Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Kasih Gue Kesempatan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Flora kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Meskipun suasana hatinya belum sepenuhnya pulih tapi dia memberanikan diri untuk bangkit dan terus melangkah. Bagaimanapun hidup harus terus berlanjut.


Penampilan yang berbeda ditampilkan Flora dengan memakai topi hitam yang dimaksudkan untuk menutupi wajahnya dan setelan jaket hitam dan celana jiens. Flora menyusuri koridor kampus dengan tangan di saku jaketnya. Dia berjalan santai tanpa menghiraukan orang-orang yang ada disekitarnya kemudian memasuki kelas. Flora hanya menarik nafas panjang sambil melihat ke bangkuh Leo.


"hay gays?" sapa Flora


Lila dan Davina tidak langsung menjawab karena hampir tidak mengenali wajah Flora yang ditutupi topi


"Flo?" tanya Lila


"penampilan loh kenapa jadi kayak berandalan gini?" tanya Davina heran


Flora tidak menjawab dan duduk dengan lesuh kemudian menopang dagunya dengan tangan kirinya. Kedua sahabatnya menjadi heran dan bertanya-tanya


"loh ada masalah yah?" tanya Lila


"beberapa hari ini loh gak masuk kampus, ponsel loh juga gak aktif. Loh sakit yah?" tanya Davina


"jangan-jangan loh lagi liburan sama Leo soalnya kalian sama-sama tidak pernah ke kampus beberapa hari ini." ujar Lila


Flora hanya mendengar ocehan sahabatnya dan pura-pura tidak terkejut tentang ketidakhadiran Leo


"gue baik-baik aja, cuma ada urusan dikit makanya gak ke kampus, tapi bukan liburan sama Leo."


"kok bisa samaan yah?, apa kalian ada masalah?" tanya Davina


Flora hanya menarik nafas panjang dan tidak menghiraukan pertanyaan sahabatnya. Pikirannya melayang-layang


"apa mungkin mereka udah benar-benar tunangan?, terserahlah bukan urusan gue juga." batin Flora


"Flo, kok diam aja?" tanya Lila


Flora menatap kedua sahabatnya dengan tersenyum, dia berusaha menunjukkan bahwa dia sedang baik-baik saja.


"gak apa-apa, gue cuma lagi malas ngomong."


"mata loh kenapa bengkak gitu?" tanya Davina


Flora menarik topinya berusaha menutupi wajahnya. Dia tidak bisa lagi menyembunyikan masalahnya


"gue putus sama Leo?"


"apa?, kok bisa?, kenapa?" tanya Lila


"dia mungkin udah tunangan sama Raisa sekarang." jawab Flora


"apa?, Leo jahat bangat." ujar Davina kesal


Flora menundukkan kepalanya, dia tidak sanggup lagi menahan air matanya


"gue gak tau harus bagaimana sekarang, ingin rasanya gue pergi sejauh-jauhnya, hati gue sakit, sakit bangat." kata Flora terisak


"loh yang kuat yah!, kenapa loh gak cerita ke kita?" tanya Davina


"gue gak mau bikin kalian cemas."


"Flo, loh bukan gadis manja, jadi jangan nangis lagi yah!" kata Lila


"gue juga gak pengen nangis, tapi air mata gue maksa keluar, gue pernah rasain sakit hati ketika Papa gue pergi tapi gak sesakit ini. Nafas gue seakan berhenti."

__ADS_1


"loh yang sabar yah!" ujar Lila


"udah nangisnya, teman-teman pada liatin tuh, bentar lagi dosen masuk." kata Davina sambil menepuk-nepuk bahu Flora


Flora menyekah air matanya dan berusaha tersenyum meskipun matanya masih tampak berkaca-kaca.


Flora dan sahabatnya meninggalkan kelasnya menuju parkiran. Dari kejauhan Flora melihat sosok yang tidak asing di matanya. Flora tidak pernah berharap akan bertemu Leo hari itu.


"ngapain Leo ke sini?, gue harus bagaimana?" tanya Flora panik


"loh tenang, gak usah mikirin apa-apa, loh hanya perlu berjalan tanpa melihat ke arahnya." kata Lila


"kita balik arah aja yah." ujar Flora


"gak, loh harus tunjukin kalau loh baik-baik aja tanpa dia."


Davina berusaha menenangkan Flora yang panik melihat Leo. Sedangkan Leo yang melihat Flora dari kejauhan berusaha mempercepat langkahnya ke arah Flora. Leo seperti ingin segera menemui Flora dan mengatakan sesuatu.


Jarak Flora semakin dekat dengan Leo. Leo tersenyum dan melambaikan tangannya menyapa Flora tapi tidak dihiraukan Flora. Flora memasang muka cuek dan berlalu melewati Leo tanpa melihat ke arahnya. Leo terkejut karena sapaannya tidak dihiraukan


"kamu benar-benar marah Flo." batinnya


Leo tidak diam saja melihat reaksi Flora, dia berbalik dan mengejar Flora.


"Flo, tunggu!" panggil Leo


Flora tidak menghentikan langkahnya dan pura-pura tidak mendengar panggilan Leo


"Flo, tolong berhenti!" panggil Leo kemudian memegang tangan Flora dari arah belakang


Flora berhenti dan membalikkan badannya, dia menatap Leo tajam dan Leo menerima tatapan itu dengan perasaan bersalah


"tolong lepasin tangan gue!" ujar Flora


"tidak ada yang perlu dijelaskan, semua udah jelas sekarang dan jangan nyariin gue lagi."


"tapi Aku rasa ada kesalahpahaman, jadi tolong kasih Aku kesempatan untuk jelasin semuanya."


"tolong Leo, gue gak mau dengar apa-apa dari loh lagi!"


"Aku gak tau kenapa kamu mutusin hubungan kita, tapi Aku rasa ada kesalahpahaman, tolong kasih tau kesalahan aku di mana biar aku mengerti dan memperbaiki semuanya. 10 menit aja atau 5 menit aja."


"Leo gue udah bilang gak ada yang perlu dijelaskan, jadi tolong pergi dan jangan ganggu hidup gue lagi."


"2 menit aja, tolong kasih Aku kesempatan." kata Leo memohon


Flora tidak mau memberi Leo kesempatan tapi Leo juga tidak mau melepaskan Flora. Tiba-tiba dari arah lain Adrian datang


"dia udah bilang gak mau ngomong sama loh, jadi jangan dipaksain!"


"ini urusan gue sama pacar gue."


"maaf Leo, kita udah putus." kata Flora


"loh dengar sendirikan, jadi lepasin tangannya dan biarkan dia pergi." ujar Adrian


Leo kemudian melepaskan tangan Flora tanpa sepata kata pun. Leo terlihat begitu sedih karena tidak dihiraukan Flora


"tangan kamu gak apa-apa Flo?"

__ADS_1


"iya, gak apa-apa."


"kondisi kamu udah baikan?"


"udah, terima kasih karena udah nolongin Flo waktu itu."


"oh iya motor kamu udah diperbaiki dan aku udah minta tolong yang punya bengkel untuk nganterin ke rumah kamu." kata Adrian


"terima kasih Bang, kalau begitu kami pergi dulu."


"iya, silahkan."


Flora dan sahabatnya berlalu meninggalkan Adrian dan Leo yang masih berdiri di belakang mereka


"loh jangan coba-coba deketin Flo!" ancam Leo


"loh siapa ngelarang gue, lagian kalian udah putus jadi Flora sekarang tidak punya pacar."


"pokonya loh jangan deketin Flora, masih banyak cewek yang mau jadi pacar loh gak harus Flora."


"loh juga bisa punya banyak pacar gak harus Flora."


"gue akan habisin loh kalau berani deketin Flora. Flora hanya milik gue dan selamanya akan seperti itu."


"Flora bukan mainan yang bisa loh mainin sesuka hati loh, apa loh belum puas bikin dia nangis dan sakit hati."


"itu karena ada kesalahpahaman."


"kalau loh gak bisa jagain dia, maka jangan salahkan gue kalau deketin dia, karena gue selalu tulus sama Flora. Loh gak berhak ngelarang gue deketin Flora."


"dan gue akan pastiin Flora akan kembali sama gue karena kami saling mencintai. Silahkan loh deketin dia, gue yakin sebesar apapun usaha loh deketin Flora, dia tidak akan memberikan hatinya sama loh."


"kita lihat aja nanti, gue tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati Flora."


Leo sangat kesal dengan setiap ucapan yang dilontarkan Adrian. Leo mengepalkan tangannya dengan erat tanda dia berusaha menahan amarahnya.


Flora yang memperhatikan Leo dari kejauhan tidak bisa berbuat apa-apa. Rasa rindu yang dirasakannya hanya bisa dipendamnya dalam-dalam. Dia merasa tidak berhak lagi memiliki perasaan rindu kepada Leo meskipun itu sangat membuat hatinya sakit


"harusnya loh ngasih Leo kesempatan untuk bicara Flo." kata Davina


"tidak ada yang harus gue dengar Vin, gue takut untuk berharap Leo akan kembali ke gue."


"coba loh liat Leo terlihat begitu putus asa." kata Lila menunjuk ke arah Leo


"sebenarnya gue sangat merindukan Leo tapi gue juga harus belajar untuk melupakan dia."


"Flo, apa loh beneran mau ngelupain Leo?" tanya Lila


"entahlah, gue juga gak yakin. Tapi kalau emang kisah kami seperti drama korea gue berharap kami bisa kembali bersama."


"loh masih percaya tentang itu?"


"gue cuma berharap Vin."


"Flo, hubungan kalian bukan kisah drama. Loh yang nentuin kelanjutan kisah kalian." kata Davina menasehati Flora


"gue akan menunggu kelanjutan kisah kami."


"kisah kalian tidak memiliki kelanjutan kalau loh cuma diam doang Flo." ujar Lila

__ADS_1


"kita liat aja nanti seperti apa, gue yakin kisah kami emang seperti drama korea."


Flora sama sekali tidak mengindahkan nasehat kedua sahabatnya. Dia cuma percaya bahwa kisah mereka akan mengalir seperti drama Korea. Flora terjebak dalam obsesinya terhadap drama Korea. Dia selalu mengaitkan setiap kejadian dalam drama dengan kisah cintanya.


__ADS_2