
Cinta tidak pernah salah, tapi terkadang cinta juga tidak bisa menentukan semuanya. Cinta bisa saja berhianat jika hati yang memilikinya memilih pergi.
Akankah cinta Flora kali ini di khianati lagi?, sanggupkah Flora menguasai hatinya yang akan terluka?.
Hampir setiap hari Flora menghabiskan waktunya bersama Leo. Di setiap kesempatan mereka selalu bersama baik itu hanya berdua atau pun bersama dengan sahabatnya. Hari itu pun sepulang kampus mereka berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bertemu meski sekedar makan atau jalan. Kali ini Flora akan mengajak Leo makan malam di rumahnya walaupun sebenarnya mereka sudah sering makan malam bersama baik itu di rumah Leo ataupun di rumah Flora.
"Leo, kita ke supermarket yuk!"
"kamu mau beli apa?"
"Aku mau ngajak kamu makan malam di rumah."
"tumben kamu yang belanja?"
"kali ini Aku yang akan masak buat kamu."
"ulang tahun Aku perasaan udah lewat, kamu juga ulang tahunnya masih lama." kata Leo sambil memegang dagunya
"selama kita jadian Aku belum pernah masak buat kamu, jadi hari ini Aku akan buktikan ke kamu kalau Aku adalah calon istri yang pintar masak."
"apakah ada yang spesial hari ini?"
"siapa tau kamu mau ngasih tau Aku sesuatu?"
Leo tertegun dan diam, dia tidak mengerti maksud Flora. Tapi perasaan Leo menjadi tidak tenang karena merasa menyembunyikan sesuatu.
"mungkinkah Flora sudah tau rahasia gue?, gue seharusnya ngasih tau dia tentang Raisa." batin Leo
"apa ada yang harus Aku kasih tau ke kamu?"
"sepertinya ada, tapi Aku akan menunggu?"
"jadi tujuan makan malam adalah sebagai sogokan, gitu?"
"yaa kalau kamu pekah."
"baiklah, apa pun yang ingin kamu ketahui, aku akan ngasih tau dengan senang hati."
"Aku harap begitu."
"jadi mau beli apa aja?"
"kita turun mobil aja dulu, Aku udah catat semuanya."
"calon ibu yang baik." goda Leo
"pertama-tama beli ayam, trus telur, sayur, minyak.." kata Flora melihat catatan belanjaannya
"banyak bangat, belanjaan kamu maa cukup untuk 10 orang."
"daripada ngoceh mendingan kamu bawa barangnya ke mobil." kata Flora membayar barang belanjaannya.
Leo mengantar Flora pulang. Flora berharap Leo mau menceritakan masa lalunya. Sebelumnya Flora tidak pernah berpikir untuk mengetahui masa lalu pacarnya tapi entah mengapa Flora tiba-tiba ingin mengetahui tentang Leo di masa lalu.
"akhirnya nyampe juga, ingat makan malamnya jam 19.30, jangan sampai terlambat."
__ADS_1
"baiklah tuan putri, Aku pulang ya."
Di tempat lain Enruw dibuat sangat terkejut oleh kedatangan sosok perempuan cantik. Enruw bahkan tidak mampu berkata-kata dan hanya menatap tajam sosok perempuan tersebut.
"hay, bagaimana kabar loh?" tanya Raisa
"sejak kapan loh kembali?, ngapain loh di kantor?"
"apa loh gak senang liat gue kembali?"
"bukan gitu, tapi kapan loh kembali?"
"2 minggu yang lalu."
"trus kenapa loh kembali Raisa?"
"kayaknya kedatangan gue tidak diharapkan lagi, padahal gue kangen bangat sama loh." kata Raisa kecewa
"maaf buka gitu, ayo kamu duduk dulu."
"Gue Pikir loh senang liat gue di sini."
"maaf gue tadi terkejut, bagaimana kabar loh sekarang?"
"seperti yang loh liat, gue baik-baik aja."
"kenapa loh tiba-tiba kembali?"
"karena gue pikir sudah saatnya gue memperbaiki semuanya."
"tapi gue akan mengulangnya kembali Nruw."
"Raisa, jangan membuat keadaan menjadi rumit, Leo sudah memiliki kehidupannya sendiri."
"gue yakin dia masih menunggu kehadiran gue."
"apa kamu ingin menghancurkannya lagi Raisa, tidak cukupkah yang sudah kamu perbuat di masa lalu?"
"karena itu gue kembali Nruw, gue ingin kembali seperti dulu."
"loh egois Raisa, Leo sudah memiliki pacar yang lebih baik daripada kamu, jadi tolong jangan mengusik kehidupan Leo kali ini."
"tapi gue yakin di hatinya cuma ada gue, makanya gue kembali untuk mengisi hatinya."
"Raisa, Leo bukan barang yang bisa loh permainkan sesuka hati loh, jadi tolang kembalilah ke Amerika. leo tidak mengharapkan kamu lagi."
"gue tidak mau tau, pokoknya cuma gue yang bisa milikin Leo."
"loh gak berubah Raisa, Loh masih egois sama seperti dulu, mendingan loh keluar dari kantor gue."
"baiklah, tapi gue akan kembali untuk Leo."
Enruw benar-benar bingung untuk melakukan sesuatu. Kedatangan Raisa membuatnya tidak tenang.
Malam pun tiba, Flora sudah mempersiapakan makan malamnya dengan sangat baik. Flora juga merias dirinya dengan sangat cantik. Penampilan Flora malam itu membuat Leo terpesona. Gaun merah ketat yang dikenakannya memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya yang ramping dengan rambut yang terurai panjang membuatnya kelihatan seksi.
__ADS_1
"malam ini kamu cantik sekali." kata Leo
"terima kasih, ayo kita mulai makan malamnya."
"mama kamu mana?"
"mama ada di kamar, makan malam ini khusus untuk kita berdua."
"oh yah?, ternyata kamu orangnya romantis juga, seharusnya gue yang nyiapin makan malam buat kamu Flo, gue merasa malu sebagai pacar kamu."
"jadi apakah kamu akan ngasih jawaban jika aku menanyakan sesuatu?"
"of course, silahkan!"
Ketika hendak bertanya tiba-tiba Leo mendapat pesan dari Enruw. Leo membuka pesannya dan betapa terkejutnya Leo ketika membaca pesan itu
"dia kembali, dia benar-benar sudah kembali Leo." Leo langsung terperanjat dari rempat suduknya
"maaf Flo, Aku harus pergi karena ada urusan mendadak."
"ada apa Leo, apa mama kamu sakit?"
"maaf Flo, lain kali Aku kasih tau."
Leo meninggalkan Flora sendirian dan melaju menuju apartemen Enruw. Leo tidak tau apa yang ada dipikirannya. Begitupun Flora yang bingung dengan tingkah Leo yang tiba-tiba pergi.
"Nruw gue di depan apartemen loh."
Enruw membuka pintu dan mendapati Leo dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
"Raisa kembali Leo."
"sejak kapan dia kembali?, kenapa dia kembali Nruw?"
"karena kamu, dia ingin kembali ke dalam hidupmu Leo."
"maksudnya?"
"dia bilang akan memperbaiki semuanya."
"apa dia sudah gila, dia pikir gue apaan."
"jadi apa yang akan kamu lakukan Leo?"
"entahlah, gue tidak akan menerima Raisa lagi."
"hubungan loh dengan Flora benar-benar dalam masalah Leo. Gue udah bilang untuk ngasih tau Flora tentang Raisa."
"gue yang salah, tapi gue akan menghadapi Raisa, gue tidak akan terpengaruh dengan Raisa lagi."
"gue harap begitu, loh harus ingat Raisa orangnya seperti apa, dia akan melalukan apa saja untuk mendapatkan hal yang dinginkannya."
"gila..."
"kenapa loh harus kembali Raisa?, gue udah gak mengharapkan loh lagi." batin Leo
__ADS_1
Leo sedikit pun tidak merasa senang mengetahui Raisa sudah kembali. Leo justru takut Raisa kembali untuk merusak hubungan dia dan Flora. Leo tau betul sifat dari Raisa yang keras kepala dan selalu memaksakan kehendaknya.