Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
My Hero


__ADS_3

Flora berlalu meninggalkan kafe tersebut karena terburu-buru mengambil kunci motornya dompet Flora jatuh dan dia tidak menyadarinya.


Tinggallah Leo yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia tidak tau beraksi seperti apa seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya bahkan dia masih terpaku tak berkedip.


"Woi..sadar loh."


"Gue gak percaya."


"Gak percaya apaan maksud loh?"


"Loh tau gak cewek yang gue maksud tadi yang lewat depan loh barusan."


"Cantik bangat, trus ngapain loh diam aja?"


"Emang gue harus ngapain?" Leo bereaksi seperti orang bingung.


"Samperin dia kek, ngajak dia ngobrol!"


"Ogah, gue gak bakal ngelakuin hal memalukan kayak gitu," Leo memalingkan wajahnya.


"Sok jual mahal loh, tapi sumpah cantik banget," Enruw tersenyum.


"Muka datar kayak gitu loh bilang cantik, gak salah liat loh?" leo kemudian memasang muka pura-pura serius.


"Kalau loh gak mau buat gue aja."


"Terserah, lagian dia bukan tipe gue juga," raut wajahnya kembali dingin seperti biasanya.


"Balik yuk udah sore nih!" ajak Enruw.


"Ok."


Mereka meninggalkan kafe tersebut. di parkiran tanpa sengaja Leo menginjak dompet


"Dompet siapa nih?" sambil membuka dompet dan melihat kartu identitas


"Flora Aurelia."


Leo kembali tersenyum dan memasukkan dompet tersebut ke saku bajunya dan berlalu dengan mobilnya.


Seperti biasa Flora akan menatap layar laptopnya sebelum berangkat ke kampus. Dia tidak akan meninggalkan rumah tanpa menonton Drama korea atau hanya sekedar memandang foster idolanya di dinding kamarnya.


"Semangat Flo, masa depan menantimu," katanya berbicara kepada dirinya sendiri.


"Ma, Flo berangkat dulu."


"Gak sarapan dulu nak!"


"Udah minum susu Ma, daah Ma.. Love you,"


Flora menuju Skuternya dengan sangat semangat.


"Ready Bimbo, kita OTW."


Flora melaju dengan Santai sambil menyanyi riang denga headset di telinganya tapi di tengah jalan tiba-tiba motornya mogok


"Ada apa ini, ya kenapa harus sekarang sih?" omelnya kesal.


Flora turun memeriksa motornya kemudian melihat jam tangannya.


"Loh sakit yah Bim, atau loh lagi Haus?"


"Bimbo loh harus bangun ok! udah terlambat nih nanti gak dapat kelas."


"Perasaan gak ada siapa-siapa, ngomong sama siapa loh?" suara itu terdengar begitu nyaring dan mengagetkan Flora.


"Ngapain loh di sini, mau nyari masalah loh ya?"


"Motor loh kenapa?"

__ADS_1


"Loh gak liat emang motor gue mogok."


"Oh mogok, butuh bantuan gak nih?" tanya Leo cuek.


"Ogah, mendingan loh cabut deh."


"Beneran nih gak mau gue bantuin, kelas udah mulai loh," sambil melihat jam tangannya.


"Udah deh mendingan loh pergi sebelum gue marah!"


"Ok, baiklah," Leo pun meninggalkan Flora.


Flora sekali lagi melihat jam tangannya, benar-benar gak punya pilihan lain selain meminta bantuan kepada Leo.


"Aish.. sial, Ice Man tunggu!" Flora menggigit ujung bibirnya.


"Kenapa, butuh bantuan?"


"Boleh nebeng gak ke kampus?"


"Boleh tapi ada syaratnya."


"Kalau mau nolongin orang yang ikhlas gak pake syarat," Flora terlihat kesal.


"Ok kalau gak mau gue tinggal nih," Leo menyalakan mesin mobilnya.


"Iya, iya, syaratnya apaan?"


"Minta maaf, gampang kan," Leo tersenyum lebar


Mau tidak mau Flora harus menuruti syarat tersebut meskipun dengan terpaksa


"Leo Sanjaya yang terhormat Gue minta maaf ya."


"Ok gue maafin loh, naik gih!" Leo tersenyum puas


"Bimbo, loh gue tinggal dulu ya jangan ke mana-mana nanti gue jemput. Daa..."


"Maksud loh apaan?"


"Bukan apa-apa."


"Oh," Flora menatap Leo penuh selidik.


Leo kembali fokus ke Mobilnya. Tidak ada percakapan di mobil itu. Flora merasa tidak nyaman dengan posisi saat itu. Flora berusaha mencuri kesempatan untuk melihat wajah dingin Leo. Mata yang tajam, hidung yang mancung, rambut berponi, wajah yang terkesan tegas tidak ada satu pun yang terlewatkan dan Flora menyukai itu.


"Kenapa loh liatin muka gue kayak gitu?"


"Siapa yang liatin loh?" Flora tersentak kaget.


Leo kembali diam membuat Flora tidak nyaman.


"Benar-benar dingin." gumannya pelan


"Ngomong-ngomong, kenapa loh pindah kuliah?"


"Bukan apa-apa."


"Oh."


Flora tidak tau harus berbicara apa lagi dan sepanjang perjalanan dia hanya diam mendengarkan lagu dibalik headsetnya.


"Turunin gue di sini!"


"Tapi kan belum sampai kampus."


"Udah di sini aja, lagian udah dekat kok nanti gue jalan kaki aja."


"Gak apa-apa nih?"

__ADS_1


"Iya Gak apa-apa, gue gak mau jadi bahan gosip kalau diliatin banyak orang nanti."


Leo kaget dengan ucapan Flora dia tidak menyangkah Flora akan mengucapkan kalimat tersebut. Biasanya cewek-cewek akan sangat senang jika mendapat kesempatan dekat dengannya tapi Flora justru melakukan sebaliknya.


"Ok, gue turunin loh di sini, sampai ketemu di kampus."


"Ngarap loh, tapi terima kasih bantuannya,"


Flora berjalan kaki ke kampus yang sudah tidak jauh dari tempat di mana dia diturunkan oleh Leo.


Flora berjalan dengan tergesa-gesa agar tidak terlambat masuk kelas karena dosen yang masuk terkenal tegas. Tapi di tengah perjalanan tanpa sengaja dia terpeleset dan..


dia merasakan tangannya ditarik oleh seseorang. ketika membuka matanya betapa terkejutnya dia bukannya jatuh ke lantai tapi malah bersandar di dada seseorang.


Entah kenapa Flora merasa begitu nyaman berada dalam posisi seperti itu. Dia merasakan detak jantung Leo yang tidak teratur. Dada bidang dan Kokoh Leo terasa hangat dan nyaman. Flora pun mendongakkan kepalanya dan bibir mereka hampir saja bersentuhan membuat Pipi Flora merona.


"Apa-apaan nih, ngapain loh meluk-meluk gue," memisahkan diri dari dekapan Leo.


"Bukannya bilang terima kasih malah marah-marah."


"Tapi gak usah meluk-meluk juga kali,"


Leo hanya memandangnya dingin tanpa mengucapkan sepata kata pun.


Leo mengusap kemejanya kemudian mengusap bibirnya sambil menggerakkan kepalanya


pipi Flora kembali merona dan melihat sekeliling.


"Untunglah tidak ada yang liat, kalau ada yang liat bisa berabeh hidup gue."


"Loh ngomong apa?"


"Bukan apa-apa, terima kasih," berlalu meninggalkan Leo yang masih berdiri.


"Benar-benar gadis yang menyusahkan, kenapa gue merasa gerah padahal tidak panas sama sekali," membuka salah satu kancing kemejanya.


"Apa loh bilang gue menyusahkan," Flora kembali melototkan matanya.


"Gue gak ngomong apa-apa," Leo terkejut karena ucapannya ternyata didengar Flora.


"Thanks My hero," guman Flora dalam hati.


Flora memasuki kelas dengan hati-hati supaya tidak


ketahuan karena terlambat. Dia mengendap-ngendap pelan dengan badan dibungkukkan.


"Ngapain loh?" tanya Leo dari balik pintu


"Mati gue, apa-apaan sih Leo bikin hidup gue dalam masalah aja." Flora berbalik kesal menatap Leo


Semua orang dalam kelas berbalik menatap mereka termasuk Prof. Baskoro.


"Siapa itu yang terlambat?"


"Maaf pak tadi motor saya rusak di jalan jadinya terlambat."


"Alasan, karena kalian berdua terlambat saya kasih tugas membuat tesis tentang mata kuliah BIOPSIKOLOGI."


"Baiklah Prof," jawab Flora lesuh.


"Jangan lupa ini tugas kelompok."


Mata Flora terbelalak tidak percaya


"Prof, saya kerja tugas secara individu aja, boleh Prof?"


"Kamu mau membantah saya?"


"Tidak Prof, maaf," Flora memukul kepalanya dan kembali menatap Leo kesal.

__ADS_1


Flora mengambil tempat di samping Davina sedangkan Leo akan menuju kursihnya di sudut kelas dan tidur.


__ADS_2