
Davichi- Forgetting You
Non summeul kkuk chomgo geudaereul borabone ( Aku menahan nafasku karena melihat dirimu)
Sesange kkok meomchungeoscheoreom (dunia ini seakan berhenti)
Seuchyeo jinaganeun baramcheoreom (seperti angin yang lewat)
Noreul mosbondahaedo (meski kau tidak melihatku)
Maemaeumeum geudaereul hyanghane (hatiku tetap menuju ke arahmu)
Geudael saranghaneunaeun chom apeuniriya (mencintaimu adalah sesuatu yang menyakitkan).
Ketika cinta menghadirkan bahagia maka di butuhkan pengorbanan si pencinta untuk memperjuangkan bahagia itu. Air mata mungkin selalu menghiasi tapi itu bukanlah alasan untuk menyerah. Setiap langkah memiliki cerita masing-masing, tapi apapun itu cinta memberi keberanian untuk tidak putus asa.
Sebesar apapun sakit yang Flora rasakan dan sebanyak apapun air mata Flora menetes dia tidak memilih untuk berhenti. Flora beranggapan cinta tidal akan mendewasakan seseorang jika mereka tidak tau beratnya pengorbanan.
Flora terus berpikir positif, apapun yang Leo lakukan semuanya memiliki alasan dan Flora hanya perlu mencari tahu.
Hari itu Flora sengaja bolos kuliah dia berencana untuk menemui Raisa dan menanyakan langsung tentang hubungannya bersama Leo. Flora tidak tahu tempat tinggal Raisa tapi dia tahu di mana dia bisa menemui Raisa.
"ternyata gak susah nyari keberadaan loh." kata Flora ketika memasuki apartemen Leo
"bagaimana loh bisa masuk?"
"gak susah buat gue masuk ke tempat ini, pasword pintunya gue yang bikin, kenapa?"
"terus ngapain loh ke sini?"
"emang kenapa?, ini kan apartemen Pacar gue jadi terserah gue dong mau datang atau tidak."
"jangan buat gue marah, loh akan menyesal kalau berani ngelawan gue."
"gue gak takut sama loh." kata Flora tersenyum
"mendingan loh pergi deh, Leo gak bakal peduli sama loh dan siap-siap aja bentar lagi Leo akan mutusin loh."
"gue gak tau apa yang loh lakuin sama Leo sampai dia berubah tapi loh harus tau Leo gak bakal mutusin gue."
"kita liat aja nanti sampai kapan loh akan bertahan sama Leo, kalau dia gak mutusin loh berarti loh yang akan mutusin dia."
"baiklah kita liat aja nanti siapa yang akan dipilih Leo." kata Flora kemudian beranjak keluar dari apartemen
"gue saranin loh siapin tissu banyak-banyak, ok!" teriak Raisa.
Flora keluar dari Apartemen Leo dan bersandar di pintu. Badannya gemetar semua.
"gak apa-apa Flo, loh harus berani hadapin Raisa. Loh harus yakin Leo akan belain loh." batin Flora
"huu,,cukup untuk hari ini, selanjutnya besok gue akan bicara sama Leo di kampus."
Hari selanjutnya di kampus ketika kelas sudah selesai Flora akan menemui Leo dan membicaraka sesuatu. Akan tetapi ketika hendak berdiri Leo menghampirinya
"kamu udah makan belum?" tanya Leo
__ADS_1
"belum, nih rencananya mau ngajakin kamu ke kantin."
"ok, kalau begitu bareng aja, Aku tadi juga mau ngajakin kamu ke sana."
"baiklah, aku juga mau ngomongin sesuatu sama kamu."
"mau ngomongin apa Flo?"
"kamu gak tau atau pura-pura gak tau Leo?, akhir-akhir ini kamu berubah tapi sepertinya kamu bersikap seperti tidak pernah terjadi sesuatu." batin Flora
"hey kok malah bengong."
"eh, maaf. Ayo kita ke kantin, Aku dah lapar banget."
"Ayo." kata Leo sambil meraih tangan Flora
Baru beberapa langkah mereka dikejutkan dengan kedatangan Raisa
"ngapain sih Raisa ke kampus." batin Leo
"dari tadi Aku nyariin kamu, eh ternyata kamu di sini."
"ngapain loh ke sini?"
"Aku kangen banget sama kamu, aku dah tungguin kamu dari tadi loh." kata Raisa manja
"Raisa, loh pulang deh. Nanti gue hubungin loh kamu udah pulang kampus."
"tapi Akunya mau pulang bareng kamu." Katanya Raisa manja kemudian menggandeng lengan Leo
"gue mau makan sama Flo, loh kan bisa pulang sendiri!"
"tapi Aku gak bisa bawa mobil sendiri, kata dokter Aku gak boleh bergerak terlalu sering nanti sakitnya bisa kambuh."
"emang sopir loh mana?, gak usah banyak alasan deh." Ujar Flora
"gue ngomong sama Leo bukan sama loh."
"baiklah, ayo gue anterin loh pulang."
"ma kasih Leo."
"Flo, maaf ya Aku anterin Raisa pulang dulu, nanti Aku kabarin kamu. Makan yang banyak dan cepat pulang ok." Leo membelai rambut Flora
"ayoo." rengek Raisa manja
Raisa menarik lengan Leo dan mengajaknya pergi. Leo terlihat malas untuk mengikuti Raisa sedangkan Flora hanya menatap punggung Leo.
"gue kangen banget sama loh." kata Lila meniru Raisa
"sejak kapan kalian di sini?" tanya Flora
"sejak tadi." kata Davina
"liat tuh Raisa kayak prangko yang selalu nempel sama Leo." ujar Lila memunjuk Raisa
__ADS_1
"gue yakin pasti Leo merasa tersiksa dengan Raisa yang tempel-nempel terus." ujar Davina
"tapi kok Leo nurut- nurut aja sama Si nyonya prangko?"
"gue juga gak tau, Leo berubah sekarang, bahkan dia bersikap seperti tidak ada yang terjadi dalam hubungan kami."
"yang sabar Flo, pasti Leo punya alasannya." kata Davina
"gue selalu berusaha sabar meskipun sebenarnya gue gak tahan dengan situasi ini. Gue seperti bukan pacar Leo lagi."
"kenapa loh gak tanyain langsung ke Leo?" tanya Lila
"baru aja gue mau nanyain, eh si nyonya prangko langsung datang."
"susah yah ketemu sama Leo?" tanya Davina
"hmm, gue sendiri bingung, apakah kami masih mempunyai hubungan atau tidak. Kami tidak pernah lagi menghabiskan waktu bersama, Leo juga gak pernah ke rumah gue lagi."
"pasti gara-gara nyonya prangko, pokoknya kamu harus kuat dan tidak boleh nyerah!" kata Lila
"iya Flo, Loh harus semangat, kita gak bakal ninggalin loh." kata Davina
"bahkan jika suatu hari nanti gue gak sama Leo lagi kalian harus tetap di sini untuk gue. Ok!"
"ok." kata Davina dan Lila kompak
"bay the way, kalian dapat ide dari mana samapi manggil Raisa Nyonya prangko?"
"yaa spontan aja, lagian dia emang kayak prangko kali yang taunya nempel mulu sama Leo, iya gak?"
"gue setuju, kayaknya nama itu cocok sama si Raisa." kata Davina mengiyakan
"baiklah mari kita panggil Raisa si nyonya prangko." kata Flora
Mereka bertiga kemudian tertawa bahagia. Tapi meskipun Flora tertawa keras tapi tatapan matanya berkata lain, ada kesedihan yang tersimpan di sana.
"daripada loh galau, mendingan kita jalan-jalan, bagaimana?" tanya Lila
"malas ah, gue mau pulang aja, hati gue butuh istirahat." jawab Flora
"maka itu Flo, loh harus melepaskan lelah tapi bukan pulang tidur tapi pergi jalan-jalan." kata lila
"ayolah Flo, loh butuh sesuatu yang dapat menghilangkan lelah loh." ujar Davina
"ayolah, gue traktir deh, bagaimana?" usul Lila
"hmm bagaimana yah?, baiklah kalau kalian maksa." jawab Flora tertawa
"dasar, kalau traktir aja langsung mau."
"di mana-mana yah gak ada yang bisa nolak kalau ada yang mau trakdir." kata Flora
"gak apa-apalah yang penting loh seneng deh." ujar Lila
"kapan OTW kita?" tanya Davina
__ADS_1
"sekarang dong." jawab Flora
Mereka pun meninggalkan kampus dengan tertawa riang.