
BEBERAPA TAHUN LALU
Insiden kecelakaan yang terjadi pada saat itu ternyata tidak hanya menimpa Leo tapi juga ada orang lain yang menjadi korbannya. Mobil yang melaju sangat kencang hari itu tidak dapat mengontrol laju mobilnya sehingga menabrak dua orang pejalan kaki yaitu Leo yang hendak menyelamatkan Raisa dan tante Lina yang kebetulan ada di areah tersebut.
Flora yang masih berada di Sekolah langsung menuju ke Rumah Sakit saat mengetahui Mamanya mengalami kecelakaan. Di Rumah Sakit Flora sangat panik, dia tidak henti-hentinya menangis melihat kondisi Mamanya yang sangat parah.
Kecelakaan itu menyebabkan mamanya kehilangan banyak darah sedangkan stok darah di di Rumah Sakit saat itu sedang kosong untuk golongan darah O. Flora semakin kebingungan saat mengetahui biaya pengobatannya sangat mahal. Tabungannya tidak cukup untuk biaya pengobatan mamanya sedangkan dia juga harus mendapat donor darah secepatnya.
Flora menemui Doktet untuk mendonorkan darahnya tapi ternyata golongan darah mereka berbeda, Flora bergolongan darah A sedangkan mamanya bergolongan darah O. Flora semakin panik, tidak ada yang bisa menolongnya.
"Apakah tidak ada anggota keluarga yang bisa mendonorkan darahnya?"
"Tidak ada Dok, kami tidak memiliki keluarga. Apakah kita tidak bisa mendapatkan stok darah dari rumah sakit lain?" Flora sangat cemas.
"Bisa saja, tapi kamu harus menyelesaikan administrasi pembayarannya dulu."
"Tapi Dok kami tidak memiliki cukup uang untuk membayar pengobatannya. Apakah biaya pengobatannya tidak bisa diselesaikan diakhir?"
"Maaf tidak bisa karena itu sudah menjadi prosedur pihak Rumah Sakit. Sebaiknya kamu berusaha secepat mungkin sebelum terlembat.
"Tolong dokter, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Tolong selamatkan mamaku!" Flora memohon dengan menagis.
"Maaf, kami tidak bisa membantu."
Raisa yang berada di luar ruangan Dokter tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Dia menunggu Flora keluar dari ruangan tersebut.
"Permisi?" Raisa menghentikan langkah Flora
"Ada apa? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Flora melihat Raisa dengan seksama karena merasa tidak mengenalnya.
"Kita memang tidak kenal, tapi aku bisa membantu biaya pengobatan mamamu."
Flora memandangi Raisa begitu lama. Dia berpikir tidak mungkin ada orang yang tiba-tiba datang menawarkan bantuan.
__ADS_1
"Aku tau mama kamu sedang sekarat sekarang, sedangkan golongan darah kalian berbeda dan kamu tidak memiliki uang untuk biaya pengobatannya. Aku akan membantunmu?" Raisa terlihat serius.
"Tapi bagaimana bisa kamu akan membantuku?" Flora masih tidak percaya.
"Aku dengar golongan darahmu A, teman aku juga bergolongan darah A dan sekarang dia juga sekarat karena mengalami kecelakaan."
"Apakah kamu membutuhkan donor darah?"
"Sebenarnya bukan, aku juga tidak yakin apakah sumsum tulang belakang kalian cocok karena bergolongan darah yang sama. Tapi jika memang cocok, aku ingin kamu mendonorkan sumsum tulang belakang kamu buat teman saya.
Tanpa berpikir panjang Flora langsung menyetujui permintaan Raisa. Itu adalah cara satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa mamanya.
"Baiklah, aku setuju. Tapi kamu harus janji untuk membayar biaya pengobatan mamaku jika aku mendonorkan sumsum tulang belakangku." Flora begitu senang karena memiliki harapan.
"Apakah kamu tidak takut dengan resikonya?" Raisa bertanya untuk memastikan.
"Aku tidak peduli dengan resikonya, yang penting adalah mamaku kembali sehat."
"Terserah kamu, yang penting adalah mamaku selamat. Kalau begitu apa kita bisa melakukan pemeriksaan sekarang?" Flora terlihat tidak sabar.
Mereka melakukan pemeriksaan dan hasilnya benar-benar menakjubkan. Sumsum tulang mereka sama. Senyum kebahagian tergunjing di bibir Flora. Dia menangis terharu karena bisa menyelamatkan nyawa mamanya.
"Dokter, apakah dia bisa melakukan dodor sumsum tulang secepatnya?" tanya Raisa.
"Iya bisa, jika si pendonor siapa?" tanya sang Dokter.
"Terima kasih dokter, tolong lakukan yang terbaik. Aku akan menemui orang tua pasien untuk meminta persetujuan. Kemudian tolong selamatkan mamanya, aku akan menyelesaikan semua pembayaran pengobatannya."
"Baiklah, pendonor atas nama siapa?"
"Atas nama Raisa Anindita, untuk penerima donor atas nama Leo Sanjaya. Aku permisi sebentar."
"Apakah kamu memiliki hubungan keluarga dengan pasien?" Dokter terlihat penasaran.
__ADS_1
"Tidak Dok, bahkan aku tidak mengenali pasien yang akan menerima donor. Apa ada masalah Dok?" Cemas Flora.
"Justru Aku merasa ini adalah sebuah keajaiban, bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki hubungan darah bisa memiliki sumsum tulang yang sangat cocok. Ini kejadian yang sangat langkah, pasien harus berterima kasih kepadamu."
Di depan kamar pasien Leo, tampak Raisa yang sedang berbicara serius dengan Orang Tua Leo.
"Om, tante. Aku akan melakukan donor sumsum tulang belakang untuk Leo," Kata Raisa serius.
Orang tua Leo langsung terkejut dengan perkataan Raisa. Mereka tidak menyangka Raisa akan berkorban untuk anak mereka.
"Apa kamu serus Nak Raisa?" tanya tante Sinta tidak percaya.
"Aku serius tante, kata Dokter kita bisa melakukannya secepat mungkin jika kondisi Leo memungkinkan," Raisa meyakinkan mereka.
"Kata Dokter, kondisi Leo tidak parah. Apakah kamu yakin untuk melakukan ini?" tante Sinta merasa kurang yakin.
"Tapi bagaimana kamu bisa tau tentang penyakit Leukimia tang diderita Leo?" tanya Om Haris.
"Sebenarnya, aku sudah tau dari dulu, dan selama itu aku terus berpikir untuk melakukan sesuatu untuk Leo dan akhirnya sekarang Raisa benar-benar yakin untuk melakukan donor," Raisa terluhat begitu yakin.
"Terima kasih banyak nak Raisa, lakukan yang terbaik! Kami akan memberikan apa saja yang kamu butuhkan," Om Haris sangat yakin.
"Baiklah, Aku cuma ingin Kuliah di Luar negeri dan jika kalian tidak keberatan, aku ingin kalian memberi pekerjaan untuk orang tuaku yang sudah bangkrut," kata Raisa berharap.
"Apapun itu Om akan melakukannya untukmu, Om akan membiayai kuliah di Luar Negeri sampai selesai."
"Terima kasih banyak Om, kalau begitu ayo kita melakukan donor sumsum tulang sekarang," Raisa tersenyum bahagia, apa yang diinginkannya akhirnya tercapai. Dia akhirnya bisa memanfaatkan kelemahan Leo untuk dirinya.
Operasi donor Sumsum tulang belakang berjalan dengan lancar. Kebahagian terpancar jelas di wajah orang tua Leo. Enruw yang berada di rumah sakit saat itu pun ikut bahagaia mengetahui akan kesembuhan sahabatnya, dia merasa begitu bangga dengan Raisa yang berani berkorban untuk Leo.
Mereka tidak tahu bahwa Raisa menipu mereka, bukan dia yang melakukan donor melain Flora. Raisa memanfaatkan kebaikan palsunya untuk memeras Orang Tua Leo dengan tujuan balas dendam.
Tapi entah mengapa Flora sama sekali tidak mengenali wajah Raisa sampai sekarang. Dia tidak mengingat Raisa yang telah menyelamatkan mamanya beberapa tahun lalu. Flora tidak pernah tahu bahwa dia yang menyelamatkan nyawa Leo.
__ADS_1