Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Dia Selalu Ada di Sini


__ADS_3

Flora yang pergi dari rumah tidak berniat untuk kembali. Beberapa hari setelah kepergiannya dia belum juga memberi kabar kepada orang tuanya. Setelah menginap di tempat Adrian, dia kemudian pergi ke kediaman Davina dan tinggal di sana.


Flora meminta Davina untuk berbohong tentang keberadaannya setiap saat tante Lina menghubunginya. Davina sebenarnya merasa bersalah setiap kali mendengar suara tangisan tante Lina yang mengkhawatirkan anaknya.


"Kapan loh pulang Flo? Gue kasian melihat mama loh yang begitu mencemaskanmu."


"Gue tidak akan pulang, lagian mama juga udah punya orang itu sekarang," jawab Flora pura-pura tidak peduli.


"Bagaimana kalau mama loh sakit? Bagaimana kalau dia mogok makan karena mencemaskan keadaan loh? Ayolah Flo, loh bukan anak kecil lagi, cobalah berpikir dewasa!" Davina membujuk Flora.


Flora diam saja. Dia sepertinya sedang melamunkan sesuatu yang serius. Setelah beberapa saat dia bangun dari lamunannya.


"Terima kasih karena udah nampung gue, gue pergi sekarang," Flora berdiri pergi.


"Loh mau ke mana Flo?"


"Jangan khawatir, gue tidak akan menyusahkan loh lagi, maaf sudah memaksa loh berbohong," Flora tersenyum keluar dari rumah.


Davina mengejar dan menahannya, akan tetapi Flora begitu keras kepala dan tetap pergi. Perasaan kecewa dan sakit di hatinya tidak bisa dia buang begitu saja. Hatinya merasa di permainkan oleh papanya yang pergi dan datang sesukanya. Terlalu banyak beban yang terus mengikat hatinya. Dia hanya ingin memberi tahu bahwa dia sedang kecewa dan sedang tidak baik-baik saja dengan cara pergi dari rumah.


Flora hanya ingin orang tuanya tahu tentang perasaannya yang sudah terlalu lelah menerima berbagai bentuk rasa sakit.


"Seharusnya cinta hanya mendatangkan air mata bahagia bukan air mata rasa sakit. Gue tidak meminta banyak kebahagian, gue cuma ingin setidaknya bibir gue selalu tersenyum karena merasa bahagia," batin Flora terus berjalan.


Dia terus berjalan menyusuri hembusan angin dan panasnya matahari tanpa menghiraukan perutnya yang sudah berbunyi meminta untuk diberi jata. Dia hanya mengelus perutnya dan terus melanjutkan langkahnya sampai tidak tersadar dia telah sampai di depan rumah sakit tempat Leo di rawat.


Setiap hari Flora selalu mengunjungi Leo, tapi hanya sampai di depan pintu ruang perawatan Leo. Dia hanya mampu melihat Leo dari kejauhan. Hari itu, dia melihat Raisa sedang menjaga Leo.


"Syukurlah, kondisi kamu semakin membaik sekarang. Tapi kenapa wajah kamu terlihat murung? Apa makanan rumah sakit tidak enak? Atau apa kamu merasa bosan? Harusnya kamu senang sekarang karena ada tunangan kamu yang setia menemani!" Flora berbicara sendiri melihat Leo.


"Leo, gue harus bagaimana sekarang? Gue tidak lagi punya siapa-siapa, tidak ada lagi tempat yang bisa gue tuju. Bisakah kamu menghampiriku dan menghiburku kali ini?" Flora terisak sedih.


Rupanya Raisa melihat keberadaan Flora. Dia tidak akan membiarkan Flora untuk mendekati Leo walau hanya sekedar melihatnya. Dia beranjak dan menemui Flora.


"Ngapain loh ke sini? Bukannya loh sendiri yang bilang tidak akan mendekatinya lagi," Raisa terlihat marah.


"Gue cuma melihatnya tidak mendekatinya. Tolong biarkan gue melihatnya dan memastikan dia selalu baik-baik saja."


"Tidak perlu mencemaskannya karena sudah ada gue yang selalu menjaganya," kata Raisa tegas.

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa melarang Flora untuk datang, sampai kapanpun loh tidak akan bisa memisahkan mereka karena mereka saling mencintai," kata Enruw tiba-tiba sudah ada dekat mereka.


"Jangan selalu mencampuri urusan gue, gara-gara loh semua rencana gue hancur."


"Leo tidak pernah mencintai loh. Karena kenapa? Karena hati loh tidak pernah tulus."


"Tapi Raisa adalah tunangan Leo, tidak mungkin mereka akan menikah jika tidak saling mencintai. Apa mungkin Raisa berbohong tentang pertunangan itu?" tanya Flora menyadari sesuatu.


"Iya, selama ini Raisa berbohong sama loh, dan Leo berusaha untuk menjelaskannya tapi loh terlalu keras kepala. Hingga dia menemui Raisa memintanya untuk menjelaskan padamu tapi sebelum itu dia mengalami kecelakaan yang dimaksudkan untukmu."


"Maksudnya?" tanya Flora tidak mengerti.


"Awalnya kecelakaan itu ditujukan untukmu tapi kemudian Leo menyelamatkanmu dan lebih mencengangkan Raisa yang merencanakan semua itu."


"Jaga omongan loh, jangan asal menuduh," Raisa salah tingkah.


"Jangan khawatir gue udah punya buktinya di sini," sambil memperlihatkan ponselnya.


Wajah Raisa seketika pucat, mulutnya bungkam. Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya untuk membela diri. Dia menatap Enruw tajam kemudian pergi.


"Terima kasih Enruw karena sudah memberi tahu tentang semuanya. Gue senang mengetahui kebenarannya, tapi gue juga sedih karena gara-gara gue Leo harus terbaring di rumah sakit."


"Gue akan menjaganya dan berusaha mempercayainya apapun yang terjadi."


"Ayo masuklah, Leo pasti sangat merindukanmu," Enruw tersenyum.


"Apa loh tidak menemuinya?"


"Lain kali aja, gue masih punya kerjaan."


Flora memasuki ruangan tempat Leo berada. Betapa hatinya sangat bahagia, dengan senyum simpul dia menyapa Leo yang terbaring.


"Hay Leo, bagaimana kondisimu sekarang?"


Tapi Leo tidak menjawab sapaannya bahkan dia justru memalingkan wajahnya. Leo sepertinya menjadi marah karena mengira Flora tidak pernah menemuinya selama dia di rumah sakit. Flora tidak sedih dengan perlakuan Leo, dia sadar bahwa wajar jika Leo marah padanya.


"Apa kamu sudah makan?"


Tetap saja Leo hanya diam menghiraukan. Flora kemudian duduk tanpa mengeluarkan suara dan itu membuat Leo berbalik karena mengira Flora sudah pergi.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih di sini?" Leo terkejut saat mendapati Flora masih di sana.


"Emang tidak boleh jika aku masih di sini? Apa kamu tidak merindukanku?" goda Flora.


"Aku tidak merindukanmu, aku mala tidak mengharapkanmu datang," jawab Leo ketus.


"Benarkah? Padahal aku sangat merindukanmu," wajah Flora menjadi muram.


"Lebih baik kamu pergi sekarang, kamu hanya merusak moodku," Leo mengusir Flora.


"Baiklah aku akan pergi, tapi besok dan sampai kamu sembuh aku akan datang lagi. Silahkan usir aku sesukamu dan aku juga akan terus datang sesukaku,"Flora tersenyum kemudian pergi.


Seperti yang dikatakannya, meskipin Leo selalu mengusirnya tapi Flora juga tidak menyerah dan terus datang mengunjungi dan menjaga Leo. Flora tidak menghiraukan setiap perlakuan kasar Leo padanya. Dia sudah bertekat untuk terus berada di dekatnya. Kali ini Flora akan memperbaiki kesalahannya dan tidak akan menyerah untuk menyenangkan hati Leo lagi.


Di ruang perawatan Enruw datang untuk membesuknya. Mereka saling melemparkan canda dan tertawa bersama.


"Ngomong-ngomong bagaimana hubungan loh dengan Flo?"


"Biasa aja, gue mala bosan melihat dia yang terus datang mengunjungi gue. Dia tidak pernah menyerah bahkan setelah gue mengusirnya."


"Jangan memperlakukannya seperti itu, jangan melakukan sesuatu yang tidak dari hati loh. Gue tau loh senang bangat Flora ada di sini untuk jagain loh."


"Tapi kenapa dia baru datang pas gue udah siuman? Sebelumnya dia ke mana aja saat kondisi gue kritis dan sekarat? Pasti dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama pacarnya Adrian ketimbang datang nemuin gue," kata Leo tampak kesal.


"Jangan salah paham, Flora tidak pernah meninggalkan loh. Loh bisa sembuh juga karena berkat donor darah darinya. Tidak sekalipun dia meninggalkan loh, dia menghabiskan waktunya di sini untuk loh."


"Tapi gue tidak pernah melihatnya? Yang ada di sini jagain gue itu Raisa."


"Karena Raisa yang selalu menjadi letak permasalahan kalian, Flora berjanji untuk tidak mendatangi loh lagi jika loh udah siuman. Makanya dia hanya bisa melihat loh di balik pintu."


"Benarkah Flora selalu menemani gue? Apa dia juga sudah tidak salah paham lagi?"


"Jangan cemas! Dia udah tau kok tentang pertunangan palsu itu. Loh harus berterima kasih padanya karena bukan hanya kali ini dia menyelamatkan hidup loh, jauh sebelum kalian kenal dia udah menyelamatkan loh dengan donor sumsum tulang belakangnya."


"Bukannya Raisa yang melakukannya? Kenapa bisa Flora yang melakukan itu? Sebenarnya apa yang terjadi?"Leo tampak bingung.


"Raisa tidak mungkin melakukan hal yang merugikan dirinya. Gue juga tidak tau persis ceritanya, tapi Raisa mengaku bahwa Flora adalah pendonor loh. Jadi tolong jangan membuat Flora sedih!"


Leo bahagia mengetahui yang sebenarnya. Sungguh takdir yang aneh, bagaimana mungkin dia bisa bertemu dengam orang yang selalu menyelamatkannya dari maut.

__ADS_1


__ADS_2