
Kegilaan mahasiswi di kampus tidak ada akhirnya. Semuanya hanya membicarakan ketampanan Leo. Baru sebulan Leo pindah Kuliah tapi ketampanannya sudah terkenal keseluruh pelosok kampus Universitas Hasanuddin bahkan ada beberapa mahasiswi dari Universitas lain yang mengunjungi Kampus UNHAS hanya untuk sekedar membuktikan ketampanan Leo.
Para mahasiswa merasa kesal karena kedatangan Leo yang mampu merubah semuanya bahkan tidak sedikit yang harus menerima kata "putus" dari pacarnya karena Leo. Leo benar-benar menjadi sang idola kampus.
Di tengah kegilaan itu Flora hanya akan fokus dengan layar laptopnya. Dia akan berada di kantin jika tidak ada kelas. Dia akan menonton drama korea di tengah keramaian Mahasiswi yang sibuk dengan Leo. Flora bukan tipe cewek yang sibuk dengan orang lain.
"Flo, loh tau gak siapa gadis yang ditaksir Leo?"
"kok nanya gue, kalau mau tau loh harusnya nanya sih Leo."
"iya sih, siapa tau aja kan loh tau."
"emang gue siapanya Leo. Apapun itu gue gak mau berurusan dengan Leo."
"jangan gitulah Flo."
"Vin, gue udah nyaman dengan hidupku yang seperti ini. Gue gak mau nambah beban hidup dengan berurusan dengan dia."
"Kapan loh punya cowok kalau cuek terus. loh gak bosan hidup kayak gini."
"gue gak bosan kok, gue nyaman meskipun terkesan monoton tapi gue menikmati setiap detik, menit hembusan napas gue.
"gak asyik loh, sampai kapan loh menjomloh terus, loh bilang hidup harus dinikmati, jadi nikmatilah dengan mengencani seseorang."
"loh kan tau gue, siapa juga yang akan suka sama gue?"
"itu karena loh selalu memasang muka datar, loh terlalu cuek padahal semua orang mengakui kecantikan loh."
"Udahlah Vin, siapa pun dia kelak gue berharap cuma memiliki satu pria dalam hidup gue."
"terserah loh deh."
"oh ya bagaimana kelanjutan tesis loh?" lanjut Davina
"entahlah gue malas menemui Leo."
"Hmm..ingat loh ya itu tugas dari siapa!"
"yaa gak mungkinlah gue lupa."
"Ke Aula yuk kayaknya ada penyampaian dari Bu dekan."
"let's go."
Aula di penuhi dengan Mahasiswa- mahasiswi jurusan Psikologi. Bukan karena ada penyampaian Aula jadi ramai tapi karena kedatangan Leo. Ranti sih ratu kampus tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati Leo
"Hai, loh Leo yah?" pura-pura tidak tau
"ya."
"Loh jurusan Psikologi ya kalau tidak salah?"
"ya."
Jawaban singkat yang diberikan Leo tidak membuat Ranti menyerah. Dia selalu berusaha mencari kesempatan untuk membuat dirinya menempel pada Leo
"sorry, gue tidak sengaja ada yang ngedorong gue." kata Ranti sambil menyilangkan tangannya di lengan Leo
"apa-apan Loh, lepas gak!"
"iya sorry."
Leo benar-benar kesal dengan perlakuan Ranti yang genit. Matanya dari tadi melihat keseluruh Aula tapi tidak menemukan objek yang dia cari.
__ADS_1
"dia ke mana? kok gak keliatan." gumannya
Flora yang dari tadi sembunyi dikerumunan mahahiswa lain mencuri kesempatan melihat Leo dari kejauhan.
Hatinya terasa panas melihat Ranti yang terus menggoda Leo. Flora memperhatikan setiap gerak gerik Leo. Penampilan Cuek Leo benar-benar keren.
Style Leo hari itu terlihat begitu luar biasa dengan penampilan hasnya Celana jiens dipadukan dengan baju Kaos hitam dengan posisi baju di dalam kemudian dilengkapi dengan switer Jiens.
"waahh,,gantengnya." tidak sadar Flora bicara sendiri
"Loh ngomong apa Flo?"
"eh..gak ngomong apa-apa."
kemudian Flora memalingkan kembali wajahnya mencari keberadaan Leo tapi tidak ditemukannya lagi.
"dia ke mana?" tanyanya dalam hati
"loh nyariin gue?" kata Leo tepat di telinga Flora
Flora membalikkan badannya ke belakang di mana Leo berada dan posisi badannya tepat berada dalam dekapan Leo di tambah dengan desakan Mahasiswa lain membuatnya terjebak dalam dekapan Leo.
"gak apa-apa, loh diam aja." kemudian Memeluk Flora
"loh gak apa-apa, tapi gue yang gak enak."
"sebentar aja." leo meletakkan kepalanya di bahu Flora
"baiklah."
"Flo, coba loh rabah Saku switer gue!"
"ngapain gue periksa saku loh?"
"baiklah."
Flora pun memeriksa saku switer Leo dan menemukan dompetnya di sana
"kenapa dompet gue bisa sama loh?"
"gue nemuin dompet loh di parkiran Kafe waktu itu."
"oh, thanks."
"hmm,, tetap seperti ini Flo gue suka."
Flora hanya diam seperti batu dalam dekapan Leo. Entah kenapa dia merasa nyaman dengan dekapan Leo, dia merasakan detakan jantung Leo dengan jelas. Flora menghirup aroma tubuh Leo begitu khas dan enak.
"Leo, gak enak diliatin orang."
" tidak ada yang memperhatikan, gue pengen selamanya seperti ini dengan loh."
"maksud loh?"
"gak apa-apa."
"Bu dekan Udah datang tuh." kemudian melepaskan dekapan Leo.
Leo pun melepaskan dekapannya dan sepertinya benar kata Leo tidak ada yang memperhatikan mereka. Ibu Dekan sudah mulai dengan menyampaiannya.
"mahasiswa mahasiswiku sekalian akhir pekan ini kita akan melakukan tur ke Malino jadi siapkan yang perlu kalian bawa dan tour ini wajib di ikuti semua mahasiswa jurusan PSIKOLOGI. Sekian penyampaian dari saya silahkan bubar."
Semuanya bersorak termasuk Flora dan Davina.
__ADS_1
"gue udah gak sabar."
"kita harus pake jaket tebal soalnya di sana dingin bangat."
"loh benar bangat, harusnya kita bawa baju ganti?"
"ngapain loh bawa bahu ganti? turnya kan seharian doang."
"yaa kirain nginap, gak seru dong." ujar Davina dengan raut wajah sedikit kecewa.
"gue harus bawa snack yang banyak, mulut gue gatal kalau gak makan snach."
"loh taunya makan doang." ledek Davina
"Loh ikut juga gak?"
"ya ikutlah jawab Flora."
"gue nanya Leo bukan loh?"
Flora dan Davina kemudian Melihat ke belakang mereka ternyata Leo masih di sana.
"Loh ikut gak?" tanya Davina
"entahlah." jawab leo
"wajib loh ya." tambah Lila
"iya Gue ikut kan wajib." kemudian metatap Flora
"sang idola memang harus ikut biar tambah seru." tambah Lila
"Gue, idola?"
"gak usah pura-pura tidak tau loh." kata Lila
"gue emang gak tau, tapi wajarlah kalau gue jadi idola." menatap Flora
"ternyata loh bisa bercanda juga ya." sahut Davina
"bukan bercanda buktinya kan gue memang ganteng."
"mendingan loh cabut deh, dasar sok ganteng."
"Baiklah gue cabut."
"jangan lupa akhir pekan kita Tur!"
"nanti gue usahakan."
"eh, kalian gak ngerasa ada yang aneh gitu dengan si Leo?" tanya Lila
"aneh bagaimana?" tanya Flora hati-hati
"ya maksud gue kenapa ada cowok yang tampannya keterlaluan kayak Leo."
"ah kirain aneh apaan." ujar Davina
"mungkin waktu hamil Si Leo Ibunya suka makan yang manis-manis makanya anaknya tampan." kata Lila serius
"atau jangan-jangan ibunya suka dandan waktu nginam." tamba Davina
"kalian salah, gue ma mikirnya Ibunya suka makan Es batu waktu ngidam hamil si Leo." kata Flora menambahkan
__ADS_1
Kemudian mereka tertawa