Kisah Cintaku Bak Drama Korea

Kisah Cintaku Bak Drama Korea
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Flora yang sudah beberapa hari meninggalkan rumah memutuskan untuk kembali. Bukan karena amarahnya berhenti tapi karena dia tidak punya tempat yang bisa di tujunya selain rumahnya. Lagi pula, dia tidak mau membuat mamanya cemas terlalu lama.


Flora memasuki rumahnya dengan pelan supaya mamanya tidak melihatnya. Tapi rupanya rencana itu tidak berhasil. Tante Lina langsung menghampirinya ketika hendak memasuki kamarnya.


"Kamu udah pulang Flo?"


Flora tersentak kaget dan menghela nafas dengan lesuh. Dia tidak ingin berbicara dengannya untuk sementara waktu.


"Iya Ma, maafin Flo karena udah bikin mama khawatir." Flora berbalik dan menghadap mamanya dengan tunduk.


"tidak apa-apa sayang, ini semua bukan salah kamu kok." tante Lina mengusap kepala Flora kemudian memeluknya.


"Ya udah Ma, Flo masuk kamar dulu."


Tante Lina melepas pelukannya, dia tahu perasaan ananknya masih tidak bisa menerima kehadiran Papanya.


"Baiklah, kamu istirahat dulu, nanti Mama akan menceritakan sesuatu yang penting!"


Flora mengangguk pelan, dia tahu sesuatu yang penting itu adalah tentang papanya. Perasaannya kembali berkecamuk jika menyangkut orang itu, tapi dia juga terlalu lelah untuk menghindari kenyataan itu.


Flora yang sudah menghabiskan waktu siangnya untuk istirahat, keluar dari kamar dan menuju sofa kemudian menyalakan televisi. Tante Lina tidak menyia-nyiakan kesempatan kemudian mendekati Flora.


"Flo, ada yang pengen mama jelasin ke kamu."


"Tentang Papa?"


"Hmm..tolong Flo tenang dan dengerin cerita Mama!"


"Jelasin apa lagi sih Ma? Semuanya juga jelas. Aku benar-benar tidak suka kalau Mama selalu membela orang itu." Flora nampak kesal.


Tante Lina berusaha tenang dan meyakinkan Flora tentang apa yang akan dikatakannya.

__ADS_1


"Tapi ada yang tidak kamu ketahui Nak, Papa kamu tidak sepenuhnya salah."


"Tuh kan, Mama bela dia lagi." Raut wajah Flora semakin kesal.


"Dengerin Mama sekali ini saja!"


Flora yang tidak tega melihat ekspresi wajah Mamanya yang memohon akhirnya luluh dan siap mendengarkan cerita Mamanya.


"Yah udah, untuk kali ini aja dengerin cerita Mama."


Tante Lina terdiam serius. Dia tidak tahu harus memulai ceritanya dari mana.


"Sebenarnya Papa kamu tidak sepenuhnya meninggalkan kamu." membuka suara.


"Maksudnya?"


"Selama ini yang membiayai sekolahmu sampai Kuliah itu adalah Papa kamu. Mama tidak mungkin membiayai sekolahmu hanya dari penghasilan laundry Mama yang tidak menentu. Setiap bulan Papa kamu transfer uang ke Mama demi mencukupi kebutuhan kamu. Papamu tidak ingin kamu merasa kekurangan apapun. Semua itu karena dia sayang sama Flo."


"Itu karena dia tidak mau merasa bersalah aja kali Ma. Dia mau bikin kita merasa bahwa dia itu sangat menyesal dan memaafkan dia."


"Tapi Papa kamu melakukan itu sejak pertama dia pergi. Papa kamu juga perginya dengan baik-baik dan Mama pun ikhlas melepaskannya."


"Tapi Flo tidak baik-baik aja Ma, Flo tidak pernah merelakan dia pergi saat itu. Tapi Aku selalu berpikir semuanya akan baik-baik saja tanpa dia. Flo hanya diam saat dia pergi tapi bukan berarti aku akan menerima dia kembali." Flora menekan nada bicaranya berusaha menahan amarahnya.


"Tapi kepergiannya karena ada sesuatu yang penting Nak."


"Apa pun itu Flo tidak mau menerima penjelasan apapun."


Keadaan menjadi sunyi. Flora kembali fokus ke televisi sedangkan Mamanya berpikir keras mencari cara untuk meyakinkan Flora.


"Flo, sebenarnya Papa kamu udah punya keluarga lain yang harus dihidupinya. Mama tidak bisa..."

__ADS_1


"Terus kenapa Mama masih membelanya kalau dia udah punya kehidupan baru? Flo dari dulu udah yakin bahwa dia itu selingkuh." Flora memotong pembicaraan Mamanya.


"Tapi bukan seperti itu maksudnya."


"Udah deh Ma, aku tidak mau mendengar apapun lagi. Semuanya udah sangat jelas. Jadi tolong berhenti membela orang itu. Flo udah cukup punya Mama." tegas Flora


"Tapi sayang, kamu salah paham. Bukan seperti itu maksud mama." Tante Lina terus merusaha menjelaskan maksudnya.


"Kalau Mama merasa punya utang budi karena dia membiayai sekolahku. Aku akan berhenti kuliah dan mencari kerja untuk membayar semua uang yang dia keluarkan buat Flo."


Tante Lina kehabisan akal untuk meyakinkan Flora. Dia tidak menyangka Flora begitu keras kepala.


"Mama tenang aja, mulai sekarang aku akan kerja keras untuk mengembalikan uangnya. Jadi Mama tidak perlu merasa punya utang budi."


"Mama akan sangat kecewa kalau kamu sampai berhenti kuliah." Tante Lina menatap Flora tajam.


"Dan Flo tidak akan sudi menerima pemberian orang itu."


"Flo.." suara Tante Lina meninggi.


Suasana menjadi tegang. Hawa panas sangat terasa di ruangan itu. Baru kali ini Flora melawan Mamanya. Begitu pun dengan Mamanya yang tidak menyangka akan membentak anaknya.


"Mama tidak pernah mengajari kamu untuk melawan orang tua."


"Mama juga mengajari Flo untuk tidak pernah membentak orang lain. Tapi kenapa Mama membentak Flo? Mama sekarang lebih milih orang itu daripada Flo. Aku benar-benar kecewa."


Flora beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan rumahnya. Sebenarnya dia tidak mau membuat Mamanya sedih. Tapi dia juga tidak suka Mamanya selalu membela Papanya.


Terima kasih untuk kalian semua yang singgah di cerita aku. Sebagai penulis pemula, Saya sangat sadar bahwa cerita ini masih jauh dari kata layak. Olehnya itu Kritik dan saran kalian sangat membantu saya dalam membuat cerita. Diharapkan kalian menyukai novel pertama saya.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Maaf karena baru sekarang saya bisa melanjutkan cerita ini. Hal ini terjadi karena saya sibuk menyusun skripsi. Akan tetapi, ke depannya cerita ini akan up date 2 kali dalam 1 minggu.


__ADS_2