
Cinta bukanlah sesuatu hal yang datang dengan kebetulan. Cinta hadir untuk memberi harapan kepada setiap hati yang kehilangan kepercayaan.
Cinta hadir untuk menghidupkan rasa bukan untuk mematikan rasa. Leo hadir untuk membangkitkan rasa yang mati dalam hatinya yang telah lama terkubur karena hilangnya kepercayaan. Flora memandang segalanya dengan berpikiran dewasa, dia yakin semua orang memiliki pahlawan cinta masing-masing.
Leo memberi Flora kekuatan dan kepercayaan untuk tidak terpaku dalam kesakitan yang ditinggalkan Ayahnya. Leo membuat dunia Flora sedikit berubah, sekarang Flora bisa keluar dari zona nyamannya yang monoton, Flora lebih banyak menghabiskan waktu bersama sahabatnya di luar rumah.
Flora akan mengunjungi toko buku atau mengunjungi taman hiburan jika memiliki waktu luang bersama sahabatnya. Flora menikmati kesehariannya sekarang.
"Gays, hari ini kita mau ke mana?" tanya Lila.
"Gue mau ke toko buku," jawab Flora.
"Bagaimana kalau ke toko buku selanjutnya kita ke mall, bedak gue udah mau pada abis," jawab Davina.
"Ok, selesai kelas kita berangkat," sahut Flora.
"Bagaimana dengan pacar loh?"
"Ntar gue kasih tau," jawab Flora kemudian berjalan pelan menghampiri Leo di sudut belakang.
"Leo, maaf hari ini kita gak bisa pulang bareng soalnya Aku mau ke toko buku dengan teman-teman."
"Baiklah, lakukan yang mau kamu lakukan," Leo tersenyum.
"Gak apa-apakan?" Tanta Flora ragu.
"Kapan aku marah, aku senang kamu menikmati waktumu bersama teman-teman."
"Terima kasih." Flora tersenyum senang.
"Hubungin aku kalau nanti udah pulang, biar aku jemput!"
"Ok." Flora berlalu menuju sahabatnya
"Bagaimana?" tanya Lila penasaran.
"Bagaimana? Ya Leo setujulah." jawab Davina.
"Gue nanya Flo bukan Loh." sahut Lila jengkel
"Kapan Leo ngelarang gue pergi sama kalian," jawab Flora mengedipkan matanya.
"Iya juga yah, gue jadi iri sama Loh, gue juga pengen punya pacar kayak Leo yang perhatian." kata Lila.
"Byy the way, kerjaan Leo apaan sih?" tanya Davina penasaran.
"Entahnya gue juga kurang paham." jawab Flora berbohong.
Flora tidak mau memberi tahu sahabatnya karena dilarang sama Leo.
"Pacar apaan yang tidak tau kerjaan pasangannya," sanggah Lila.
"Udahlah gak usah dibahas, itu bukan urusan kita, mendingan kita bergegas kelas udah mau selesai nanti kita terlambat," kata Flora.
"Baiklah Nyonya..."jawab Davina.
Toko buku hari itu sangat ramai karena ada novel yang baru diterbitkan yaitu novel karya Wulan Fadi dengan judul Me And My Broken Heart. Flora tidak mau ketinggalan untuk membeli novel tersebut. Flora bergegas agar tidak kehabisan.
"Pokoknya gue harus dapat novelnya." kata Flora serius.
"Ayo, gue bantuin loh dapatin novelnya." ujar Lila.
"Iya, demi loh kita rela berdesak-desakan." kata Davina semangat.
"Thanks gays."
Di tengah keramaian itu Flora benar-benar berusaha keras untuk mendapatkan novel yang di inginkannya tapi pada akhirnya Flora tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.
__ADS_1
"Yaa, gue gak dapat." kata Flora kecewa
"Ayo kita ke tempat lain, mungkin di sana masih ada," kata Davina menenangkan Flora.
"Iya Flo, kita akan bantuin loh dapatin bukunya." ujar Lila
"Masih banyak buku yang lain juga kan Flo?" tanya Lila.
"Tapi gue maunya buku yang tadi, gue suka bangat sama bukunya." Flora cemberut.
"Yang sabar ya, nanti kita cari lagi." kata Davina menenangkan Flora.
Flora sangat kecewa, dia tidak memperhatikan jalannya dan tiba-tiba bruuuuuukkkk...
"Aaaww," orang itu terjatuh.
"Maaf, aku nggak sengaja," kata Flora membantu perempuan itu mengumpulkan barangnya yang terhambur.
"Iya, gak apa-apa kok." kemudian berdiri.
"O, bukunya," mengambil buku novel yang juga dicarinya.
"Kenapa, kamu juga suka sama bukunya?"
"Iya, tapi Aku kurang beruntung hari ini." Flora tersenyum
"Hh, begitu ya, aku dengar bukunya sangat bagus."
"Hmm, aku juga pikir begitu, nih buku kamu!"
"Kamu ambil aja bukunya!" perempuan itu menyodorkan bukunya.
"Gak usah, aku tau ini buku edisi terbatas," Flora berusaha menolak.
"Gak apa-apa kok, kamu ambil aja!"
"Iya, tapi kayaknya kamu juga suka bangat, ambil aja."
"Terima kasih, Aku jadi nggak enak."
"Sama-sama, perkenalkan nama aku Raisa." mengulurkan tangannya.
"Flora, panggil aja Flo," menerima uluran tangan Raisa.
"Nama yang cantik," puji Raisa.
"Terima kasih, kamu juga cantik bangat."
"Terima kasih."
"Kenalin ini Davina dan Lila."
"Aku Raisa, senang bertemu dengan kalian, semoga kita dipertemukan dilain kesempatan."
"Kami akan sangat senang bertemu dengan Anda lain kali." kata Lila.
"Aku pergi dulu."
"Terima kasih bukunya."
"Wah, cantik bangat." kata Davina
"Itu orang atau bidadari ya, cantiknya kebangetan." kata Lila kagum
"Bukan hanya cantik dia juga lembut dan ramah, gue jadi pengen kayak dia." kata Flora.
"Flo, loh juga cantik kali." kata Davina.
__ADS_1
"Kalau menurut gue kecantikan kalian setara, dia cantik dengan gayanya yang peminim dan loh cantik dengan gaya loh yang kayak laki." kata Lila.
"Apa loh bilang kayak laki? Ini penampilan terbaik gue tau." Flora melototi Lila.
"Coba sekali-kali loh pake rok pasti tambah cantik." usul Davina.
"Gue gak mau betis gue diliatin semua orang."
"Jangan-jangan betis loh banyak mor-mornya lagi." kata Lila tertawa
"Sembarangan aja loh kalau ngomong, mendingan kita ke mall sekarang."
"Let's go."
Flora menghabiskan waktu bersama dengan sahabatnya. Mereka tampak bahagia dengan tertawa dan melemparkan canda sampai mereka lupa waktu.
"Gays, gue pulang duluan ya, Leo udah jemput nih."
"Baiklah, hati-hati." kata Davina melambaikan tangannya.
"Kalian juga harus pulang udah sore!" teriak Flora.
"Iya, sampai jumpa di kampus." jawab Lila
Mereka berpisah di depan Mall, hari itu
sungguh menyenangkan.
"Ada apa Flo?"
"Gak ada apa-apa."
"Kamu kayaknya senang sekali hari ini?"
"Hmm, hari ini hari yang sangat menyenangkan, tadi di toko buku aku ketemu sama seorang perempuan yang sangat cantik."
"Terus apa hubungannya?"
"Dia ngasih Aku buku novelnya padahal itu sangat susah didapat."
"Oh ya? Baik sekali."
"Bukan hanya baik, dia juga cantik dan ramah, pasti banyak cowok yang jatuh hati sama dia."
"Tapi cantikan kamu, tidak ada yang lebih cantik dari kamu."
"Basi tau gombalnya."
"Buktinya, banyak cowok yang ngejar-ngejar kamu yang bikin aku cemburu setiap hari."
"Yapi nyatanya Aku cuma jadi milik kamu."
"Aku yang bahagia karena dimilikin kamu Flo, tidak ada yang mampu menghilangkan kamu di hatiku."
"Entahlah, kita tidak tau ke depannya seperti apa, apakah kamu akan selamanya mencintaiku atau akan berpaling ke hati yang lain."
"kok kamu ngomongnya gitu Flo? Kamu gak percaya sama aku?"
"Aku percaya sama kamu, bahkan aku sangat takut untuk berpikir kamu akan meninggalkan aku."
"Kamu jangan berpikiran macam-macam, mana mungkin Aku akan berpaling sedangkan hatiku akan hancur tanpamu," Leo menggenggam tangan Flora.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu."
"Aku juga Flo, jadi jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting."
"Hmm baiklah."
__ADS_1