Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Perkenalan


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Flora tidak pernah melihat Leo di kampus ataupun di kafe. Flora menjalani harinya seperti tidak ada sesuatu yang terjadi. Meskipun sulit baginya untuk melupakan Leo tapi dia berusaha untuk bersikap bijaksana dalam menyikapi perasaannya.


Begitupun yang dilakukan Leo, Dia tidak berpikir untuk menemui Flora lagi setelah dia meminta maaf. Leo berusaha membiasakan dirinya tanpa Flora bahkan dia sengaja untuk tidak ke kampus dengan alasan pekerjaan. Dia berharap agar secepatnya melupakan Flora meskipun itu sulit untuk dilakukannya.


Flora hanya menghabiskan waktunya di rumah, di kampus bersama sahabatnya, atau Jika ada kesempatan dia akan mengunjungi tante Sinta sekedar menemaninya menghabiskan waktu.


Sedangkan Leo akan sibuk seharian dengan berbagai urusan kantor. Dia akan lembur untuk menyibukkan pikirannya yang tidak lepas dari Flora. Semuanya kembali seperti sebelum mereka bertemu kecuali hati mereka yang menyimpan rindu.


Hari itu Flora akan menemui tante Sinta sesuai janji untuk berkenalan dengan putranya. Sebenarnya Flora enggan tapi karena merasa tidak enak menolak permintaan tante Sinta dia akhirnya menemuinya, bagaimanapun tidak mudahnya untuk melupakan Leo. Begitupun dengan Leo yang sangat malas untuk memenuhi keinginan Ibunya tapi karena tidak ingin Ibunya kecewa akhirnya dia menurutinya.


Flora menekan bel rumah tante Sinta dengan berharap anaknya tidak ada di rumah.


"Kamu sudah datang, silahkan masuk,"pinta tante Sinta.


"Iya tante terima kasih."


"Kamu cantik sekali," mempersihkan Flora duduk di sofa.


"Kamu tunggu bentar ya, saya panggil anak tante dulu."


"Iya tante." Flora duduk dan melihat ponselnya berharap Leo akan menghubunginya.


Tante Sinta menuju lantai 2 untuk memanggil Leo.


"Sayang, kamu udah siap?" panggil mama Leo.


"Harus yah Ma Leo turun?" jawab Leo malas.


"Yaa harus dong sayang, gak enak bikin tamu kita menunggu."


"Baiklah, Leo pake baju dulu."


"Jangan kelamaan."


"Baiklah."


Leo dengan malas bangkit dari tidurnya memakai pakaian seadanya kemudian turun ke lantai bawah.


"Secantik apa sih tuh cewek, yang ada juga cantikan Flora," gerutunya dalam hati.


"Nah itu dia datang," melihat ke arah Leo.


Flora yang sedari duduk berdiri untuk menyambut Leo. Flora langsung terkejut mengetahui siapa yang dia temui. Begitupun dengan Leo dia tidak menyangka gadis yang dimaksud Ibunya adalah Flora.


"Nak Flo, kenalin ini anak saya Leo."


"Sayang, kenalin ini Flora."


"Oh, ternyata loh yang dimaksud mama?"


"Eh, gue juga tidak tau kalau anak tante Sinta itu loh." jawab Flora.


"Jadi kalian udah kenal yah?"


"Maaf tante saya tidak tau kalau Leo anak tante."


"Tidak apa-apa sayang, justru tante senang kalian udah saling kenal."


"Ngapain sih bawa cewek aneh kayak dia."


"Eh, gue juga gak bakalan datang seandainya gue tau itu loh."

__ADS_1


"Dasar muka datar."


"Nah loh apaan, ice Man."


"Kok jadi bertengkar gini." tante Sinta tertawa geli melihat tingkah metrka.


"Dia emang suka nyari masalah sama Leo Ma."


"Dia bohong tante, malah dia yang selalu gangguin Flora."


Tante Sinta hanya tersenyum melihat tingkah Flora dan Leo yang bertengkar. Dia semakin senang atas perkenalan itu.


"Mendingan kita makan, tidak baik membiarkan tamu kelaparan."


Tapi mereka masih saja adu mulut tanpa menghiraukan ajakan Ibunya. Padahal dalam hati mereka sangat bahagia dengan pertemuan itu. Leo bersyukur gadis itu adalah Flora begitupun dengan Flora.


"Silahkan di makan nak Flo, tidak perlu sungkan."


"Iya tante ma kasih."


"Ngapain loh liatin gue kayak gitu?" tanya Flora.


"Suka-suka gue dong, mata gue, rumah gue."


"Awas loh!" batin Flora sambil menggigit bibir bagian bawah fan menatap Leo tajam.


"Apa, loh mau marah?" tanya Leo mengejek.


"lliat aja, lain waktu gue balas loh," gerutu Flora dalam hati.


"Mama gak nyangka kalian sudah kenal akrab."


"Akrab apaan, kita tidak akrab kok cuma teman kampus doang."


"Apapun itu mama berharap kalian lebih dari sekedar teman."


"Gak usah berharap Ma, lagian dia bukan tipe Leo."


"Emang loh pikir gue suka sama loh, jangan mimpi deh."


"Biasanya orang yang sering bertengkar itu jodoh loh," goda tante Sinta.


Flora yang mendengar pernyataan itu tiba-tiba batuk karena terkejut. Makanan di mulutnya berhamburan keluar.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya tante Sinta sambil memberikan Flora air minum


"Tidak apa-apa tante."


"Jorok loh," ejek Leo.


"Jangan gitu Leo, harusnya kamu nolongin Flo."


"Dia udah gede kali ma."


"Jangan gitu ah, tidak sopan."


"Anak mama siapa sih, muka datar atau Leo?" protes Leo.


"Mama mau kalian berdua jadi anak mama."


Mereka hanya diam dan saling melempar pandangan.

__ADS_1


"Leo juga maunya sam Flora ma," batin Leo.


"Gue juga mau jadi mantu tante," guman Flora.


Suasana menjadi hening, tidak ada lagi percakapan setelah mereka makan. Tante Sinta sengaja memberikan mereka ruang untuk mengobrol tapi tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka.


Mereka hanya duduk sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Leo, jangan cuekin gue dong," batin Flora.


"Flo, gue kangen sama loh. jangan diam gitu," batin Leo.


"Gak mungkinlah gue yang ngajak loh ngomong duluan,"batin Flora.


"Gue gak tau harus mulai dari mana?" guman Leo.


Hati mereka seperti saling mengerti tapi mulut mereka terlalu gengsih untuk memulai percakapan.


Flora melirik Leo yanh duduk di sofa depannya. tapi tidak ada tanda- tanda kalau Leo akan mengajaknya berbicara.


"Gue kayak orang ****, ngapain juga gue ngobrol sama ice man," gerutu Flora.


Sedang Leo mencari kalimat yang tepat untuk memulai pembicaraan.


"Gue mulai dari mana yah? Hai Flo, apa kabar? masa gue nanyanya gitu."


"Atau,Flo loh sangat cantik malam ini? Nggak, nggak, pertanyaan seperti itu tidak cocok dengan Flora," Leo bingung harus mengatakan apa.


Flora melihat jam tangannya yang sudah menunjukkam pukul 9 malam.


"Tante, Flo pamit pulang yah, takut mama saya nyariin."


"Udah mau pulang ya, diantar Leo yah, takutnya nanti kamu kenapa-napa di jalan."


"Tidak usah tante, Flo bawah motor kok."


"Baiklah, kamu hati-hati ya."


"Iya tante, saya permisi."


Flora kemudian pamit meninggalkan rumah Leo. Sedangkan di dalam rumah Leo terlihat sangat senang.


"Kenapa mama gak bilang kalau gadis itu adalah Flora."


"Kamu yang tidak mau mendengarkan mama."


"Gadis yang Leo maksud itu Flora ma, gadis yang Leo suka itu Flora."


"Terus kenapa diam aja kejar sana!"


"Percuma ma, Flo udah benci sama gue."


"Belum apa-apa udah nyerah. Buktikan kalau kamu emang suka sama dia."


"Biar ajalah ma, sekarang mungkin dia menyukai orang lain."


"Bagaimana kamu tau perasaannya kalau kamu tidak menanyakannya."


"Apakah Leo masih punya kesempatan?"


"Cepat kejar! Flora mungkin belum jauh."

__ADS_1


"Terima kasih ma, Leo pergi dulu.


Tante sinta sangat berharap hubungan mereka bukan hanya sekedar teman, dia sangat menyukai Flora karena anaknya baik dan sopan.


__ADS_2