Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Pertemuan ke-2


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Cinta yang terjalin diantara Flora dan Leo semakin lama semakin besar. Cinta tumbuh tanpa hadirnya pertentangan. Entah sampai kapan hubungan mereka akan bertahan. Cinta yang hadir akan mengalahkan segalanya dan tidak perlu mengungkit luka yang terkubur karena hanya akan membuat cinta itu retak.


Flora hanya perlu menjaga cintanya tanpa menengok ke belakang. Tak ada gunanya masa lalu yang hanya akan menghadirkan luka. Kita hanya perlu melihat ke depan memikirkan hal-hal indah yang akan kita jalani nantinya. Pikiran yang seperti ini membuat Flora tidak mengungkit masa lalu mereka berdua.


Pagi itu Flora bersiap-siap untuk pergi kampus sebagai rutinitas utamanya.


"Flo, ayo sarapan Nak!"


"Iya ma, tunggu bentar."


"Mama tunggu di meja makan."


"Ok, Flo juga udah selesai," Flora menuju meja makan.


"Hood morning?"


"Kapan kamu kemari?" Flo terkejut.


"Dari tadi, kenapa?" tanya Leo.


"Nggak apa-apa, biasanya gak sepagi ini kamu datang."


"Emang gak boleh datang pagi-pagi?"


"Bukan gitu, tapi kamu datangnya terlalu cepat."


"Silahkan nak Leo!" tante Lina mempersilahkan Leo makan.


"Mulai hari ini Leo akan selalu datang pagi-pagi, boleh ya tante?"


"Boleh, silahkan datang kapan pun nak Leo mau."


"Serius kamu mau datang setiap pagi?"


"Seriuslah, pokoknya kita akan sarapan bareng setiap pagi di meja ini." jawab Leo


"Ini rumah aku, kamu gak boleh seenaknya gitu." Flora menjulurkan lidahnya.


"Kalian udah pacaran tapi masih juga berantem, ayo habiskan makanannya nanti telat ke kampus," kata tante Lina.


"Supnya enak sekali," ujar Leo.


"Abis makan bayar, gak ada yang gratis, ok!"


"Flo jahat bangat tante." ujar Leo pura-pura sedib.


"Udah, kalau selesai cepat berangkat ke kampus, mama pusing liat kalian berantem."


Dunia Flora dipenuhi kejutan-kejutan kecil oleh Leo. Meskipun hanya sekedar sarapan bersama, itu cukup membuat hubungan mereka harmonis.


"Terima kasih sarapannya tante," kata Leo.


"Sama-sama, jangan sungkan kalau datang ke sini, anggap aja rumah sendiri," kata Tante Lina.


"Baik tante."


"Kami berangkat ya Ma," Flora memeluk dan memgecup pipi mamanya.


"Kami berangkat tante," kata Leo.


"Hati-hati."


"Love you ma."


Cinta selalu membawah tawa dan bahagia untuk setiap hati. Tapi setiap cinta pasti mengalirkan air mata di sudut mata sang pecinta. Flora berharap hubungan mereka akan berlanjut tanpa adanya air mata meskipun itu akan terjadi nantinya.


Flora dan Leo sampai ke kampus.


"Flo, bentar aja turunnya!"


"Kenapa Leo?"

__ADS_1


"Aku cuma pengen liatin wajah kamu lebih lama lagi."


"Leo, wajah ini selalu ada untuk kamu lihat."


"Bentar aja." Leo mengusap wajah Flora lembut.


"Kamu kenapa Leo?"


"Aku cuma merindukan kamu."


"Leo, apa ada yang ingin kamu sampaikan?"


"Gak ada."


"Kita turun yuk!"


"Flo, mungkinkah kamu marah kalau Aku bercerita tentang dia?" batin Leo.


"Akankah kamu menerima masa laluku? Aku takut kamu pergi Flo," batin Leo.


"Hey, kok diam aja, ayo kita masuk!" membubarkan lamunan Leo.


"Iya." Leo terkejut.


"Leo, kamu duluan aja yah!"


"Kamu mau ke mana?"


"Aku mau ke perpustakaan bentar."


"Baiklah, jangan kelamaan, jangan pasang muka senyum, jangan sok ramah, ok!."


"Baiklah big bos." Flora mengangkat tangannya tanda hormat.


meskipun sikap Leo sedikit protektif, tapi Flora menyadari bahwa semua itu karena Leo sangat menyayangi dam tidak mau kehilangan dirinya. Flora tau itu bentuk rasa cemburu Leo terhadap dirinya.


Di koridor kampus Flora bertemu dengan sosok perempuan cantik yang pernah bertemu dengannya.


"Hey, Raisa yah?"


"Hey, kamu yang di toko buku yah? kalau gak salah Flora ya?"


"Iya, kamu masih ingat namaku."


"Orang bilang nama yang cantik tidak mudah dilupakan, ngomong-ngomong ini pertemuan kedua kita loh?"


"Iya, senang bertemu denganmu."


"Kamu kuliah di sini?"


"Iya, kamu juga kuliah di sini?"


"Nggak, aku kuliah di luar negeri dan sekarang udah selesai."


"Oh gitu, ngomong-ngomong ngapain ke kampus?"


"Lagi nyari seseorang." melihat ke sekeliling kampus.


"Pacar kamu?" tanya Flora iseng.


"Dulu iya, sekarang udah nggak."


"Sorry, dia di jurusan mana? Siapa tau aku bisa bantu."


"Dia jurusan Psikologi."


"Sama, aku juga jurusan Psikologi, ayo aku bantuin!" Flora antusias.


"Terima kasih tapi nggak usah, aku cuma pengen liatin dia aja."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku pernah melakukan kesalahan dan aku yakin dia akan sangat benci untuk melihat mukaku." Raisa terlihat sedih.


"Apa yang terjadi?"


"Maaf, tapi aku tidak bisa ngasih tau kamu."


"Maaf, aku tidak bermaksud ikut campur."


"Hak apa-apa, kamu tidak salah."


"Jadi sekarang bagaimana?"


"Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan, tapi itu udah cukup buat aku."


"Semoga kalian dipertemukan di waktu yang baik."


"Yerima kasih, sepertinya kita akan sering bertemu."


"Aku berharap begitu, ayo aku ajak kamu keliling kampus."


"Bagaimana bukunya, bagus tidak?"


"Bagus, Aku suka ceritanya. mari Aku tunjukkan kelas Psikologi siapa tau di sana kamu dapat melihat orang itu."


"Apa tidak merepotkan?"


"Jangan khawatir, kelas juga belum dimulai kok."


"Kamu baik bangat Flo," memandang Flora sambil tersenyum.


Mereka berjalan menyusuri koridor kampus dengan Flora yang berusaha menunjukkan beberapa tempat seperti perpustakaan, taman, kantin, tempat ibadah dan akhitnya sampai di depan kelas Flora.


"Akhirnya kita sampai."


"Ini kelas kamu?"


"Iya, coba liat apakah orang yang kamu cari ada di sini!"


Raisa melihat seisi kelas Flora dan kemudian matanya berhenti tepat di meja Leo. Raisa langsung memalingkan wajahnya dan bersandar di dinding kelas dia kelihatan senang tapi juga ada sedih yang tergambar di raut wajahnya.


"Kenapa? Apa orang itu ada di sini?" Flora memperhatikan seisi kelasnya.


"Iya, aku dapat melihatnya dengan jelas."


"Tapi kenapa kamu menangis?"


"Aku tidak sanggup menatapnya begitu lama, Aku terlalu malu untuk melihat wajahnya."


"Kamu yang sabar ya, Aku tidak tau apa yang terjadi tapi aku yakin kamu dapat melaluimya dengan baik," sambil menepuk bahu Raisa untuk menenangkannya.


"Terima kasih Flo. Aku harap suatu hari dia akan memaafkan semua kesalahanku." matanya Raisa berkaca-kaca.


"Aku doakan semoga dia dapat memandangmu lagi dengan senyum hangatnya."


"Amiin, terima kasih banyak lagi Flo."


"Apakah aku dapat mengetahui nama orang itu?"


"Maaf, tapi aku tidak ingin ada orang lain yang tau."


"Baiklah."


"Aku tidak ingin dia merasa terusik karena tau keberadaanku yang datang mencarinya ke kampus."


"Jangan khawatir, Aku pintar menjaga rahasia." sambil mengedipkan matanya


"Terima kasih atas tour kecilnya hari ini, aku sangat menghargai kebaikan kamu."


"Santai aja, lain kali kalau berkunjung kamu dapat menemui aku di kelas ini."


"Naiklah, kalau begitu aku pergi dulu."

__ADS_1


"Hati-hati di jalan."


Flora tidak tau bahwa perempuan yang bersamanya adalah mantan pacar dari Leo. Flora tidak tidak tau orang yang dia beri semangat untuk hubungan mereka adalah Raisa. Flora tidak tau bahwa perempuan yang ditemuinya adalah orang yang akan membuat hubungan mereka retak. Flora terlalu lugu untuk mengetahui semuanya. Pada akhirnya cinta mereka akan ternodai luka dan dibanjiri air mata.


__ADS_2