Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Tidak Ada Pilihan Lain


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Flora sendiri. Sendiri dalam sakit yang tak berujung, diam dalam rindu yang menusuk, senyum dalam luka yang masih menganga, tertawa dalam tangis yang tak kunjung usai. Berjalan dalam kesendirian sungguhlah melelahkan.


Waktu yang biasa dihabiskannya bersama Leo kini kembali seperti sebelum pertemuan mereka. Flora kembali dalam kesendiriannya, menghabiskan waktu sendiri, tertawa dan menangis sendiri. Meskipun semuanya kembali seperti semula lagi, Flora tidak bisa memungkiri bahwa Leo telah meninggalkan jejak di dasar hatinya yang paling dalam. Jejak yang begitu membekas, jejak yang meninggalkan begitu banyak kenangan.


Di sudut kafe Zidan tampak Flora yang sedang melamun. Flora terlalu sibuk dengan hayalannya hingga tidak mendengar sapaan Enruw yang sedari tadi memanggil namanya.


"Flo..Flora..hey..?" Enruw melambaikan tangannya di depan mata Flora.


"Flora Aurelia, loh masih di sana?" Enruw terus memanggil Flora dan memegang bahunya.


Flora tersentak kaget dari lamunannya kemudian melihat ke arah Enruw yang ada di sampingnya.


"Oh my god.." Flora mengusap dadanya


"Loh gak apa-apa?"


"Iya, kenapa?"


"Gue cuma kwatir, loh dari tadi melamun, jadi gue barusaha bikin loh sadar. Maaf kalau gue bikin loh kaget," Enruw terlihat menyesal.


"Oh gak apa-apa, ngapain loh ke sini?"


"Harusnya gue yang nanya, tumben loh ke sini sendirian?"


Flora menghela nafas dan tidak menjawab pertanyaan Enruw.


"Biasanya loh datang sama Leo, apa mungkin loh lagi nungguin Leo?"


Flora masih terdiam. Dia tidak merasa harus menjawab pertanyaan Enruw.

__ADS_1


"Ada masalah apa Flo? Cerita sama gue!"


"Entahlah, apakah gue harus cerita sama loh. Mungkin Leo sudah ngasih tau loh semuanya."


"Ada apa Flo? Leo gak cerita apa-apa sama Gue. Leo gak menghubungi gue," Enruw menatap Flora serius.


"Gue sama Leo sudah putus," Flora mendesah pelan.


"Apa? Jangan bercanda deh, gue gak percaya kalau kalian bisa putus," Enruw berdiri spontan karena kaget kemudian kembali duduk.


"Kenapa loh harus kaget, bukannya loh udah tau semuanya?"


"Maksud loh gue tau, apa?"


"Loh tau kan Leo sama Raisa udah tunangan?" Flora menatap Enruw tajam.


"Maksud loh apaan? Leo tunangan sama Raisa, yaa..gak mungkinlah. Loh dengar dari mana?" Enruw kemudian menatap Flora penasaran.


"Sorry, gue liat panggilan loh, tapi hari itu kerjaan di kantor banyak bangat jadi gue gak sempat mengangkat panggilan dari loh," Leo merasa bersalah.


"Raisa bilang loh gak ada kesempatan buat merespon panggilan gue karena hari itu loh sedang menghadiri pertunangan mereka."


Enruw berpikir sejenak kemudian memegang dagunya. Dia terlihat begitu serius.


"Apa loh percaya kalau mereka udah tunangan?"


"Sebenarnya gue gak percaya, tapi gue udah tanya Leo dan dia bilang mereka emang udah tunangan. Jadi tidak ada alasan buat tidak percaya sama ucapan Raisa," Flora menundukkan kepalanya, pipinya merona menahan air matanya.


"Sssss...tapi kok Leo gak cerita apa-apa sama gue, dia gak mungkin menyembunyikan masalah seperti ini dari gue. Sepertinya ada yang tidak beres." Enruw mengerutkan alisnya

__ADS_1


"Apanya yang tidak beres?"


"Leo gak mungkin mau tunangan sama Raisa, pasti ada sesuatu yang terjadi. Atau mungkin semua itu rencana Raisa untuk menghancurkan hubungan kalian."


"Entahnya, gue gak mau tau. Lagian kita juga udah putus. Bukan urusan gue untuk mengetahui hubungab mereka," Flora berusaha cuek.


"Tapi Flo, apa loh benar-benar serius udah mutusin Leo? Gue yakin loh sangat sayang sama Leo."


"Gue emang sangat mencintai Leo, gue tidak pernah berpikir untuk meninggalkannya, tapi bagaimana gue bisa bertahan jika Leo sendiri yang memaksa gue melakukan ini," mata Flora berkaca-kaca.


"Leo gak mungkin melakukan itu, pasti ada kesalahpahaman."


"Apapun itu, gue menyerah untuk mengetahuinya. Daripada bertahan gue lebih memilih mengalah untuk kebahagian Leo," Tangis Flora pecah


"Tapi bagaimana dengan perasaan loh?" Enruw bertanya dengan penuh selidik.


Flora yang terdiam menunduk lalu mengangkat kepalanya menatap Enruw. Senyum terukir di ujung bibirnya. Dengan bibir yang bergetar dan suaranya yang berat, dia menjawab pertanyaan Enruw.


"Meskipun ini sangat menyakitkan, gue akan pura-pura lupa pernah mengenal Leo, walaupun seluruh ruang di kepala gue di penuhi bayang-bayang Leo, gue akan tetap pura-pura lupa pernah mencintai Leo," Flora kemudian terdiam kemudian melanjutkan ucapannya.


"Hati gue terasa begitu sakit, tapi tidak ada yang bisa gue lakukan. Leo berhak mendapatkan kebahagiannya. Gue rela sakit demi kebahagian Leo."


"Apakah tidak ada yang bisa loh lakuin selain putus dengannya?"


"Seandainya Leo ngasih gue pilihan lain selain putus dengannya, maka gue akan lakukan pilihan itu. Tapi rupanya tidak ada pilihan lain selain meninggalkan dirinya."


"Bagaimana mungkin loh bisa melakukan ini Flo?" Enruw terlihat ikut bersedih.


"Loh tau, gue selalu berharap jika kisah kami emang seperti kisah di drama Korea, gue ingin kami bisa bersatu kembali. Tapi gue sadar itu tidak mungkin karena nyatanya kami udah berpisah," Flora menutup wajahnya dan menangis sejadi- jadinya."

__ADS_1


Enruw yang melihat Flora merasa tersentuh dan ikut bersedih. Enruw merasa ada yang harus dia luruskan untuk mengembalikan hubungan Flora dan Leo kembali harmonis.


"Gue harus melakukan sesuatu, hubungan mereka tidak boleh berakhir seperti ini. Raisa pasti telah merencanakan semua ini," guman Enruw.


__ADS_2