
Cinta yang tumbuh dan mekar itu mungkinkah bisa layu dan mati?. Cinta yang kokoh dan tangguh mereka apakah pada akhirnya retak dan runtuh?. Cinta yang kuat pada akhirnya menjadi lemah karena hadirnya cinta yang jahat.
Flora terbangun dari tidurnya di pagi itu tapi tidak ada senyum terpancar di wajahnya. Flora masih bingung dengan sikap Leo yang tiba-tiba pergi. Flora hanya berharap semuanya baik-baik saja. Di tengah lamunannya ponselnya berdering tanda ada pesan masuk.
"Flo, maaf Aku gak bisa jemput soalnya Aku harus ke kantor dulu."
"nanti kita ketemu di kampus ada yang harus aku omongin sama kamu."
"cepat bangun dan siap-siap ke kampus nanti kamu terlambat, miss you."
Flora hanya menarik napas panjang dan langsung besiap-siap menuju ke kampus. Hari itu perasaan Flora tidak pernah tenang firasatnya mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi diantara mereka. Tapi sekali lagi Flora berharap semuanya baik-baik saja. Flora siap menghadapi semuanya apapun yang terjadi.
Flora sampai di parkiran kampus dengan sedikit lesuh.
"sepertinya kita memang ditakdirkan untuk selalu bertemu." entah dari mana suara iti datang
Flora melihat sekelilingnya dan melihat Raisa dari arah belakang
"hay Raisa, apa kamu datang untuk melihat orang itu?"
"iya, tapi kali ini Aku akan menemui dia meskipun perasaanku sedikit takut."
"semangat, kamu harus berani untuk menunjukkan perasaan kamu."
"huu,,Aku takut dia tidak mau menerima Aku lagi."
"cukup akui kesalahan kamu dan minta maaf."
"Aku rasa itu tidak akan cukup, dan aku tau aku tidak pantas lagi untuk masuk ke kehidupannya tapi tidak ada yang akan menghalangi jalanku karena dia hanya milikku." karena Raisa tegas
Flora tertegun dengan Raisa yang begitu tegas dan kekeh terhadap apa yang akan dia lakukan. Flora melihat keegoisan dan penuh keyakinan di mata Raisa.
"sepertinya kamu orangnya keras kelapa?" tanya Flora tersenyum
"Aku hanya berusaha mendapatkan sesuatu yang harus menjadi milikku."
"jadi kamu apakah kamu mau ikut ke kelas untuk menemui orang itu?"
"dengan senang hati."
Belum jauh mereka berjalan, Leo memanggil Flora dari arah parkiran.
"Flo, tunggu!"
Flora dan Raisa melihat ke arah Leo dan betapa terkejutnya Raisa melihat sosok pria tampan yang berjalan ke arahnya. Leo pun sama terkejutnya melihat perempuan cantik yang sedang berjalan bersama pacarnya
"Hey Leo, Aku kira kamu tadi ke kantor."
"cuma bentar doang kok."
"kenalin ini Raisa cewek toko buku yang pernah aku ceritain ke kamu, cantik kan?"
"Hay Leo, apa kabar?" tanya Raisa
"kalian saling kenal?"
"hmm,,dia orang yang Aku maksud." jawab Raisa
Flora terkejut dan seluruh badannya seakan mati mendengar perkataan Raisa.
__ADS_1
"tidak mungkin Leo yang dimaksud Raisa, mungkin dia salah orang." batin Flora
"kalian ada hubungan apa?" tanya Raisa
"kenalin dia pacar Aku." jawab Leo
"pacar kamu."
Raisa kaget mendengar jawaban Leo, dia tidak menyangkah gadis yang selalu bertemu dengannya adalah pacar dari Leo
"ngapain loh ke sini?"
"Leo kita harus bicara!"
"tidak ada yang harus kita bicarakan, please loh pergi dari sini karena gue muak liat muka loh."
"loh harus tau yang sebenarnya Leo, kasih gue kesempatan untuk memperbaiki semuanya."
"semuanya sudah jelas Raisa, tidak yang perlu loh perbaiki."
"tapi gue pengen kembali Leo, gue yakin loh masih sayang sama gue."
"gue udah pacar Raisa, gue udah punya kehidupan baru dan gue tidak pernah mengharapakan loh kembali ke dalam hidup gue."
"loh bohong kan, loh cuma gak mau Flora tau yang sebenarnya."
"tolong pergi sebelum gue marah."
"Leo gue kangen bangat sama loh." Raisa memeluk Leo tanpa ragu-ragu
"hentikan omong kosong ini Raisa, semua orang juga tau siapa kamu." melepas pelukan Raisa
Flora tercengang dan takut melihat sikap Raisa yang berubah 180 derajat dari perempuan lembut menjadi perempuan yang keras kepala dan kasar.
"apa hubungan mereka?, apakah ini yang Leo sembunyikan selama ini?" batin Flora
Flora meninggalkan Leo dan Raisa dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat perasaannya hancur
"bagaimana kalau Raisa benar-benar kembali?"
"apakah Leo masih mengharapkannya?"
"kenapa Leo tidak pernah menceritakan soal Raisa, apakah gue cuma dijadikan pelampiasan doang?"
Flora tidak sanggup lagi membendung air matanya, dia berlari menuju perpustakaan untuk menghindari Leo.
Sedangkan Leo masih terlihat marah dan terlihat bingung. Dia hanya mondar-mandir kemudian memukul tiang tembok membuat jari-jarinya. Leo kemudian mencari keberadaan Flora untuk menjelaskan semuanya tentang Raisa.
"Flo, Aku tau kamu di sini." Kata Leo mencari Flora di dalam perpustakaan.
Tapi Flora hanya terdiam dalam persembunyiannya. Dia butuh waktu untuk menenangkan pikirannya
"gue harus tenang, gue harus berpikiran positif. Leo pasti punya alasan atas semua ini." guman Flora sambil menarik nafas panjang
"Flo, kasih Aku kesempatan utuk menjelaskan semuanya."
Tapi Flora belum juga muncul. Flora masih diam dan berusaha bersikap bijaksana untuk menanggapi semuanya.
"ayo Flo, loh harus mendengar penjelasan Leo, loh harus menghadapi masalah loh, apapun yang terjadi loh tidak boleh lari." kata Flora kepada dirinya sendiri
__ADS_1
"apa yang perlu Aku dengar Leo?" kata Flora dari balok Rak buku
"Ayo ikut Aku ke taman, kita tidak boleh ribut di sini."
Flora mengikuti langkah Leo dengan perasaan was-was. Dia takut hubungan mereka hancur karena cerita Leo.
"jadi apa yang perlu kamu jelaskan?" kata Flora sambil duduk
"Raisa mantan Aku yang pergi meninggalkan Aku tanpa penjelasan yang jelas."
"terus?"
"Aku, Raisa dan Enruw berteman sejak kelas 1 SMP, kami menghabiskan waktu bersama-sama, hingga masuk SMA kelas 3 Aku dan Raisa berpacaran. Hubungan kami berlanjut sampai masuk kuliah semester 2."
"terus kenapa berpisah?"
"dulu Aku punya penyakit Leukemia dan penyakit itu semakin hari semakin parah tapi Aku berusaha menutupinya dari Raisa. Sampai pada suatu hari Aku melihat Raisa diganggu beberapa preman, sebagai pacarnya Aku langsung menolongnya tapi sebelum iti Aku malah ditabrak mobil dan harus di bawah ke rumah sakit."
Flora hanya terdiam dan mendengar penjelasan Leo
"beberapa hari dirawat di rumah sakit Aku tidak pernah melihat Raisa datang menjengukku, Aku sangat sedih tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena baru menjalani operasi sumsum tulang belakang. Aku berpikir untuk bersabar sebentar untuk proses penyembuhanku kemudian menemui Raisa. Tapi beberapa hari kemudian Raisa menemuiku untuk mengucapkan salam perpisahan. Tanpa penjelasan yang jelas dia pergi tanpa menengok ke belakang. Hatiku benar-benar hancur pada saat itu."
Flora masih terdiam dan hanya memandang Leo
"2 tahun gue mencari Raisa tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan dia, bahkan keluarganya pun sudah meninggalkan kediamannya. 2 tahun Aku terombang ambing dalam keterpurukan, terus mencari dan mencari tapi Aku tetap saja tidak menemukannya. Hidupku benar-benar hancur, Aku berhenti kuliah selama 2 tahun itu dan hanya menjalani hidup seperti orang gila. Pertanyaan "apa salahku?, kenapa Raisa pergi?, apakah Aku kurang baik?, apakah dia baik-baik saja?, apakah dia juga merindukanku?" sungguh itu benar-benar menyiksaku hingga kuputuskan untuk pindah ke Jokjakarta untuk kuliah di sana. Aku berpikir bisa melupakan Raisa jika Aku meninggalkan kota Makassar."
"jadi apakah kamu berhasil?"
"kehidupanku jauh lebih baik, tapi Raisa masih mengisi setiap ruang di otakku. aku tidak pernah berpikir untuk mengisi hatiku dengan orang lain. Hingga Aku kembali ke Makassar dan bertemu dengan kamu."
"kamu merubah hidupku Flo, kamu mengisi kekosongan hatiku, hatiku tidak lagi hampa. Aku tidak tau apa jadinya hidupku jika seandainya kita tidak bertemu. Kamu selalu ada dipikiranku setiap saat setiap waktu sejak pertama Aku melihat kamu di kampus. Tidak ada yang mampu menggantikan kamu Flo."
"bahkan Aku mengambil jurusan Psikologi hanya untuk membaca isi pikirannya. Tapi kemudian Aku tersadar bahwa perasaan yang selama ini terpendam bukan perasaan cinta tapi perasaan benci. Perasaan itu hadir karena benci, Aku benci dia meninggalkan luka dan pergi semau hatinya."
Flora memeluk Leo sambil menangis, kini dia tau arti pancaran mata Leo sejak pertama bertatapam mata, begitu besar penderitaan yang dialami Leo.
"Aku cuma takut kehilangan kamu Leo, tapi sekarang bagaimana perasaan kamu?"
"Aku hanya nencintai kamu Flo, jadi tolong jangan pernah berpaling dariku."
"tapi kenapa kamu tidak pernah cerita Leo?"
"karena Aku pikir itu tidak penting, itu hanya akan menyakiti perasaan kamu."
"padahal Aku selalu menunggu kamu untuk menceritakan masa lalu kamu loh?"
"maafkan Aku Flo jika membuatmu hatimu sakit tapi sungguh Aku tidak mau kehilangan kamu."
Flora melihat tangan Leo yang terluka dan meraih tangannya.
"apa yang terjadi, kenapa tangan kamu terluka?"
"gak apa-apa, cuma sakit sedikit."
"jangan laukin ini lagi, apapun yang terjadi jangan melukai diri kamu."
"maaf, lain kali tidak lagi."
Flora menjadi tenang mendengar penjelasan Leo. Flora yakin Raisa akan kembali merebut Leo darinya tapi Flora yakin bisa mempertahankan hubungan mereka meskipun harus dibanjiri air mata.
__ADS_1