukurlah, Aku senang dia bisa mengatakannya."
"jadi benar yah?, Aku gak nyangka kalau itu benar." kata Flora sedih
"kenapa kamu sedih, harusnya kamu senang dong tau kenyataannya."
"kenyataan apa Leo?, apa kamu harap Aku akan tersenyum lebar melihat kamu berduaan sama si Raisa, atau apa Aku harus pura-pura kuat mengetahui hubungan kalian?"
"maksud kamu apaan sih Flo?, gue gak ngerti."
"Aku udah berusaha sabar, tapi ternyata ini kenyataan yang harus Aku terima."
"gue benar-benar gak ngerti maksud kamu Flo?"
__ADS_1
"lebih baik kita akhiri semuanya, cukup sampai di sini aja hubungan kita."
"kenap Flo, emang salah Aku apa?"
"kamu jahat Leo, Aku pikir kamu gak bakalan nerima Raisa lagi tapi ternyataannya kamu masih sangat mengharapkannya."
"siapa yang mengharapkan Raisa, Aku sangat mencintai kamu, tolong ngertiin Aku Flo."
"bahkan disaat seperti kamu masih egois Leo, Aku rasa tidak ada lagi yang harus dipertahanin."
"Flo, padahal Aku berharap kamu bisa ngertiin posisi Aku sekarang, Aku tidak bisa ninggalin Raisa karena dia sedang sakit."
"karena itu kita harus akhiri semuanya Leo, maaf Aku harus pergi."
"tolong Flo, jangan lakuin ini, Aku tidak bisa hidup tanpa kamu Flo, kamu segalanya buat Aku." kata Leo berusaha menahan Flora
"lepasin Leo, mendingan kamu pulang ngurusin Raisa."
Flora kemudian pergi meninggalkan Leo yang masih bingung. Sedangkan Leo tidak habis pikir kenapa Flora menjadi sedih.
"kenapa kamu lakuin ini Flo?, bukankah Raisa udah jelasin ke kamu kalau hubungan kami hanya sebatas teman, apa Raisa gak ngasih tau kamu kalau dia sakit karena gue?, apa mungkin Raisa belum ngasih tau kamu kalau gue cuma berusaha jagain Raisa karena dia sedang sakit?", kenapa kamu malah marah dan sedih Flo?"
Leo benar-benar sedih, dia tidak tahu bahwa Raisa tidak pernah memberi tahu Flora tentang masalahnya. Sedangkan Flora mengira mereka benar-benar tunangan dengan jawaban yang Leo berikan.
Hubungan mereka sungguh berakhir karena kesalah pahaman.
Flora melaju dengan kencang dengan air mata yang mengalir tiada henti. Di bawah langit malam dengan suara petir yang menggelegar dan hujan pun datang seakan mereka mengerti dengan suasana hati Flora.
Di bawah derasnya air hujan di tengah perjalanan pulang skuter Flora tiba-tiba mogok.
"komplit sudah penderitaan gue, kenapa loh harus mogok sekarang Bimbo."
Flora berteriak sambil menangis
"kenapa semuanya harus terjadi sama gue?"
"gue tau hubungan kami akan berakhir seperti yang di drama korea, tapi kenapa begitu menyakitkan, kenapa dada ini seperti mau meledak?"
Flora menangis dengan suara tangisan yang sangat keras. Dia meluapkan semuanya emosinya dengan menangis.
Flora kemudian jongkok sambil memeluk kedua lututnya. Dia tidak peduli dengan deras hujan yang membasahi semua tubuhnya. Tiba-tiba seseorang datang dan memberikan payung kepada Flora.
"ngapain kamu di sini?, ayo Aku antar kamu pulang!"
Flora mendongakkan kepalanya dan melihat seseorang di sana
"bang Adrian?"
"Flo, ngapain kamu bawah hujan kayak gini, apa yang terjadi?"
"skuter Aku mogok, padahal rumahku masih jauh."
"ayo Aku anterin kamu pulang, skuter kamu diparkir di sana aja dulu."
Adrian memindahkan motor Flora ke depam sebuah mini market yang tidak jauh dari tempatnya berdiri
"terima kasih, tapi maaf sudah merepotkan."
"ayo, nanti kamu bisa sakit kalau kelamaan kena hujan."
Adrian tidak tahu apa yang terjadi tapi dia dapat menebak bahwa Flora sedang dalam masalah saat itu.
__ADS_1