
Seiring berjalannya waktu Flora merasa bahwa kisah cintanya mirip dengan drama korea yang selalu dinontonnya. Dia tidak menyangka menjalani kehidupan cinta yang berjalan sesuai drama. Tapi Flora tidak berpikir untuk mengakhiri hubungan mereka begitu saja. Kisah sedih mungkin sama tapi akhirnya harus berbeda.
Malam itu Flora kembali menatap layar laptopnya, hatinya sedih menonton drama yang diputarnya. Tidak terasa air matanya terjatuh.
"kenapa kisah cinta kalian begitu menyedihkan? Huu..huu..apakah Aku juga akan menjalani kisah cintaku seperti kisah kalian?, kenapa begitu menyakitkan mengetahui ada orang lain yang menginginkan orang yang kita cintai." Flora berbicara sendiri
"sekarang bukan hanya kisah kalian yang menyedihkan tapi sekarangpun Aku menangis karena kisah kami yang mungkin sebentar lagi akan berakhir, huu..huu apa yang harus Aku lakukan?" kata Flora sambil menangis.
Apa yang dicemaskan Flora benar-benar terjadi. Setiap ucapan yang dilontarkan Raisa bukanlah bualan semata. Raisa akan selalu berusaha untuk mengganggu hubungan mereka. Flora harus kuat dan sabar menghadapi semuanya.
Flora terbangun dari tidurnya dengan wajah yang sembab.
"hmm, baru babak awal Aku udah nangis, padahal perjalanan ini masih sangatlah panjang." batin Flora
"Flo, ditungguin Leo tuh."
Flora langsung keluar dari kamarnya mengetahui kedatangan Leo.
"pagi sekali datangnya."
"mata kamu kenapa sembab begitu, apa semalam kamu nonton drama lagi?"
"hmm,,kisahnya sedih bangat, tapi mungkin kisah kita akan jauh menyedihkan."
"jangan ngomong gitu, apapun yang terjadi kita pasti bisa melewatinya bersama, mendingan kamu pergi mandi dan siap-siap."
"hari ini libur, Aku mau di rumah aja."
"Aku diminta Mama buat jemput kamu, katanya kangen."
"baiklah, Aku siap-siap dulu."
Beberapa menit kemudian Flora sudah bersiap
"Ma, Aku ke rumah Leo yah."
"bawa ini buat mamanya Leo." menyerahkan bingkisan kecil
"apa ini Ma?"
"bukan apa-apa, kemarin Mama bikin kue bolunya kebanyakan, lagian gak enak mau bertamu tapi tidak bawa apa-apa."
"terima kasih tante, kami berangkat dulu." kata Leo
"sampaikan salam tante sama Mama kamu!"
"baiklah."
Orang tua mereka belum pernah bertemu secara langsung tapi hubungan diantara mereka terjalin dengan sangat baik. Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di rumah Leo
"Ma, kami datang."
"Flora sayang, tante sangat kangen sama kamu." kata tante Sinta memeluk Flora
"Flo juga kangen tante."
"nih ada bingkisan dari mamanya Flo." Leo menyerahkan sebuah bingkisan
"mama kamu baik sekali, lain kali kita harus makan bersama mama kamu."
"terima kasih tante."
"Ma, Leo ke kantor dulu. Tolong jangan menyusahkan Flo ya Ma!"
"baiklah."
Tante Sinta sangat menyayangi Flora, mereka akan menghabiskan waktu dengan kegiatan-kegiatan kecil seperti memasak, karokean di rumah atau sekedar berbincang. Ting tong,,ting tong bel berbunyi
"sepertinya ada orang datang." kata tante Sinta
__ADS_1
"biar Flo yang bukain."
Flora terkejut melihat orang yang ada di balik pintu begitupun sebaliknya orang yang dibalik pintu sama terkejutnya dengan Flora.
"siapa sayang?" tanya tante Sinta
"hay tante, bagaimana kabar tante?, sudah lama kita tidak bertemu."
"nak Raisa ya, kamu bagaimana kabarnya?"
"baik kok tante, Raisa sangat merindukan tante."
"ayo mari." kata tante Sinta
Flora hanya mengikuti mereka dari belakang
"oh ya, kenalin ini pacar Leo!"
"udah kenal kok tante, kami sering bertemu."
"begitu yah, ayo sayang sini duduk dekat tante." kata tante Sinta memanggil Flora.
Raut wajah tampak kesal melihat keakraban mereka.
"kalian kelihatan sangat akrab?" tanya Raisa
"iya, tante sudah menganggap Flora sebagai anak sendiri, bahkan sebelum mereka menjalin hubungan. Tante sangat senang Flora menjadi pacar Leo. Ujarnya panjang lebar.
Raisa terlihat begitu kesal dengan penjelasan tante Sinta. Dia tidak bisa menerima bahwa kehadiran Flora sangat membuat tante Sinta bahagia.
"Raisa ingat dulu tante sering ngajak Aku sarapan bareng."
"oh ya?"
"tante sangat suka dengan tumis kangkung Raisa bahkan Leo juga sangat suka." kata Raisa berusaha menarik perhatian tante Sinta
"iya tante ingat, kamu juga sering membawa buah untuk tante."
"kamar Leo masih yang dulu gak tante?"
"iya, masih."
"dulu kami sering menghabiskan waktu di kamar Leo."
Raisa berusaha membuat Flora cemburu dan benar saja Flora terlihat begitu cemburu.
"gue aja yang udah sering datang belum pernah melihat isi kamar Leo, sabar Flo dia cuma berusaha manas-manasin loh." batin Flora
"oh ya tante, apa boleh Raisa sering datang ke sini?"
"boleh dong, anggap aja rumah sendiri."
"terima kasih tante."
Raisa benar-benar berusaha mengambil hati tante Sinta dan merusaha menyingkirkan Flora.
"kabar orang tua kamu bagaimana?"
"mereka baik-baik saja berkat Om dan tante."
"syukurlah, ayo kita sarapan dulu."
"baiklah tante." kata Raisa
"ayo sayang kita sarapan."
"iya tante." jawab Flora
"silahkan nak Raisa!"
__ADS_1
Raisa kemudian mengambilkan makanan untuk tante Sinta dan menambahkan beberapa tumis udang di piringnya
"silahkan tante, Raisa dulu sering melakukan ini untuk tante dan sekarang Aku merasa senang bisa melakukannya lagi untuk tante."
Tapi makanan yang disajikan Raisa langsung diambil oleh Flora
"maksud loh apaan, jangan kurang ajar ya loh cuma karena tante Sinta baik sama loh."
Tapi Flora tidak menanggapi ocehan Raisa dan langsung mengganti makanan tante Sinta dengan yang baru.
"silahkan tante."
"terima kasih sayang, kamu benar-benar pengertian."
"apa tante tidak suka dengan perhatian Raisa?"
"tante Sinta alergi udang, apa kamu tidak tau?" tanya Flora
Raisa terkejut dan tidak tau kalau tante Sinta alergi udang. Dia baru menyadari mengapa dulu di meja makan tidak pernah disajikan udang.
"maaf tante Raisa tidak tau, tapi kenapa tante menyiapkan udang kalau tante alergi?"
"karena ini makanan pavorit Flo dan Leo jadi tante masakkan buat mereka."
Hati Raisa terasa terbakar mengetahui tante Sinta begitu perhatian dengan Flora.
"sialan si Flora, liat aja gue akan merebut mereka kembali." batin Raisa
Sedangkan Flora merasa begitu senang mengetahui perhatian tante Sinta kepadanya.
"gue harus bertahan, gue tidak boleh menyerah, tante Sinta ada dipihak gue."batin Flora
Tante Sinta mengetahui dengan jelas maksud kedatangan Raisa yaitu untuk mendekati Leo lagi. Tapi Tante Sinta tidak akan membiarkan putranya terluka lagi.
"tante berharap hubungan Leo dan Flo berjalan dengan baik hingga ke pelaminan. Tante sangat menyayangi Flora."
"maksud tante apa?" tanya Raisa terkejut
"Leo sangat mencintai Flo, dan tante sudah anggap Flo sebagai anak sendiri, semoga kamu juga mendapat pasangat yang baik nak Raisa."
Raisa sangat kesal dengan perkataan tante Sinta
"sialan nih orang, kalau bukan Leo juga gue tidak bakal datang ke sini." batin Raisa
"Aku juga beharap begitu tante." kata Raisa menahan emosinya
"kalau begitu Raisa pamit ya tante, lain kali Raisa bekunjung lagi."
"baiklah, kamu hati-hati yah."
Melihat kepergian Raisa tante Sinta menarik nafas panjang seperti ada yang terlepas dari dari tenggorokannya
"nak Flo jangan terpengaruh dengan ucapan Raisa dia cuma berusaha untuk membuat kamu cemburu, tante tau dia kembali untuk mendekati Leo."
"kenapa tante bisa tau?"
"tante tau Raisa gadis seperti apa, tante tidak akan membiarkan dia mendekati Leo lagi, tante salut melihat kamu menahan emosi."
"hee, Flo tidak tau kalau tante tenyata memperhatikan Flo."
"kamu harus sabar, apapun yang terjadi jangan berhenti berjuang dan teruslah bertahan demi hubungan kalian, Leo emang orangnya sangat setia dan mencintai kamu tapi dia juga mudah mengasihani orang lain. Tante takut dia terpancing dengan sandiwara Raisa."
"Flo sangat takut tante, Flo mengira tante tidak akan mendukungku karena tante lebih dulu kenal dengan Raisa."
"jangan cemas, apapun yang terjadi tante ada dipihak kamu."
"terima kasih tante, Flo janji tidak akan menyerah."
Flora merasa lega, setidaknya tante Sinta mendukung hubungan mereka.
__ADS_1