Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
galau


__ADS_3

Tidak ada percakapan di mobil Adrian, hanya suara tangisan Flora yang menggema tiada henti. Sakit yang Flora rasakan benar-benar membuat jantungnya seakan berhenti berdetak. Kata putus yang yang dia lontarkan membuat sekujur tubuhnya rapuh ada rasa sesal terbesit tapi menurutnya itu adalah keputusan terbaik. Dia tidak mau menjadi duri dalam hubungan Leo dan Raisa.


Cinta pertama yang dialaminya sungguh menyedihkan, sayatan-sayatan luka yang diterimanya sungguh membuat raganya goyah dan hancur. Flora tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Adrian hanya fokus menyetir, dia tidak berani memulai percakapan dengan kondisi Flora yang menyedihkan. Dia mengambil jaketnya kemudian menutup tubuh Flora yang kedinginan. Setelah beberapa saat kemudian dia memberanikan diri untuk bertanya


"sebenarnya apa yang terjadi Flo?"


Tapi tidak ada jawaban, Flora semakin menangis dengan kencangnya membuat Adrian merasa bersalah


"maaf, Aku tidak bermaksud untuk mengungkit masalahmu."


"Aku putus dengan Leo, Aku benar-benar sudah mengakhirinya."


Suara tangisan Flora semakin kencang, Flora sangat terpukul


"apa yang terjadi, kenapa kalian bisa putus?"


Sekali lagi tidak ada jawaban. Flora tidak sanggup berkata-kata lagi, hatinya terlalu sakit untuk membahas kisahnya dengan Leo


"kamu tinggal di mana Flo?"


"Flora hanya menunjukkan alamat rumahnya dengan memberikan ponselnya kepada Adrian. Adrian seakan mengerti dan langsung mengikuti arah GPS yang menunjukkan alamat rumah Flora.


"apa benar ini alamat rumah kamu?"


Flora turun dari mobil Adrian tanpa mengucapkan sepata kata pun. Dia langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa melihat ke belakang.


"dia benar-benar dalam masalah." Batin Adrian


Adrian meninggalkan rumah Flora dengan perasaan sedikit cemas bagaimanapun juga Flora adalah gadis yang sedari dulu Adrian taksir.


Flora memasuki kamarnya dengan perasaan yang masih terguncang. Bahkan untuk mengganti pakaiannya yang masih basah saja dia enggan. Flora merebahkan tubuhnya di kasur dan kembali mengingat kejadian ketika dia putus dengan Leo. Dia kembali menangis sejadi-jadinya meratapi perpisahannya dengan Leo yang terpaksa dilakukannya. Begitu berat menerima kenyataan bahwa dia tak lagi bisa memiliki Leo


"hiikkss,,hiikkss, kenapa gue harus merasakan semua ini, ternyata sakit rasanya kalau putus cinta."


Flora melihat layar ponselnya dan melihat foto Leo terpampang di sana


"kenapa kamu lakuin ini Leo, gue udah berusaha perjuangin kamu tapi kamu malah memilih Raisa, apa gue emang cuma kamu jadiin pelampiasan doang?" gerutu Flora


Perpisahan Flora dengan Leo membuat dunianya kembali tertutup. Sudah dua hari Flora tidak pernah keluar kamar. Ponselnya di non aktifkan, dia bahkan mogok makan. Tante Lina sebagai mamanya merasa sangat cemas dengan kondisi putrinya.


"sayang, kamu gak apa-apa nak?, ayo cerita sama mama jangan ngurung diri terus di kamar!"


Tidak ada respon, Flora hanya mendengar perkataan mamanya dan sama sekali tidak berniat untuk meresponnya.


Tante Lina berusaha mengetuk pintu kamar Flora tapi tidak juga dihiraukan Flora

__ADS_1


"apa yang terjadi sayang?, jangan buat mama kwatir!"


Flora hanya menarik selimutnya erat dan memasang headsetnya untuk menghindari panggilan mamanya. Sedangkan mamanya tidak berhenti memanggilnya dari luar


"Flo sayang, setidak kamu makan sedikit yah nak, mama masakin tumis udang sama sop ayam loh, makan yuk nak?"


Flora merasa tergugah mendengar ajakan mamanya kemudian air matanya kembali jatuh mendengar kata tumis udang yang mengingatkannya kepada Leo


"jangan bikin mama cemas sayang, kalau kamu gak buka pintunya nanti mama panggilin polisi, mau?"


"Flora gak suka tumis udang ma, telur gulung aja."


Akhirnya Flora menanggapi perkataan mamanya, kemudian membukakan pintu kamarnya.


Kamar Flora begitu berantakan, tissu berhamburan di mana-mana, pakaian tergeletak di setiap sudut kamar, kasur yang berantakan dengan selimut yang belum dirapikan, pembungkus permen dan kulit kuaci berserakan di atas meja belajarnya, bau tidak sedap tercium sangat jelas. Tante Lina dibuat geleng-geleng kepala melihat kamar Flora yang begitu berantakan


"yaa ampun sayang, kenapa berantakan sekali?"


"nanti juga dibersihin lagi ma."


"mata kamu kenapa hitam?, terus rambut kamu kenapa kusut gitu?" Kata tante Lina memperhatikan seluruh tubuh anaknya


"apa yang terjadi sayang?"


"Leo ma, Flo putus sama Leo."


"lantas karena putus dengan Leo, terus kamu jadi kayak gini?"


"Flo sedih ma, Flo gak mau ke mana-mana lagi."


"anak mama udsh cengeng sekarang, padahal dulu kamu paling gak suka liat orang nangis, tapi liat kondisi kamu sekarang?"


"Flo sedang berduka ma."


"ayo kita makan dulu yah, terus mandi baru ke kampus, udah 2 hari loh kamu bolos kuliah."


"nggak ma, Flo gak mau ke kampus, Flo mau ambil cuti aja sampai Leo selesai kuliahnya."


"jangan gitu ah, anak mama harus kuat, anak mama bukan pecundang yang taunya lari dari masalah. Kamu harus bisa menghadapinya sayang."


"tapi Flo gak sanggup ma."


"mama yakin, Leo sekarang juga sedang nyesal dan hanya ngurung diri kamarnya. Dia pasti nyesal karena diputusin kamu. Jadi ayo sayang kita makan!"


"bikinin telur gulung." kata Flora manja


"iya, ayo mama bikinin

__ADS_1


Di tempat lain Leo sama galaunya dengan Flora. Dia hanya diam di kamar, pekerjaan kantor diabaikannya, ponselnya pun juga dimatikan, panggilan mamanya di abaikan.


Leo terlihat begitu menyedihkan, dia berbaring di sofa kamarnya dengan puntung rokok di mana-mana dan beberapa botol alkohol masih berada digenggamannya. Tante Sinta sangat mencemaskan keadaan putranya yang tidak pernah keluar kamar


"Leo, kamu tidak apa-apa nak?"


Tapi tidak ada respon dari Leo. Tante Sinta pun akhirnya punya ide untuk membuat Leo keluar dari kamarnya


"sayang, Papa kamu datang tuh, dia nyariin kamu!"


Leo langsung terperanjat dari pembaringannya dan berjalan sempoyongan menuju pintu kamarnya


"kapan Papa datang ma?"


"mama cuma bohong."


"ah, mama kenapa gangguin Leo sih?"


"kamu mabuk ya?, sejak kapan kamu mulai minum lagi."


"mama cerewet deh."


Tante Sinta memasuki kamar Leo yang berantakan. Bau rokok dan alkohol tercium di mana-mana


"bahkan sekarang kamu juga merokok, apa yang terjadi sayang?"


"Flo mutusin gue ma, Flo gak suka lagi sama Leo."


"kok bisa sayang?"


"Leo juga gak tau, padahal Raisa udah jelasin ke dia kalau hubungan kami cuma sebatas teman, tapi Flo tetap mutusin Leo."


Tante Sinta mengerti permasalahnnya, dia tahu semua itu karena Raisa. Raisa yang membuat hubungan mereka hancur.


"kamu harus bersiin diri dulu, baru tenangin pikiran kamu."


"gak ma, Leo cuma mau Flora. Leo gak boleh kehilangan Flo."


"kamu gak mungkin dapatin Flora lagi kalau kondisi kamu kayak gini, kamu harus meluruskan kesalah pahaman kalian. Harusnya kamu tidak mempercayai Raisa."


"tapi Raisa bilang akan mengatakan semuanya."


"Raisa tidak sebaik yang kamu pikirkan Leo, ayo kita makan dulu, mama udah masakin tumis udang buat kamu."


"tumis udang kan kesukaan Flo ya ma, baiklah Leo akan makan semuanya."


Leo terun dari kamarnya dengan berjalan sempoyongan. Dia masih dalam pengaruh alkohol.

__ADS_1


Hubungan yang berakhir karena kesalah pahaman itu membuat keduanya hancur.


__ADS_2